The Pop's

Posted by : Harry Ramdhani December 01, 2012


Sore itu, mata kuliah Statistika Sosial, seorang pria berbadan gempal menutupi jarak pandang dosen dengan gue yang duduk di belakang.  Siapa yang suka Staistikas Sosial ? gue rasa sedikit tapi, gue suka pelajaran hitung-menghitung. Benar, gue sedikit dari mahasiswa yang tidak suka mata kuliah itu.  Entah kenapa, gue juga gak paham.  Tapi, yang jelas gue suka hitung-menghitung (bukan ngitung duit kayak mahasiswa Ekonomi) karena dengan menghitung gue bisa memasukan rumus sesuka hati.  Rumus apapun itu kalau gue anggap cocok, maka gue akan gunakan.  Mengerjakan soal hitung-menghitung sama mengasyikannya dengan mengerjakan soal sosial.  Sama-sama doyan nyablak.  Ditanya ‘A’ maka jawabannya bisa ‘A pangkat 11’.  Begitulah nikmatnya hitung-menghitung.  Angka-angka itu seakan pasrah tak melawan ketika ingin dipergunakan dan dimasukan ke rumas mana-pun.
Dosen itu masih meracau, tiba-tiba teman gue, Anton, ngomong “Gue tantang Lu bikin buku.” Gaya serius, “Lu ‘kan suka Statistika, itung-itungan, jadi Lu bikin buku apa aja tapi pake rumus-rumus macem begini.” Tangannya sambil nuunjuk buku catetannya yang gak jelas arah tulisannya.  Walaupun tanpa diminta, gue juga lagi belajar nulis, lebih tepatnya belajar bikin buku.  Dan kali ini gue merasa tertantang.  Maka tanpa ragu gue terima tawaran dari Anton.  Disaksikan oleh calon bintang artis dangdut Indonesia, Hafidz, kita bertiga bikin tanda tangan di buku catetan Anton bahwa gue setuju nerima tantangan itu.

Sepulangnya gue ke rumah, langsung mikirin jenis buku apa yang pengen ditulis. Akhirnya gue memutuskan untuk bikin buku yang judulnya ’22 Desember 2012’.  Sengaja ngambil judul itu karena ada beberapa alasan, Pertama, gue inget kalo dulu sempat mencuat issue bahwa kiamat terjadi pada 21 Desember 2012 oleh suku maya di Meksiko.  Kedua, tanggal itu sungguh indah karena pada saat tanggal itu orang-orqng sudah menghitung mundur malam tahun baru.  Ketiga, 22 Desember 2012 adalah 1000 hari dari tanggal 29 maret 2010. Dan lain-lain. Dan sebagainya. Dan seterusnya.

Tapi, antara satu dan lain hal, ketika buku itu hendak rampung di pertengahan Juni 2012 ternyata ada seseorang yang tidak suka akan buku itu dan diminta untuk tidak diteruskan.  Yup, di situlah batas Hak Asasi Manusia, ketika apa yang kita lakukan dapat dipertanggung jawabkan tetapi sudah mencampuri Hak orang lain maka batas HAM itulah berada. Buku enggak gue terusin, dan lebih baik gue share aja di twitter, lalu setelah semua di share terus gue ngapus file itu.  Terima kasih telah menghentikannya. Terima kasih atas segala cerita yan pernah gue share di Twitter.

Janji tinggallah janji. Wajib untuk ditepati. Kini, Pameran Sampah sebagai ganti dari buku yang dulu pernah gue janjikan.  Tidak seperti yang dibayangkan, karena sampah tetaplah sampah. Sampah ada limbah. Sampah adalah sisa dari isi yang tertelan. Dan sampah sekarang akan di Pamerkan.

Pameran Sampah – Ada Sampah (tulisan) di Dinding.

Semua berangkat dari temen gue yang sering nyeletuk setiap ada tulisan yang gue temple di Mading. “ahh, Sampah.” Begitu kata temen gue. yaa, memang sampah. Sampah ini akan gue pamerkan.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Kangmas Harry - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -