The Pop's

Posted by : Harry Ramdhani August 28, 2011



Upaya pembangunan Negara dalam sektor agama, antara lain meliputi pembangunan dan rehabilitasi tempat peribadatan dan pengadaan kitab suci yang telah dilaksanakan dalam rangka meningkatkan pelayanan masyarakat dalam kehidupan beragama. Peningkatan sarana dan mutu pendidikan agama serta menyempurnakan pelayanan ibadah haji. Segala upaya telah dilakukan Pemerintah guna abdi mereka sebagai pelayan masyarakat dengan berbagai kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan agar mempermudah pelayanan tersebut.
Tapi, ada salah satu hal yang terunik tentang pelayanan Pemerintah yang kerap kali dirasakan oleh setiap warga Negara setiap tahunnya, yaitu tentang pengumuman 1 Syawal. Banyak ber-bagai organisasi islam di Tanah Air yang mengabaikan keputusan yang itu, ada yang mendahului 1-2 hari sebelum keputusan itu dikeluarkan ada yang terlambat pula 1-2 hari dari keputusan pemerintah.
Para ormas islam tersebut melakukan perbedaan tetap dikuatkan dalil-dalil yang mereka yakini masing-masing. Lalu, dimana peran pemerintah ketika menghadapi masalah tersebut . . ?? seperti yang telah diamanatkan dalam Undang-Undang 1945, yaitu Persatuan dan Kesatuan rakyat Indonesia. Apakah pemerintah tidak punya kewenangan menyampuri urusan Akhirat setiap warganya dalam menangani masalah semacam ini . . ?? membiarkan warganya berjalan masing-masing sesuka hati dan menghiraukan kebijakan yang telah dikeluarkan, kalau memang benar seperti itu, untuk apa ada pemerintah yang memiliki gaji melimpah tapi tidak dapat mengatur rakyatnya.
Taraf kesadaran masyarakat mungkin sudah terlalu tinggi, dengan adanya perbedaan tersebut, belum ada sekalipun motif suatu kerusuhan umat beragama tentang perbedaan ini. Sungguh unik, ditengah perbedaan keyakinan dan ketidak acuhannya pemerintah, mereka tetap menjalankan perintah Allah guna mendaptkan berkah dibulan yang suci.
Tidak jauh berbeda seperti yang dialami oleh Universitas Djuanda, para Elite berupaya membuat kampus ber-label Tauhid menjadi kampus Bertauhid, karena pertumbuhan Perguruan Tinggi Agama sekarang sudah maju sangat pesat dibanding dulu. Dari SK yang telah diberlakukan tentang Kawasan Tanpa Rokok dan nyatanya masih saja melihat keluarga besar Universitas Djuanda yang merokok disembarang tempat, hari Batik setiap kamis dan yang terjadi masih saja ada yang tidak mengetahuinya, entah kurang sosialisasi terhadap seluruh keluarga besar kampus atau hanya sekedar wacana belaka saja.
Para mahaiswa yang mendapat beasiswa diwajibkan untuk sholat Djuhur di masjid dengan absensi berjalan layaknya perkuliahan. Memang suatu kebijakan yang bagus, dimana mahasiswa melakukan kegiatan peribadahan tersentral di masjid, karena masjid adalah salah satu tempat yang paling baik untuk melakukan kegiatan apapun. Tapi disisi lain, didalam gedungpun disediakan beberapa mushola.
Dengan segala keunikan yang terjadi di Universitas Djuanda atas keputusan tersebut, telah memberikan warna tersendiri didalam Perguruan Tinggi Agama lainnya. Karena, kadang kita sebagai manusia, gemar sekali melanggar atau kadang mengabikan aturan-aturan yang ada yang telah dibuat sendiri. Tetapi dengan segala pelanggaran yang dilakukan, kita sebagai manusia sangat menjunung tinggi berbagai perbedaan yang menyangkut masalah duniawi maupun akhirat dengan kepala dingin. Hingga tidak pernah ada kerusuhan yang terjadi dengan motif agama sekalipun, kita adalah manusia yang telah diciptakan Allah sebagai makluk yang paling sempurna, bukan seperti binatang atau makhluk lainnya.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Kangmas Harry - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -