The Pop's

Posted by : Harry Ramdhani July 25, 2013

Berawal dari curi pandang, kemudian pendekatan tapi, tidak berakhir jadian.  Layaknya cinta pertama, ingin dipertahankan saat awal jumpa tapi, takdir tidak berkehendak demikian.

Pagi ini aku terasa hampa. Tanpa koran, tanpa nasi uduk dan gorengan, juga tanpa wanita yang sering lewat depan rumah lalu melempar senyuman.

Minggu ketiga liburan semester genap membuat aktivitasku berubah hampir 180derajat. Biasanya pagi buta sudah bangun, tapi sekarang mataku malah yang buta ketika bangun siang. Perih.

O ya, biasanya aku sudah bangun setelah mendengar adzan subuh berkumandang, tapi selama liburan, aku terbangun oleh laporan lalu lintas dari radio yang lupa dimatikan. Kabarnya-pun sama: Macet.

Selanjutnya, tentu mendengar itu aku senyum-senyum saja dan membayangkan aku ada di antara orang-orang yang terjebak macet di sana.

Koran pagi langgananku sudah ludes terjual. Memang masih bisa dibeli di loper koran lainnya, tapi koran yang sama tak lagi aku bisa bertemu denganmu yang kerap lewat di depan rumahku.

Itu aku akui sesaat setelah senyummu kau lempar dan membuat kotoran yang menempel di mata runtuh, berceceran di jalan.

Mestinya pagi itu juga aku beli nasi uduk dengan dua tempe goreng. Murah, cuma lima ribu dan perut kenyang. Sekarang, lima ribu hanya bisa aku belikan dua mie instan dan dua saus sambal sachet. Selanjutnya aku berlama-lama di kamar mandi karena perut sakit.

Liburan panjang…. Ah, sebenanrnya aku senang dan tidak lagi memikirkan tugas bertumpuk yang minta diselesaikan. Tapi, apalah artinya liburan jika tidak melihat kau yang melempar senyuman?

Libur panjang…. Ah, mandi sepertinya sudah jadi cerita dongeng malam.

Nasib mahasiswa semester awal yang menikmati liburan panjang tak-ayal seperti pengangguran. Ingin jalan-jalan, tapi tidak punya uang. Ingin melamar kerja, tapi terpentok kontrak dengan perusahaan. Ingin meyapamu setiap pagi, tapi sudah kesiangan. Lebih baik aku selonjoran di kamar menunggu pagi datang.

Mudah diduga bahwa kebanyakan mahasiswa semester awal mengalami keadaan yang aku alami sekarang. Kalaupun ingin nongrong keluar, pasti ke tempat-tempat yang minim akan jajanan. Kadang-kadang, sih, pergi ke mal, itu juga cuma lihat agenda film bulanan. Nontonnya kalau tidak nunggu DVD bajakan atau minta download-an teman.

Kisahku dulu, saat jadi mahasiswa semester awal. Perjumpaan dengan liburan tidak semanis ucapan dosen ketika UAS sedang berjalan. Kini aku telah jadi mahasiswa tingkat akhir yang akhir-akhir ini belum memikirkan skripsi. Tapi, aku tetap menyukainya, liburan panjang dan jadi pengangguran. Inilah warna ketika jadi mahasiswa. Setiap mahasiswa menunggu liburan, tinggal dimanfaatkan aja. Layaknya cinta.




Perpustakaan Teras Baca, 25 Juli 2013

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Kangmas Harry - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -