anjutan - naskah (melankolia) 4
By : Harry Ramdhanidikirim. Tapi seperti itulah, Ive. Selalu menanggapi dengan diam. Dalam diamnya selalu uncul berjuta pertanyaan yang dijawabnya sendiri didalam pikiran. Dengan diam namun melalui kepekaan pereasaan dan ketajaman pandangan matanya, tanpa banyak bicara Ive masuk ke kamar.
Dari dalam kamar, lantas Ive membuka jendela, dengan raut wajah muram dan dengan jutaan rasa yang terpendam didada menghantui pikirannya. Napasnya bergerak turun naik dengan irama yang tetap. Matanya dipejamkan, berharap agar ia dapat tertidur. Malam semakin larut. Angin di luar bertiup resah, seresah hati dan pikirannya. Dedaunan dari pepohonan di luar sana bergesekan, menerbitkan suara yang menambah kegeliasahan Ive. Rasanya, ia ingin melompat jauh-jauh. Entah kemana, pokoknya ia bisa terlepas dari keresahannya ini. Dari kegelisahan ini.
Seteets air mata lolos dari matanya ketika suara angin itu semakin mencabik-cabik keheningan. Dengan gerakan kasar, Ia menghapus pipinya yang basah itu dengan tangan kirinya. Sebenarnya Ia tidak ingin menangis. Tahu betul bahwa tak akan menyelesaikan masalah.
Keriuhan kamar yang tepat bersebelahan dengan Ive semakin menjadi. Padahal Istirnya kemaris sempat pergi dari kamar. Apa yang membuat Istri itu bisa kembali lagi kesana ? Pikiran Ive semakin semerewut oleh tingkah tetangganya itu. Sudah dua hari ini Tyas tidak memberikan kabar. Masalah demi masalah terajut menjadi satu dalam satu gumpalan benang kusut. Semakin hari semakin besar saja gulungan tersebut.
Tidak lama kemudian handphone Ive berbunyi, nampaknya ada SMS dari Tyas, “Aku tunggu dideket lapagan voli, sekarang”. Tampaknya ada yang ingin dibicarakan serius. Hari itu sedikit mendung, nampaknya akan turun hujan yang lebat. Awan hitam saling mendahului untuk segerea sampai ditempat dimana mereka akan menumpahkan semua isi perutnya.
Ive keluar kamar dengan tergesa-gesa. Dari jauh terlihat Tyas yang sedang duduk menunggunya. Rambutnya yang panjang terurai kedepan sehingga ketika menundudukan kepala hanya rambut tebal yang berada diatas kepalanya.
Mereka hanya duduk berdua, pandangan kosong kedepan. Tidak ada yang memulai perbincangan. P;astik bekas air mineral-pun suaranya sungguh terdengar ketika melintas didepan mereka berdua yang tertiup angain.
“Ive . . “ terdengar suara Tyas yang mulai merontohkan tembok keheningan diantara mereka. “Maafin aku”.
Ive yang sama sekali tidak mengetahui alasan Tyas meminta maaf secara spontan memotong ucapan, “maaf untuk apa ?” sambil menoleh kearah Tyas, tapi Ia masih saja meunuduk.
“Untuk semaunya”. Jawab Tyas sambil menunduk.
Ive semakin bingung, langsung Ia engalihkan pembicaraan. “Bagaimana dengan biaya kuliahmu ? apa sudah dapat ?”
Tag :
MELANKOLIA,
anjutan - naskah (melankolia) 3
By : Harry RamdhaniTidak lama kemudian Ibu datang, hanya sendiri. Tidak diteman Ayah. Ive yang sedang mengistirahatkan badan dikamar langsung keluar.
“Dari mana, bu ?” tanya Ive penasaran.
“Tadi Ibu dari Rumah saudaramu, Ginting, dia sedang sakit” jawabnya.
“Ginting, sakit apa dia ?”
“Penyakit levernya kumat lagi, tadi sempat dibawa ke rumah sakit tapi kata dokter ia tidak harus dirawat. Jadi ia dibawa pulang lagi”
“Ouw, lalu kemana Ayah ?”
“Tidak tahu, mungkin masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan”
Ayahnya bekerja disalah satu percetakan besar di Jakarta. Sejak kecil, Ive terkadang dibawakan buku-buku yang tidak lolos sortir. Tidak sempurna memang, tapi setidaknya Ive bisa membacanya dan mengetahui maksud dari semua buku yang didapat dari Ayahnya. Dan sampai sekarang-pun Ia masih dibawakan buku-buku dari tempat kerja Ayahnya.
Adzan Maghrib berkumandang dan pada waktu yang sama juga terdengar suara motor dari arah luar rumah. Sudah jelas, itu Ayah yang datang. Suara motor seakan saling sahut-menyahut dengan suara Adzan. Timbul dan tenggelam.
Ibu menghampiri Ive dikamar. “Apa kamu sudah makan, nak ?” tanya Ibunya.
“Belum, Bu, tadi aku tidak sempat makan di kampus. Selesai kuliah langsung kesini”.
“Yasudah, Ibu buatkan makan malam, ya. Hari ini kammu nginep disini, kan ?”
“Kayaknya aku nginep deh, Bu. Lagi pula terlalu malam juga kalau aku kembali ke kostan”
Ibunya kembali kedapur dan Ive keluar kamar untuk mengambil air wudhu sekalian memberi salam pada Ayahnya.
“Ayah tumben pulang sampai waktu maghrib ?”, kata Ive
“Iyah, tadi ada yang harus diselesaikan di percetakan” Ayah menjawab. “Kamu juga tumben sekali pulang ditengah minggu ini ?”
“Ada yang buku yang tertinggal, Yah”
“Cepat sana ambil air wudhu” Ayahnya sambil menganguk, tetapi ia sadar betul bahwa jatah uang minggu ini belum dikirim untuk Ive.
Suasana rumah sangat hening, dan Ive mengetahui keadaan rumah kalau seperti ini. Pasti sedang ada masalah dalam keuangan. Dan Ive-pun sadar kenapa jatah uang jajan untuk minggu ini tidak
Tag :
MELANKOLIA,
lanjutan - naskah (melankolia) 2
By : Harry Ramdhanidapat meminjam uang terlebih dahulu kepada orang tuanya. Walaupun ia sendiri sadar bahwa minggu ini saja ia sama sekali tidak dikirim uang mingguan yang biasanya didapat setiap awal minggu. Logikanya, mungkin orang tuanya sedang tidak ada uang untuk mengirimnya atau mereka lupa mengirim karena ada kesibukan yang Ive tidak ketahui.
Tanpa pikir panjang, Ive segera meninggalkan meja dan dua gelas besar the yang telah kosong di kantin. Diperjalanan pulang Ive kerap kali tersenyum pahit sendirian setiap pikiran akan masalahnya dengan Tyas itu melintas dikepalanya. Menilik sikap Tyas selama ini di masa mereka baru memulai berhubungan, wanita itu tak terlalu menempatkan sebagai ‘yang setara’. Ive ingat beberapa kejadian yang menguatkan itu. Antara lain ketika Tyas ingin meminjam motor teman Ive untuk menjenguk teman sekolah Tyas dahulu ketika masih SMU di Rumah Saklt. Tatkala Tyas meminta Ive mengantarkan kesana. Seolah tugas lelaki adalah semua yang berkaitan dengan antar-jemput, tidak ada bedanya dengan tukang ojek.
Kecil memang persoalan itu, tetapi kalau itu menjadi tekanan dalam hubungan antara seorang pria dan wanita yang menajalin hubungan menuju kearah yang lebih serius, hal itu tak bisa lagi dianggap kecil. Terlebih bagi Ive yang sering melihat ketimpangan perlakuan wanita terhadap pria dimanapun. Seorang pria harus bersedia antar-jemput wanita kapanpun disuruh.
Tanah yang sedikit menggembur akibat hujan semalam nampaknya belum juga kering sampai hari ini. Ive seperti sudah bertahun-tahun tidak pulang, padahal baru bulan lalu ia pulang untuk mengambil beberapa buku yang sepat tertinggal di rumah. Para tetangga yang tak kuunjung henti memberi senyum padanya seakan seorang tukang insinyur telah kembali membawa banyak ilmu yang siap dituangkan demi memajukan daerahnya.
Memang, hanya keluarga Ive yang menyekolahkan sampai keperguruan tinggi. Selebihnya para masyarakat sekitar hanya menyekolahkan anaknya sampai sekolah atas lalu bekerja. Entah apa yang menjadi harapan orang tua Ive padanya. Mungkin berjuta harapan orang tuanya pada bahwa Ive mampu membawa nama keluarganya hingga martabat tertinggi didalam kehidupan. Dapat membantu orang-orang sekitar untuk bisa lebih maju dibanding sekarang.
Sesampainya didepan rumah, sama sekali tidak nampak motor tua yang sering ditunggangi Ayahnya. Sepi sekali. Ive masuk dan langsung melihat ke dapur, tidak seperti biasanya ini terjadi. Biasanya setiap sore Ayahnya sedang asik duduk di ruang tamu sambil membaca koran dan ditemani secangkir teh lalu beberapa makanan kecil yang sekedar melengkapi. Makanan yang dibuat oleh tangan Ibunya tidak hanya lezat, melainkan cantik-cantik bentuknya. Sejak kecil Ive kerap kali diajarkan memasak oleh Ibunya, tapi apa boleh buat, Ia tidak bisa menuruni keahlian Ibunya dalam memasak. Tapi Ive ingat betul perkataannya ketika didapur, “Penelitian dan percobaan tidak harus selalu berbau ilmiah saja”, katanya dengan bangga. “Lihatlah hasilnya. Apakah kamu pernah merasakan kue yang serenyah ini ?”. Ayahnya selalu melakukan itu sembari menunggu waktu maghrib tiba. Dan Ibunya, sedang menyiapkan makan malam. Bau harumnya bisa sampai tercium ke ruangan depan. Seluruh rumah diselimuti masakan yang dapat menggugah nafsu makan.
Tag :
MELANKOLIA,
lanjutan - naskah (melankolia) 1
By : Harry RamdhaniMasalah itu muncul seketika karena minggu ini pula Ujian Tengah Semester. Tyas terancam tidak bisa mengikuti Ujian karena belum membayar. Sedemikian kuatnya keinginan Ive tergambar lewat sikapnya yang penuh semangat untuk membantu Tyas.
Seperti biasa, Ive menghabiskan segelas air putih setiap pagi seperti yang sering diingatkan Tyas padanya dengan kepatuhan bahwa Tyas telah memperhatikan kessehatan Ive. Bahkan juga dengan kepatuhan yang sama ia melakukan nasehat-nasehat Tyas untuk tidak lagi memilih-milih makanan tertentu. Dan kepatuhan itu juga lebih berisi pemahaman dan penghargaan atas jerih-payah Tyas untuk terus mengingatkan Ive daripada demi hasilnya. Bahkan apa dan bagaimana hasilnya, Ive tidak memperdulikannya. Sesuatu yang pasti tidak dapat tersentuh oleh orang lain. Yaitu, martabatnya sebagai manusia.
Memang kedengarannya agak lewat takaran perasaan yang terjadi pada Ive. Tetapi apabila orang dapaat mengikuti jalan pikirannya, mungkin itu tidaklah terlalu berlebihan. Dari usaha-usaha Tyas dalam memperhatikan kesehatan Ive, seluruhnya hampir berpusat pada satu tujuan. Yaitu, agar Ive dapat hidup sehat karena mampu mempersembahkan dirinya sebagai orang yang akan menjalani hubungan yang lebih serius nanti.
Setibanya Ive di kampaus, ternyata dosenya tidak hadir. Duduklah Ive di kantin, sendirian. Entah Tyas berada dimana saat sekarang. Berkali-kali Ive mengabari lewat SMS tapi tak satu-pun dibalas oleh Tyas. Dari meja yang tepat bersebelahan dengan Ive, ia melihat banyak orang yang berpasangan sedang bercanda-tertawa seperti tidak ada masalah yang mereka pikirkan. Tawa lepas mereka membuat Ive yang sedang duduk sendirian nampak seperti sebuah anomali, menjadi seorang yang minoritas. Maka yang keluar dipikirannya ketika itu adalah apa yang akan mereka lakukan apabila mereka berada dalam posisi sepertinya kini ? mungkinkah mereka seperti ia saat ini ?
Tempat Photocopy ramai, banyak mahasiswa yang sedang mempersiapkan bahan-bahan perkuliahan untuk UTS nanti. Tidak hentinya orang lewat bagaikan kendaraan di jalan raya. Sama sekali tidak ada hentinya.
Ive kembali membuka bukunya untuk meneruskan beberapa potongan syair-syair yang sempat ia janjikan kepada Tyas untuk membuatkan satu buah pertunjukan nanti. Hanya didepan Tyas seorang. Ive memang seorang penyair amatir, belajar menulis sendiri, tetapi sama sekali ia tidak pernah dipertunjukan kepada orang lain. Dan pada suatu ketika Tyas mengetahui bahwa Ive sangat senang membuat syair, Tyas memintanya membuatkan satu karya hanya untuknya. Ive menjanjikan akan melakukan itu pada satu hari dimana hubungan mereka genap 2 bulan. Tapi, mungkinkah itu bisa terjadi apabila keadaannya seperti ini ?
MENJELANG sore dihari yang sama, Ive masih saja mencorat-coret bukunya di kantin. Ia sama sekali tidak memperdulikan orang lain yang berlalu-lalang. Hanya dia, pulpen dan buku itu. Tidak ada yang lain. Tak terasa sudah dua gelas besar teh manis yang ia habiskan disana.
Dalam keresahan, Ive ingin sekali membantu mencarikan uang pengganti terlebih dahulu untuk Tyas agar dapat mengikuti Ujian. Terbesit didalam pikiran Ive untuk pulang ke rumah dengan harapan ia
Tag :
MELANKOLIA,
naskah (melankolia)
By : Harry RamdhaniLANGIT sore itu begitu kemerahan. Ive yang duduk di beranda kostan sedang menikmati indahnya senja merasa sedikit terganggu oleh kegaduhan dari kamar sebelah. Dengan sepenuh pemahaman yang dimilikinya, Ive memperhatikan seluruh kejadian yang ada disekitarnya. Seperti seorang penonton dalam sebuah pementasan teater. Ive mendengarkan segala yang terjadi dengan diam. Suatu diam yang mengandung pengertian dan semacam keharuan yang menukik hingga jauh kedalam lubuk hati.
Sudah sejak berminggu-minggu sebelumnya, Ive mendengar suara keributan ini. Dan sudah seminggu pula keributan ini semakin memperlihatkan peningkatan yang signifikan. Diawali dari bantingan pintu lalu disusul dengan teriakan perempuan yang memang istrinya, “Maksud kamu apa ? Jawab, jawab, mas.” Tidak lama kemudian terdengar seperti suara pecahan kaca yang dibanting sangat keras. Kehjadian itu memicu sebuah ingatan, ingatan akan sebuah kejadian yang sudah lama berlalu. Kekjadian yang terus membekas dalam benak Ive.
Ive yang masih tertidur sekejab terbangun oleh keributan pasangan muda yang tinggal dikamar sebelah kostannya.
“Aku sama sekali tidak ada main dengan wanita itu”, kata suami dengan nada seakan ingin menagaskan kepada istrinya. “Sumpah Pocong-pun aku berani, mah”.
“Selalu itu yang jadi alasanmu” kata Istri sambil melangkah keluar kamar.
“Terus, apa yang bisa buat kamu percaya ?” sambil memegang tangan istrinya.
“Lepasin tanganku, mas” istrinya berhasil keluar dari kamar.
Nampak suami itu kesal karena ditinggal lalu terdengar bantingan gelas kearah tembok yang tepat berapitan dengan tembok kamar Ive. Sudah satu minggu lebih mereka bertengkar dan mungkin pagi itu adalah puncak dari segala kegundah-gulananya.
Keluarlah Ive dari kamarnya dengan mata yang masih mengantuk. Entah apa yang ada dipikiran kedua orang itu ? Melihat mereka bertengkar layaknya sepasang binatang buas yang merasa kesal karena salah satu dari emreka gagal mendapatkan jatah makanan. Perempuan itu tersenyum seolah ia berkata “Sungguh gembira, engkau menyukai itu ? “.Ive angkat bahu, lalu masuk kembali kedalam kamarnya.
Bergegaslah Ive untuk beragkat ke kampus, Ia sedikit kesiangan karena semalam harus tidur sedikit malam memikirkan Tyas, kekasihnya. Hubungan mereka belakangan memang sedikit kurang bagus, tiada hari tanpa pertengkaran layaknya pasangan suami-istri tadi. Memang, pada kesempatan ini Ive tersudutkan. Tersudutkan oleh masalah yang bisa dibilang tidak pantas diributkan. Masalah ketika belum lama mereka menjalani huubungan, tepatnya dihari ke-lima. Tyas menceritakan bahwa uang yang diberikan olehnya untuk membayar kuliah ternyata hilang. Tapi lambat-laun mereka jalani, masalah itu sedikit terlupakan.
Tag :
MELANKOLIA,
PERASAAN
By : Harry Ramdhani
Menarik, bagi gue membicarakan perihal tentang perasaan memang tidak berujung. Entah ada berapa jumlah kisah cinta yang keluar dari mulut kita ketika bercerita. Ada yang membahas tentang kisah perasaan dengan pasangannya, dengan teman yang baru dikenal di lorong kelas, dan lain-lain.
Tapi, aku sedikit curiga dengan ‘mereka’ yang setiap hari bertukar cerita tentang perasaan itu sendiri. Mungkinkah mereka tahu apa itu ‘Perasaan’ ? bagi gue, perasaan terbagi atas 4 bagian, yaitu Suka, Sayang, Cinta, dan Bangga. Alasan gue membagi semua ini karena satu, yaitu agar kita tahu saat ini, saat yang kita lakukan, saat yang kita perbincangkan. Karena kita harus tahu apa yang kita kerjakan, agar kita tahu apa yang kita suka, agar kita tahu apa yang kita sayang, agar kita tahu apa yang kita cinta, agar kita tahu apa yang kita banggakan. Tidak perlu kita banyak mengerti akan banyak hal, cukup tahu banyak.
Pertama, Suka.
Yup, perasaan Suka bisa timbul oleh setiap orang kepada orang lainnya. Baik itu sesama jenis maupun lawan jenis. Perasaan ini timbul bisa datang pada saat perjumpaan pertama. Dan inilah yang sering terjadi salah kaprah. Kita sering mendengar istilah “jatuh cinta pada pandangan pertama”, mulai sekarang akan gue kasih tahu bahwa itu, SALAH. Perasaan yang timbul ketika pandangan pertama adalah perasaan suka. Kenapa gue bisa bilang kayak gitu ? karena secara harfiah dengan secara alami. Tapi perasaan itu tidak serta merta datang, biasanya perasaan itu muncul ketika “anda” dapat menangkap sisi keunikan orang lain tersebut. maka perasaan itu akan muncul.
Kedua, Sayang.
“Aku Sayang Kamu”, kalimat ini hanya gue rasakan ketika punya pacar doang. Selebihnya, engga pernah. Padahal, kita bisa Sayang sama siapapun. Tidak hanya terkotakan oleh pacar sendiri (diluar konteks kalau lu punya pacar lebih dari satu, ya). Kesalahan terbesar dari orang-orang yang pacaran adalah terlalu men-Tuhan-kan pasangannya. Sederhananya seperti ini, dalam satu kasus “pacar anda sudah jelas tidak masuk dalam perkuliahan, tapi anda (sebagai pacar) langsung meng-absenkan dia yang tidak masuk. Ketika teman anda mengingatkan karena perbuatan itu tidak baik, maka hal pertama yang anda lakukan adalah membela diri karena tidak ingin pacarnya terlihat malas kuliah”. Artinya, anda akan membela pasangan tanpa melihat lagi mana yang baik/buruk, mana yang benar/ salah. Kalau itu terjadi, maka itu bukan perasaan Sayang, tetapi BODOH. Perasaan Sayang bisa ditunjukan kepada pasangan anda dengan cara kita bisa menempatkan diri pada satu waktu dan kondisi. Artinya, perasaan Sayang adalah suatu hal yang kita lakukan kepada orang lain bukan hanya kepada pasangan kita saja.
Ketiga, Cinta.
Cinta, dengan bermodalkan satu kata itu, banyak orang yang bisa mendapatkan uang untuk hidup. Dari penulis lagu, penulis novel, dan banyaaaaaaaaaaaak lagi. Kalian tahu, mereka hanya bermodalkan “Cinta”. Dengan satu kata itu, mereka memainkan banyak kata-kata untuk bisa mendeskripsikan, apa arti cinta ? Tapi, untuk kali ini, gue engga akan berbicara banyak tentang cinta pada konteks ini. Agar lebih mudah dimengerti, tadi kita sudah membahas tentang Suka, Sayang, dan kini Cinta. Suka itu kita bisa menangkap hal terunik dari orang lain dan dari situ perasaan suka akan muncul. Sayang itu perbuatan yang kita BERIKAN kepada orang lain, bukan hanya kepada satu orang saja (pacar). Kini, Cinta itu perbuatan orang lain yang anda DAPATKAN dari orang lain, baik itu dari teman, sahabat, pacar, pasangan hidup, bahkan dari Tuhan. Dari sanalah anda akan bisa tahu, apa konteks Suka, Sayang, dan Cinta itu yang sebenarnya. Kita tidak akan mengkotakkan ini kepada satu obyek saja tapi kebanyak obyek.
Keempat, Bangga.
Sengaja gue menyimpan ini diakhir criteria dari semua jenis perasaan yang telah dipaparkan. Bangga merupakan suatu aspek terpenting terhadap hal yang telah kita lakukan. Hanya dengan ini kita bisa menunjukan kepada orang lain. Perasaan bangga baru akan bisa timbul kalau kita telah melakukan hal kepada orang lain (terlebih kepada orang yang spesial). Dengan begitu, kita bisa berterima kasih kepada orang itu karena telah berbuat baik kepada kita.
Pertama, Suka.
Yup, perasaan Suka bisa timbul oleh setiap orang kepada orang lainnya. Baik itu sesama jenis maupun lawan jenis. Perasaan ini timbul bisa datang pada saat perjumpaan pertama. Dan inilah yang sering terjadi salah kaprah. Kita sering mendengar istilah “jatuh cinta pada pandangan pertama”, mulai sekarang akan gue kasih tahu bahwa itu, SALAH. Perasaan yang timbul ketika pandangan pertama adalah perasaan suka. Kenapa gue bisa bilang kayak gitu ? karena secara harfiah dengan secara alami. Tapi perasaan itu tidak serta merta datang, biasanya perasaan itu muncul ketika “anda” dapat menangkap sisi keunikan orang lain tersebut. maka perasaan itu akan muncul.
Kedua, Sayang.
“Aku Sayang Kamu”, kalimat ini hanya gue rasakan ketika punya pacar doang. Selebihnya, engga pernah. Padahal, kita bisa Sayang sama siapapun. Tidak hanya terkotakan oleh pacar sendiri (diluar konteks kalau lu punya pacar lebih dari satu, ya). Kesalahan terbesar dari orang-orang yang pacaran adalah terlalu men-Tuhan-kan pasangannya. Sederhananya seperti ini, dalam satu kasus “pacar anda sudah jelas tidak masuk dalam perkuliahan, tapi anda (sebagai pacar) langsung meng-absenkan dia yang tidak masuk. Ketika teman anda mengingatkan karena perbuatan itu tidak baik, maka hal pertama yang anda lakukan adalah membela diri karena tidak ingin pacarnya terlihat malas kuliah”. Artinya, anda akan membela pasangan tanpa melihat lagi mana yang baik/buruk, mana yang benar/ salah. Kalau itu terjadi, maka itu bukan perasaan Sayang, tetapi BODOH. Perasaan Sayang bisa ditunjukan kepada pasangan anda dengan cara kita bisa menempatkan diri pada satu waktu dan kondisi. Artinya, perasaan Sayang adalah suatu hal yang kita lakukan kepada orang lain bukan hanya kepada pasangan kita saja.
Ketiga, Cinta.
Cinta, dengan bermodalkan satu kata itu, banyak orang yang bisa mendapatkan uang untuk hidup. Dari penulis lagu, penulis novel, dan banyaaaaaaaaaaaak lagi. Kalian tahu, mereka hanya bermodalkan “Cinta”. Dengan satu kata itu, mereka memainkan banyak kata-kata untuk bisa mendeskripsikan, apa arti cinta ? Tapi, untuk kali ini, gue engga akan berbicara banyak tentang cinta pada konteks ini. Agar lebih mudah dimengerti, tadi kita sudah membahas tentang Suka, Sayang, dan kini Cinta. Suka itu kita bisa menangkap hal terunik dari orang lain dan dari situ perasaan suka akan muncul. Sayang itu perbuatan yang kita BERIKAN kepada orang lain, bukan hanya kepada satu orang saja (pacar). Kini, Cinta itu perbuatan orang lain yang anda DAPATKAN dari orang lain, baik itu dari teman, sahabat, pacar, pasangan hidup, bahkan dari Tuhan. Dari sanalah anda akan bisa tahu, apa konteks Suka, Sayang, dan Cinta itu yang sebenarnya. Kita tidak akan mengkotakkan ini kepada satu obyek saja tapi kebanyak obyek.
Keempat, Bangga.
Sengaja gue menyimpan ini diakhir criteria dari semua jenis perasaan yang telah dipaparkan. Bangga merupakan suatu aspek terpenting terhadap hal yang telah kita lakukan. Hanya dengan ini kita bisa menunjukan kepada orang lain. Perasaan bangga baru akan bisa timbul kalau kita telah melakukan hal kepada orang lain (terlebih kepada orang yang spesial). Dengan begitu, kita bisa berterima kasih kepada orang itu karena telah berbuat baik kepada kita.
Tag :
OBSET,
KEPASTIAN
By : Harry Ramdhani
Ada hal terunik yang baru gue temuin di kampus. Seperti biasa, tidak terikat waktu dan tempat, OBSET bisa terjadi. Kali ini, gue sempet terpikir oleh sebuah pertanyaan yang sangat mendasar “Sebenernya, kenapa sih cewek itu selalu butuh Kepastian ?”. coba deh, bayangin jijik banget denger orang yang ngomong “heh, buruan tuh tembak, nanti kedualan orang baru tahu rasa” atau “mau dibawa kemana hubungan kita ? aku butuh kepastian”. Memang, ini sedikit terkospirasi oleh pengalaman pribadi gue sendiri sebagai Pakar OBSET
Tapi gue akan meninggalkan itu, bertanya kepada banyak orang dan hasilnya beragam. Dan 80% orang menjawab hanya ala kadarnya, sebatas jawaban untuk mengusir gue pergi agar tidak banyak nanya lagi.
Merasa kurang puas akan semua jawaban, gue dateng kesalah satu temen gue, kita sebut saja dia ‘Si Pulan’. Sambil ngecat secret dia ngejawab, “SALAH”, wuaw gue kaget tiba-tiba dibilang salah aje. “sebenernya yang lebih butuh kepastian itu Cowok, bukannya Cewek. Nih, dimana-mana juga yang nembak itu cowok dan dia pasti butuh jawaban dari si cewek. Berartikan yang butuh kepastian itu Cowok bukan Cewek”.
Tag :
OBSET,
Sosial Urban Fest #2
By : Harry RamdhaniSosialisasi adalah proses ketika individu mendapatkan kebudayaan kelompoknya dan menginternalisasikan (sampai tingkat tertentu) norma-norma sosialnya, sehingga membimbing orang itu untuk memperhitungkan harapan-haraapan orang lain. Penting untuk ditegaskan bahwa sosialisasi tidak pernah “total” dan merupakan proses yang terus berlangsung – bergerak sejak masa kanak-kanak sampai orang tua. Beberapa norma, seperti peraturan-peraturan dasar mengenai makanan dan makan, disampaikan kepada individu sewaktu masih kanak-kanak; beberapa norma lainnya, seperti norma-norma mengenai pacaran, ditangguhkan sampai usia selanjutnya. Beberapa lagi melibatkan pengajaran yang terus-menerus sepanjang kehidupan manusia.
Hal-hal semacam ini yang telah ditanamkan oleh Sang Maestro dalam sebuah dunia kebudaya Indonesia, yaitu Pak Raden. Melalui karya yang paling terkenal adalah Si Unyil. Kini, jarang ada media yang ingin mengekspose kehidupan seoarang laki-laki tua itu. Hasil ciptanya yang telah mendunia telah tenggelam terkubur oleh perkembangan jaman. Tidak hanya itu, karena ciptaannya belum didaftarkan ke MENKUMHAM agar citanya dipatenkan dan tidak sembarang orang bisa menggunakannya.
Sosial Urban Fest (SORBAN) sedang mencoba untuk merangkak agar semua kegitan yang tedapat didalamnya bisa berlangsung rutin. Ketika SORBAN #1 lalu, kami melakukan kegiatan penggalangan dana untuk para penderita penyakit kanker anak di Indonesia pada 30 Maret lalu. Dan, pada saat ini, ketika membaca dari salah satu aktivis Fadjroel (@fadjroel) -> #Gerakan1MiliyarUntukPakRaden, kamipun selaku mahasiswa ingin sekali berpartisipasi didalam kegitan nasional, yang memang bukan aksi Demonstrasi. Tetapi kami selaku mahasiswa tergereak untuk melakukan hal yang sama seperti apa yang telah kami lakukan lalu, yaitu membuat penggalangan dana untuk Pak Raden didalam Sosial Urban Fest #2.
Kami ingin melakukan ini dilingkungan sekitar kampus dan sama sekali tidak menutup kemungkinan untuk orang-orang selain lingkungan kampus untuk ikut berpartisipasi dalam kegitan penggalangan dana tersebut. acaranya yang akan diselenggarakan pada 11 Mei 2012 di Café Merah Putih Universitas Djuanda.
Tag :
Idea Concept Paper,
24 Jam Berbahasa Inggris
By : Harry RamdhaniTantangan di Era Globalisasi saat ini adalah persaingan bebas. Era Globalisasi memberikan kesempatan tanpa batas bagi mereka yang siap bersaing. Dan penguasaan bahasa asing terutama bahasa inggris adalah mutlak di era persaingan global saat ini. Kemajuan teknologi komunikasi dan informasi menuntut seorang profesional di bidang apapun bisa berkomunikasi dalam bahasa inggris.
Namun, meski bahasa Inggris telah diperkenalkan sejak bangku Sekolah Dasar (SD) hingga jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), kebanyakan level penguasaan bahasa Inggris hanya berkisar pada level elementary (dasar) dan intermédiate (menengah). Dengan demikian, efektivitas pola belajar bahasa inggris selama ± 10 tahun masih terasa sangat kurang. Oleh karena itu, kami mengkreasikan sebuah inovasi pembelajaran bahasa inggris melalui podcast, kami menyebutnya “24 Jam Berbahasa Inggris”.
24 Jam Berbahasa Inggris adalah sebuah produk gabungan antara podcast, e-book, serta video untuk membantu seseorang menguasai bahasa inggris dalam tempo 24 jam saja. Tidak hanya sebatas teori yang hanya membuat jenuh, 24 Jam Berbahasa Inggris mengajarkan bahasa inggris dengan cara alami yaitu, mendengarkan, mengucapkan, membaca, dan menulis. Karena itulah, dalam prakteknya anda akan belajar memahami suatu percakapan diucapkan dalam bahasa inggris, berusaha mengulanginya, dan membaca transcript berisi penjelasan lengkap struktur, tata bahasa, dan kata – kata dalam percakapan tadi.
Beberapa keunggulan metode belajar bahasa inggris dengan “24 Jam Berbahasa Inggris” adalah pertama anda tidak perlu menghamburkan uang untuk les bahasa inggris yang tidak memberikan “hasil apa – apa”. Efisiensi dan kesenangan menjadi kekuatan utama produk kami, anda bisa berlatih bahasa inggris dimanapun anda berada. Ketika bersepeda ke kantor, bermain games, atau istirahat makan siang, anda tetap bisa meningkatkan skill bahasa inggris anda.
Dilihat dari prospek bisnis yang ditawarkan, bisnis online atau yang terhubung langsung dengan internet saat ini sangat menjanjikan karena tidak memerlukan biaya besar dan mudah digunakan. Cukup sebuah komputer tersambung Internet, bisnis online ini bisa dijalankan. Disamping membutuhkan perangkat – perangkat penunjang lain, bisnis online adalah bisnis “murah” dengan resiko keuntungan melimpah. Dalam konsep website yang ditawarkan, website 24 Jam Berbahasa Inggris juga bisa mendapatkan pemasukan lain dari situs – situs sponsor seperti Google, diantaranya melalui Google Adsense.
Produk 24 Jam Berbahasa Inggris adalah produk sepanjang masa yang akan dibutuhkan oleh setiap orang yang ingin menguasai bahasa inggris. Penggunaan format Web dalam penjualan produk ini juga memastikan produk ini tidak akan hilang sepanjang internet itu masih ada.
Selain itu, Apabila bisa terus tumbuh dan berkembang, maka Web ini dapat dijual kepada beberapa perusahaan untuk bisa dikembangkan lebih lanjut seperti yang dilakukan oleh pencipta Facebook. Dalam bisnis online kemungkinan mendapat kerugian sangatlah kecil, karena kita hanya menggunakan situs-situs pembuat Web yang sudah ada seperti WordPress, Joomla, Blogspot, atau yang lainnya. Semoga dengan adanya e-Book ini dapat membantu masyarakat kita agar dapat bersaing dengan negara lain dalam Era Globaliasi terutama penguasaan bahasa inggris.
Keywords : Belajar, Bahasa, Inggris, 24 jam belajar bahasa inggris, BAHASA INGGRIS, kamus bahasa inggris, belajar bahasa inggris online, kursus bahasa inggris, cara cepat belajar bahasa inggris, cara belajar bahasa inggris, kursus bahasa inggris online, pelajaran bahasa inggris, bahasa inggris online
Tag :
Idea Concept Paper,
Berbagi Untuk Sesama
By : Harry RamdhaniDitengah riuh-rendah demonstrasi yang dilakukan mahasiswa untuk menyuarakan harga kenaikan BBM, Badan Eksekutif Mahasiswa Ekonomi melakukan kegiatan penggalangan dana untuk para penderita Kanker anak Indonesia pada hari jum’at (30/3) lalu di Kafe Merah Putih Universitas Djuanda, Bogor.
Kegiatan amal yang dilakukan selama sehari penuh ini diusung oleh para anggota BEM-FE. Berbanding jauh dari yang dilakukan kebanyakan oleh mahasiswa yang pada saat itu. “Saya sangat mengapresiasikan kegiatan ini, ternyata masih banyak yang harus dibenahi di Negeri ini, salah satunya dari bidang kesehatan”, ucap Dekan Fakultas Ekonomi saat membuka acara Social Urban Fest #1.
Dalam Social Urban Fest #1 ini terdapat pagelaran music akustik dan Stand Up Comedy yang dibalut dengan sempurna menjadi acara penggalangan dana. “sudah lama kampus ini tidak mengadakan acara seperti ini, acara positif bagi seluruh kalangan masyarakat Universitas”, cetus Nurlaeli sebagai Ketua BEM- FE ketika diwawancarai. Tidak hanya acara music yang menjadi sumber pemasukan untuk penggalanagan dana ini, tapi ada lukisan yang dibuat sengaja oleh para calon pelukis cilik dari TK Amaliah. “Ini merupakan kali pertamanya mahasiswa mengadakan kegitan melibatkan anak-anak TK, tidak melulu anak SMU saja yang menjadi sasaran. Acara ini harus terus berlanjut, atau menjadi agenda tahunan kampus ini” kata Deska Alvriani selaku Ketua Pelaksana.
Acara tersebut dibagi menjadi dua Season, yaitu Day Season dan Moon Season. Day Season ditunjukan untuk para penikmat musikustik, dan Moon Season ditujukan untuk para pecinta Stand Up Comedy.
Semua tumpah ruah menjadi satu di Kafe Merah Putih, tidak ada lagi jarak antara dimana pejabat kampus maupun mahasiswa. “Pokoknya harus ada lanjutan dari Social Urban Fest yang kedua” tambah Ipung seorang Comic, sebutan para comedian stand up yang sempat mengisi acara malam. Ternyata penonton sampai membludak ketika malam hari. Kafe Merah Putih disesaki oleh pengunjung yang haus akan alternative hiburan. Tempat duduk sudah penuh sampai panitia harus menyediakan karpet untuk para pengunjung bisa menikmati acara tersebut.
Ditengah-tengah acara, ada musisi jalanan juga yang ingin ikut menyumbangkankan suaranya dalam acara ini yaitu, Oncom Hideung. Coim, yang merupakan vocalist dari Oncom Hideung-pun merasa bangga bisa ikut menjadi bagian ini, “gue sangat bangga bisa diundang dalam acara ini, karena Unida merupakan rumah ketiga gue. terima kasih untuk panitia yang telah menyelenggarakan acara ini”. Semua hasil donasi akan diserahkan sepenuhnya untuk Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia, Community for Children with Cancer (YPKAI_C3), “semoga hasil yang tidak begitu banyak ini bisa membantu mereka disana, Indonesia the Land of Free, The Land of Hope and Dreams” kata Vienza yang saat itu menjadi MC.
Tag :
Sosial Urban Fest,
Mencipatakan Budaya Malu
By : Harry RamdhaniBudaya Malu bukanlah berarti kita malu untuk belajar ditempat yang serba kurang fasilitas, bukan berarti malu untuk berbagai terhadap sesama. Bukan itu. Tetapi bangsa ini membutuhkan Budaya Malu sebagai tempat untuk merenungkan sejumlah kegiatan yang telah atau akan kita lakukan. Seperti pada dasarnya, manusia tidak hanya ‘terbit’ dimana hanya ada semangat dan gairah akan tetapi manusia masih butuh ‘senja’, yaitu waktu dimana manusia untuk merenung.
Tidak hanya itu, Budaya Malu juga merupakan salah satu identitas bagi umat muslim, karena malu merupakan sebagian dari iman. Dari ‘Abdullah bin Mas’ud, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Malulah kalian kepada Allah dengan sebenar-benar malu”. Kami berkata, “Wahai Nabi Allah, sesungguhnya kami malu, Alhamdulillah (segala puji bagi Allah)”. Rasulullah SAW bersabda, “Bukan begitu, tetapi malu kepada Allah dengan sebenar-benar malu itu ialah kamu menjaga kepala dan apa yang ada di dalamnya, kamu menjaga perut dengan segala isinya, dan hendaklah kamu mengingat mati dan kehancuran. Barangsiapa menghendaki akhirat dengan meninggalkan kemewahan dunia, orang yang berbuat demikian, maka ia telah malu yakni kepada Allah dengan sebenar-benar malu”. [HR Tirmidzi juz 4, hal. 53, no. 2575].
Salah satu penyebab sulitnya bangsa ini untuk maju adalah karena rakyatnya sendiri kurang dan atau tidak memiliki Budaya Malu. Apa lagi kita, sebagai Mahasiswa, yang (dahulu) sering dibilang “Agent of Change”. Tetapi kini, dimana peran Mahasiswa ? pergerakan mahasiswa memang ada, dengan bukti Demo besar-besaran terjadi hampir diseluruh Indonesia. Dan itu dilakukan oleh siapa ? Mahasiswa. Pergerakan itu sama sekali kurang disokong oleh tindakan yang solutif untuk bisa memecahkan masalah itu sendiri.
Paling tidak ada 3 hal Budaya Malu yang dibutuhkan oleh Mahasiswa pada saat ini. Sebagai Mahasiswa memiliki rasa malu untuk kearah yang lebih baik.tidak memiliki Budaya Malu bisa saja dikatakan tidak bisa lagi membedakan antara yang baik maupun yang buruk.
1. Pendidikan.
• Ayat Al-Qur’an yang pertama diturunkan oleh Allah SWT adalah Iqra. Dapat diartikan menurut bahasa adalah Bacalah. Sebagai mahasiswa, pastinya kewajiban pokoknya merupakan belajar. Malu sebagai mahasiswa yang hanya ‘nongkrong’ membuang-buang waktu yang telah diberikan Allah SWT kepada kita. Karena itu sama saja tidak menjalankan perintah-Nya. Oleh sebab itu, malu kewajiban kita sebagai mahasiswa adalah belajar. Cara yang paling tepat untuk belajar adalah dengan mencintai belajar. Maksud dari mencintai belajar adalah kita sebagai mahasiswa yang mendapat pendidikan lebih dari pada orang lain harus bisa kita bagikan kembali kepada orang lain yang kurang dapat pendidikan yang layak dari pada kita. Oleh sebab itu, pepatah lama menyebutkan “makin berisi makin merunduk”. Semakin tinggi pendidikan yang kita capai maka semakin tinggi pula tanggung jawab kita terhadap pendidikan tersebut.
2. Pengabdian.
• Seperti yang telah dibahas diatas tentang pendidikan, kesalahan terbesar kedua bangsa ini adalah beranggapan, mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tugas guru. Salah. Mencerdaskan kehidupana bangsa adalah tugas kita yang memiliki pendidikan. Malu sebagai mahasiswa tidak bisa mengabdikan sedikit hidupnya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa ini. Sebagai contoh, Ki Hajar Dewantara merupakan orang yang tidak mendapat pendidikan yang lebih kala itu, tetapi melalui pengabdiannya terhadap bangsa ini, dia mendirikan sekolah rakyat pertama di Indonesia dimana saat itu sekolah hanya untuk orang-orang ningrat. Ilmu pendidikan adalah sebuah ‘amanat’, sesuatu yang harus disampaikan kembali. Allah SWT berfirman, Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada orang lain.
3. Berani Mengubah.
• Pentingnya strategi ecodevelopment, yang intinya mengatakan bahwa masyarakat dan ekosistem di suatu daerah harus berkembang bersama-sama menuju produktivitas dan pemenuhan kebutuhan yang lebih tinggi; namun yang paling utama adalah, strategi pembangunan ini harus berkelanjutan baik dari sisi ekologi maupun sosial. Malu sebagai mahasiswa hanya bisa menuntut perubahan dibanding menciptakan perubahan.
• Selama masih banyak orang yang berpikir Pemimpin adalah jabatan, maka Indonesia akan susah untuk maju. Bisa, tapi susah. Menjadi pemimpin tidak perlu menunggu jabatan. Yang jadi pemimpin bukanlah mereka yang punya pangkat atau predikat. Menjadi pemimpin adalah pilihan. Siapapun bisa menjadi pemimpin untuk lingkungannya, siapapun bisa menjadi pemimpin untuk negaranya. Indonesia butuh lebih banyak orang yang sadar bahwa menjadi pemimpin adalah pilihan. Indonesia butuh lebih banyak orang yang mau menjadi pemimpin. Karena pemimpin adalah orang visioner yang mau berjuang untuk yang lain. Pemimpin adalah orang yang mau mengambil inisiatif. Apabila masyarakat Indonesia banyak yang menjadi pemimpin maka tidak ada lagi kejadian orang orang menunjuk keatas meminta perubahan. Tidak ada lagi kejadian anak muda menunggu “pemimpinnya” untuk memerintahkan sesuatu. Apabila masyarakat Indonesia banyak yang menjadi pemimpin maka banyak yang akan ambil inisiatif untuk Indonesia.
Sebagai penutup, Islam sama sekali tidak pernah mengajarkan kita untuk melakukan sesuatu berdasarkan ‘apa yang kita mau’, karena Nabi Muhammad SAW bersabda: Apabila kamu sudah tidak punya malu, maka berbuatlah sekehendakmu. Dan ini berarti, manusia membutuhkan Budaya Malu untuk melakukan apa yang mereka bisa, bukan apa yang mereka mau.
Tidak hanya itu, Budaya Malu juga merupakan salah satu identitas bagi umat muslim, karena malu merupakan sebagian dari iman. Dari ‘Abdullah bin Mas’ud, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Malulah kalian kepada Allah dengan sebenar-benar malu”. Kami berkata, “Wahai Nabi Allah, sesungguhnya kami malu, Alhamdulillah (segala puji bagi Allah)”. Rasulullah SAW bersabda, “Bukan begitu, tetapi malu kepada Allah dengan sebenar-benar malu itu ialah kamu menjaga kepala dan apa yang ada di dalamnya, kamu menjaga perut dengan segala isinya, dan hendaklah kamu mengingat mati dan kehancuran. Barangsiapa menghendaki akhirat dengan meninggalkan kemewahan dunia, orang yang berbuat demikian, maka ia telah malu yakni kepada Allah dengan sebenar-benar malu”. [HR Tirmidzi juz 4, hal. 53, no. 2575].
Salah satu penyebab sulitnya bangsa ini untuk maju adalah karena rakyatnya sendiri kurang dan atau tidak memiliki Budaya Malu. Apa lagi kita, sebagai Mahasiswa, yang (dahulu) sering dibilang “Agent of Change”. Tetapi kini, dimana peran Mahasiswa ? pergerakan mahasiswa memang ada, dengan bukti Demo besar-besaran terjadi hampir diseluruh Indonesia. Dan itu dilakukan oleh siapa ? Mahasiswa. Pergerakan itu sama sekali kurang disokong oleh tindakan yang solutif untuk bisa memecahkan masalah itu sendiri.
Paling tidak ada 3 hal Budaya Malu yang dibutuhkan oleh Mahasiswa pada saat ini. Sebagai Mahasiswa memiliki rasa malu untuk kearah yang lebih baik.tidak memiliki Budaya Malu bisa saja dikatakan tidak bisa lagi membedakan antara yang baik maupun yang buruk.
1. Pendidikan.
• Ayat Al-Qur’an yang pertama diturunkan oleh Allah SWT adalah Iqra. Dapat diartikan menurut bahasa adalah Bacalah. Sebagai mahasiswa, pastinya kewajiban pokoknya merupakan belajar. Malu sebagai mahasiswa yang hanya ‘nongkrong’ membuang-buang waktu yang telah diberikan Allah SWT kepada kita. Karena itu sama saja tidak menjalankan perintah-Nya. Oleh sebab itu, malu kewajiban kita sebagai mahasiswa adalah belajar. Cara yang paling tepat untuk belajar adalah dengan mencintai belajar. Maksud dari mencintai belajar adalah kita sebagai mahasiswa yang mendapat pendidikan lebih dari pada orang lain harus bisa kita bagikan kembali kepada orang lain yang kurang dapat pendidikan yang layak dari pada kita. Oleh sebab itu, pepatah lama menyebutkan “makin berisi makin merunduk”. Semakin tinggi pendidikan yang kita capai maka semakin tinggi pula tanggung jawab kita terhadap pendidikan tersebut.
2. Pengabdian.
• Seperti yang telah dibahas diatas tentang pendidikan, kesalahan terbesar kedua bangsa ini adalah beranggapan, mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tugas guru. Salah. Mencerdaskan kehidupana bangsa adalah tugas kita yang memiliki pendidikan. Malu sebagai mahasiswa tidak bisa mengabdikan sedikit hidupnya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa ini. Sebagai contoh, Ki Hajar Dewantara merupakan orang yang tidak mendapat pendidikan yang lebih kala itu, tetapi melalui pengabdiannya terhadap bangsa ini, dia mendirikan sekolah rakyat pertama di Indonesia dimana saat itu sekolah hanya untuk orang-orang ningrat. Ilmu pendidikan adalah sebuah ‘amanat’, sesuatu yang harus disampaikan kembali. Allah SWT berfirman, Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada orang lain.
3. Berani Mengubah.
• Pentingnya strategi ecodevelopment, yang intinya mengatakan bahwa masyarakat dan ekosistem di suatu daerah harus berkembang bersama-sama menuju produktivitas dan pemenuhan kebutuhan yang lebih tinggi; namun yang paling utama adalah, strategi pembangunan ini harus berkelanjutan baik dari sisi ekologi maupun sosial. Malu sebagai mahasiswa hanya bisa menuntut perubahan dibanding menciptakan perubahan.
• Selama masih banyak orang yang berpikir Pemimpin adalah jabatan, maka Indonesia akan susah untuk maju. Bisa, tapi susah. Menjadi pemimpin tidak perlu menunggu jabatan. Yang jadi pemimpin bukanlah mereka yang punya pangkat atau predikat. Menjadi pemimpin adalah pilihan. Siapapun bisa menjadi pemimpin untuk lingkungannya, siapapun bisa menjadi pemimpin untuk negaranya. Indonesia butuh lebih banyak orang yang sadar bahwa menjadi pemimpin adalah pilihan. Indonesia butuh lebih banyak orang yang mau menjadi pemimpin. Karena pemimpin adalah orang visioner yang mau berjuang untuk yang lain. Pemimpin adalah orang yang mau mengambil inisiatif. Apabila masyarakat Indonesia banyak yang menjadi pemimpin maka tidak ada lagi kejadian orang orang menunjuk keatas meminta perubahan. Tidak ada lagi kejadian anak muda menunggu “pemimpinnya” untuk memerintahkan sesuatu. Apabila masyarakat Indonesia banyak yang menjadi pemimpin maka banyak yang akan ambil inisiatif untuk Indonesia.
Sebagai penutup, Islam sama sekali tidak pernah mengajarkan kita untuk melakukan sesuatu berdasarkan ‘apa yang kita mau’, karena Nabi Muhammad SAW bersabda: Apabila kamu sudah tidak punya malu, maka berbuatlah sekehendakmu. Dan ini berarti, manusia membutuhkan Budaya Malu untuk melakukan apa yang mereka bisa, bukan apa yang mereka mau.
Tag :
ada yang salah,
Terima Kasih Jongjoth
By : Harry RamdhaniPray For Tyo (Part III)
Tyo, kini perjuanganmu harus berhenti disini. Tapi percayalah, segala yang telah kau lakukan pasti akan terus diperjuangkan oleh sahabatmu . .
Jujur, gue sama sekali tidak tau tentang peristiwa yang menimpa Tyo bisa sampai dirawat di rumah sakit. Soalnya yang gue tangkap ketika sedikit nguping obrolan ibu2 adalah bapaknya yang dirawat. Tapi ketika hari sabtu, bokap gue kondangan di Pemda dengan tetanggal yang lain dan pulangnya langsung jenguk ke rumah sakit PMI.
Dari situlah gue baru sadar bahwa Tyo yang sakit, dan lebih buruknya kabar terakhir yang didapat adalah dia koma.
Gue engga tahu harus berbuat apa dalam hal semacam ini, hanya doa yang bisa gue kirimkan untuk Tyo. Mulai saat itu, do ague tak berhenti untuk Tyo, semoga dia bisa lekas sembuh dan kembali melanjutkan aktifitas seperti sedia kala.
Katanya, sudah ada 2 selang yang masuk kedalam tubuhnya. Satu untuk infuse dan yang satunya untuk cuci darah. Gue engga ngerti sama sekali tentang istilah kedokteran. Mungkin intinya seperti itu dan gue pun bisa membayangkan bagaimana rasa sakit itu.
Hari minggunya (12/2), temen2 gue sudah ingin berangkat untuk jenguk Tyo. Seketika ingin berangkat, ada sms masuk bahwa Tyo telah meninggal. Gue tidak percaya akan kabar itu, shock, bingung, sedih, semua bercampur jadi satu. Akhirnya anak2 memutuskan untuk langsung pergi ke rumahnya, setidaknya masih ingin bantu2 disana.
Adzan ashar berkumandang kedatangan jasad Tyo dari PMI dengan menggunakan Ambulans, suasana langsung berubah menjadi sangat sedih. Air mata dimana2 sejauh mata memandang. Tangisan dari sahabat untuk sahabat yang telah memberikan banyak senyum dan galak tawanya.
Kakaknya, Tomo, tidak kuat menahan tangis. Dia duduk disebelah mayat Tyo yang ditutup kain putih, berbicara pada Tyo tentang segala unek2nya. Devi-pun semakin tidak bisa menahan tangisnya. Inilah saat dimana kita kehilangan orang yang kita sayang. Gue turut masuk kedalam, rasanya tidak kuat bertahan lama2. Badan gue bergetar, menahan agar tidak menangis didepan keluarga yang ditinggalkan. Karena ini bisa membuat suasana semakin haru.
Gue melihat sekeliling ruang tamu, berjajar photo Tomo, Devi dan Tyo. Sungguh mengaharukan. Gue melihat photo Tyo, mungkin ini yang terakhir kalinya gue bisa melihat wajahnya yang jenaka. Wajahnya yang periang. Wajahnya yang terus selalu ingin tersenyum kepada orang lain. Para tamu datang berduyun untuk melayat (alm)Tyo. Air mata semakin tidak terbendung dan gue lebih baik memilih keluar untuk menenangkan. Dalam hati gue berkata,” maafin gue, Tyo. Tidak banyak yang bisa gue lakuin ketika lu masih disana. Terima kasih atas segala yang telah lu lakuin buat gue dan teman2 yang lain. God bless you”
Tgmwpmef[gwpf[pkngmp,plokeg[poe[f
Mungkin teman2 lu bisa meneruskan tulisan ini, tapi hal terpenting yang Tyo ajarkan adalah dia pernah update status di facebook-nya seperti ini “kita tau apa yg kita mau tapi Allah lebih tau apa yg kita butuhkan joo”. kau benar sobat, kematianmu tepat seperti kematian sang Ratu Pop Whitney Houston dan satu kalimat terakhir dari gue, we will always love you.
Damara Adiansyih : Tyo semoga tenang ya disana dan diterima disisi اَللّÙ‡ُ amin o:) tadi kita terakhir ketemu ya yo cuma tyo nya diem aja ga bangun bangun :( selamat jalan tyo :)
Wara Dessy Amita Surie : Deeeeee selamat jalan semoga dapet tempat yang terbaik di sisi Allah, yang tenang yah disana :) amin amin yarabbal alamin
Rafika Rizky : tyo semoga di terima di sisi ALLAH:-(
Irmayanti Puspitasari : selamat jalan yo, semoga tenang dialam yg baru :'''')
Lekaa Faresa Trianto : Selamat jalan..tenang ya ka disana :')
Respati Dwi Fajriani : 2bln lg kita semua lulus yo, knp cepet bgt lu perginya? tp semoga tenang yah disana amin amin :)
Sheilena Hidayat : inalillahi ya ampun ka tyo, yang tenang ya.
Ari Sobarudin : selamat jalan kawaan, you allways in my heart T_T
Nida Zafarina Azahra : Selamaaat jalan tyooo (˘ÊƒÆª˘) Semoga amal ibadah nya diterima di sisi Allah SWT O:) keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan aminyaRabbal alamiiiiiin (⌣_⌣)
Moehammad Fachrul Rozi Komaroedin : inallilahi wainalilahi rojiun, semoga amal ibadah mu di terima disisi NYA, amin. RIP Rayhan Jongjoth Prasetyo
Wira El Nino : selamat jalan teman, semoga kau tenang semua canda tawa bayangmu takkan pernah hilang.
Aji Pamungkas : selamat jalan kawan Rayhan Jongjoth Prasetyo , semoga lu berada di sisi - NYA amiin ....
Rubbi Hirsa : selamat jalan yoo(prasetyo) , semoga di terima di sisi Allah s.w.t . Amal ibadahnya bisa di terima . ga akan lupaaa yo sama kenangan kenangan dulu sama lu :)
Khalisha Vania Junaedi : Selamat jalan tyo. Semoga ini yang terbaik dari Allah. Semoga amal ibadah lo selama hidup bisa diterima di sisi Allah SWT dan bisa diberikan tempat yang baik di sana. Aamiin :)
Maigita Adhari : tiyo selamat jalan, semoga diberi kan jalan dan ditempatkan yg paling baik disisi Allah ..amiiin ya robbal alamin
Meily Puspita : kak selamat jalan, smga amal ibadah kaka diterima sm Allah SWT yg tenang kak disana :)o:)
Anissa Putri Ayuningtyas R : Selamat jalan kawan. Semoga ini yang terbaik dari Allah. Semoga amal ibadah lu selama hidup bisa diterima di sisi Allah SWT dan bisa diberikan tempat yang baik di sana. Aaamiiin ya Robb o:)
Meidy Arashi : Selamat tinggal teman terbaikku, mudah mudahan engkau di terima di sisi tuhan yang maha esa :-). Good bye prasetyo
Dian Mayasari Simbolon : Selamat jalan teman semoga diterima di sisiNya :) amin
Haris Zamaludin : Selamat jalan sahabat. Ini memang yang terbaik buat lu yo... Sampai bertemu lagi di kehidupan yang lain...
Agristine Nugraheni : Tio semoga lu tenang ϑί sana yaa .. Jgan lupain kita semua .. Kita sayaaang §Ä…♍Ã¥ lu .. Kita masuk bareng2 , seharusnya keluar pun bareng juga cuman karna lu udh dipanggil yang maha kuasa .. Gua cuman bisa bilang .. Semoga lu tenang disana آمِّينَ.
Iindah 'anty' Megica : Harusnya kita masuk bareng-bareng dan keluar bareng sobat :'(tp mungkin ini yang terbaik dari Allah untuk tyo yg telah mendahului kita :"( selamat jalan tyo semoga damai disana lantunan doa slalu terucap untuk tyo
Sistha Revitasari : innalillahi wainnalillahi rojiun telah meninggal Rayhan Jongjoth Prasetyo . Semoga amal-amalnya diterima Allah SWT dan diampuni dosa-dosanya. amiiin. Selamat jalan, teman...
Galih 'Milkxie' Susanto : Selamat jalan yah tyo :(
Febriantika Gultom : selamat jalan teman, doa kita menyertaimu :')
Maminul Khasanah : Selamat jalan sobat ku Rayhan Jongjoth Prasetyo. doaku selalu menyertaimu kawan.
Nita Fatimah : Temen2 maafin semua kesalahan tio yahh, dan maaf tio nta n adt gabisa datang hari ini,kita cuma bisa doain dari jauh :'((( (⌣́_⌣̀)
Tyo, kini perjuanganmu harus berhenti disini. Tapi percayalah, segala yang telah kau lakukan pasti akan terus diperjuangkan oleh sahabatmu . .
Jujur, gue sama sekali tidak tau tentang peristiwa yang menimpa Tyo bisa sampai dirawat di rumah sakit. Soalnya yang gue tangkap ketika sedikit nguping obrolan ibu2 adalah bapaknya yang dirawat. Tapi ketika hari sabtu, bokap gue kondangan di Pemda dengan tetanggal yang lain dan pulangnya langsung jenguk ke rumah sakit PMI.
Dari situlah gue baru sadar bahwa Tyo yang sakit, dan lebih buruknya kabar terakhir yang didapat adalah dia koma.
Gue engga tahu harus berbuat apa dalam hal semacam ini, hanya doa yang bisa gue kirimkan untuk Tyo. Mulai saat itu, do ague tak berhenti untuk Tyo, semoga dia bisa lekas sembuh dan kembali melanjutkan aktifitas seperti sedia kala.
Katanya, sudah ada 2 selang yang masuk kedalam tubuhnya. Satu untuk infuse dan yang satunya untuk cuci darah. Gue engga ngerti sama sekali tentang istilah kedokteran. Mungkin intinya seperti itu dan gue pun bisa membayangkan bagaimana rasa sakit itu.
Hari minggunya (12/2), temen2 gue sudah ingin berangkat untuk jenguk Tyo. Seketika ingin berangkat, ada sms masuk bahwa Tyo telah meninggal. Gue tidak percaya akan kabar itu, shock, bingung, sedih, semua bercampur jadi satu. Akhirnya anak2 memutuskan untuk langsung pergi ke rumahnya, setidaknya masih ingin bantu2 disana.
Adzan ashar berkumandang kedatangan jasad Tyo dari PMI dengan menggunakan Ambulans, suasana langsung berubah menjadi sangat sedih. Air mata dimana2 sejauh mata memandang. Tangisan dari sahabat untuk sahabat yang telah memberikan banyak senyum dan galak tawanya.
Kakaknya, Tomo, tidak kuat menahan tangis. Dia duduk disebelah mayat Tyo yang ditutup kain putih, berbicara pada Tyo tentang segala unek2nya. Devi-pun semakin tidak bisa menahan tangisnya. Inilah saat dimana kita kehilangan orang yang kita sayang. Gue turut masuk kedalam, rasanya tidak kuat bertahan lama2. Badan gue bergetar, menahan agar tidak menangis didepan keluarga yang ditinggalkan. Karena ini bisa membuat suasana semakin haru.
Gue melihat sekeliling ruang tamu, berjajar photo Tomo, Devi dan Tyo. Sungguh mengaharukan. Gue melihat photo Tyo, mungkin ini yang terakhir kalinya gue bisa melihat wajahnya yang jenaka. Wajahnya yang periang. Wajahnya yang terus selalu ingin tersenyum kepada orang lain. Para tamu datang berduyun untuk melayat (alm)Tyo. Air mata semakin tidak terbendung dan gue lebih baik memilih keluar untuk menenangkan. Dalam hati gue berkata,” maafin gue, Tyo. Tidak banyak yang bisa gue lakuin ketika lu masih disana. Terima kasih atas segala yang telah lu lakuin buat gue dan teman2 yang lain. God bless you”
Tgmwpmef[gwpf[pkngmp,plokeg[poe[f
Mungkin teman2 lu bisa meneruskan tulisan ini, tapi hal terpenting yang Tyo ajarkan adalah dia pernah update status di facebook-nya seperti ini “kita tau apa yg kita mau tapi Allah lebih tau apa yg kita butuhkan joo”. kau benar sobat, kematianmu tepat seperti kematian sang Ratu Pop Whitney Houston dan satu kalimat terakhir dari gue, we will always love you.
Damara Adiansyih : Tyo semoga tenang ya disana dan diterima disisi اَللّÙ‡ُ amin o:) tadi kita terakhir ketemu ya yo cuma tyo nya diem aja ga bangun bangun :( selamat jalan tyo :)
Wara Dessy Amita Surie : Deeeeee selamat jalan semoga dapet tempat yang terbaik di sisi Allah, yang tenang yah disana :) amin amin yarabbal alamin
Rafika Rizky : tyo semoga di terima di sisi ALLAH:-(
Irmayanti Puspitasari : selamat jalan yo, semoga tenang dialam yg baru :'''')
Lekaa Faresa Trianto : Selamat jalan..tenang ya ka disana :')
Respati Dwi Fajriani : 2bln lg kita semua lulus yo, knp cepet bgt lu perginya? tp semoga tenang yah disana amin amin :)
Sheilena Hidayat : inalillahi ya ampun ka tyo, yang tenang ya.
Ari Sobarudin : selamat jalan kawaan, you allways in my heart T_T
Nida Zafarina Azahra : Selamaaat jalan tyooo (˘ÊƒÆª˘) Semoga amal ibadah nya diterima di sisi Allah SWT O:) keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan aminyaRabbal alamiiiiiin (⌣_⌣)
Moehammad Fachrul Rozi Komaroedin : inallilahi wainalilahi rojiun, semoga amal ibadah mu di terima disisi NYA, amin. RIP Rayhan Jongjoth Prasetyo
Wira El Nino : selamat jalan teman, semoga kau tenang semua canda tawa bayangmu takkan pernah hilang.
Aji Pamungkas : selamat jalan kawan Rayhan Jongjoth Prasetyo , semoga lu berada di sisi - NYA amiin ....
Rubbi Hirsa : selamat jalan yoo(prasetyo) , semoga di terima di sisi Allah s.w.t . Amal ibadahnya bisa di terima . ga akan lupaaa yo sama kenangan kenangan dulu sama lu :)
Khalisha Vania Junaedi : Selamat jalan tyo. Semoga ini yang terbaik dari Allah. Semoga amal ibadah lo selama hidup bisa diterima di sisi Allah SWT dan bisa diberikan tempat yang baik di sana. Aamiin :)
Maigita Adhari : tiyo selamat jalan, semoga diberi kan jalan dan ditempatkan yg paling baik disisi Allah ..amiiin ya robbal alamin
Meily Puspita : kak selamat jalan, smga amal ibadah kaka diterima sm Allah SWT yg tenang kak disana :)o:)
Anissa Putri Ayuningtyas R : Selamat jalan kawan. Semoga ini yang terbaik dari Allah. Semoga amal ibadah lu selama hidup bisa diterima di sisi Allah SWT dan bisa diberikan tempat yang baik di sana. Aaamiiin ya Robb o:)
Meidy Arashi : Selamat tinggal teman terbaikku, mudah mudahan engkau di terima di sisi tuhan yang maha esa :-). Good bye prasetyo
Dian Mayasari Simbolon : Selamat jalan teman semoga diterima di sisiNya :) amin
Haris Zamaludin : Selamat jalan sahabat. Ini memang yang terbaik buat lu yo... Sampai bertemu lagi di kehidupan yang lain...
Agristine Nugraheni : Tio semoga lu tenang ϑί sana yaa .. Jgan lupain kita semua .. Kita sayaaang §Ä…♍Ã¥ lu .. Kita masuk bareng2 , seharusnya keluar pun bareng juga cuman karna lu udh dipanggil yang maha kuasa .. Gua cuman bisa bilang .. Semoga lu tenang disana آمِّينَ.
Iindah 'anty' Megica : Harusnya kita masuk bareng-bareng dan keluar bareng sobat :'(tp mungkin ini yang terbaik dari Allah untuk tyo yg telah mendahului kita :"( selamat jalan tyo semoga damai disana lantunan doa slalu terucap untuk tyo
Sistha Revitasari : innalillahi wainnalillahi rojiun telah meninggal Rayhan Jongjoth Prasetyo . Semoga amal-amalnya diterima Allah SWT dan diampuni dosa-dosanya. amiiin. Selamat jalan, teman...
Galih 'Milkxie' Susanto : Selamat jalan yah tyo :(
Febriantika Gultom : selamat jalan teman, doa kita menyertaimu :')
Maminul Khasanah : Selamat jalan sobat ku Rayhan Jongjoth Prasetyo. doaku selalu menyertaimu kawan.
Nita Fatimah : Temen2 maafin semua kesalahan tio yahh, dan maaf tio nta n adt gabisa datang hari ini,kita cuma bisa doain dari jauh :'((( (⌣́_⌣̀)
Tag :
pray for Tyo,








