The Pop's

Ada yang Salah Part 1

By : Harry Ramdhani
Eumm, mau mulai dari mana yaa nulisnya . .
Mungkin kalau lu tau sedikit tentang lagu-lagunya Pandji, di salah satu album itu ada lagu yang judulnya “Ada Yang Salah” . .
Yups, mungkin ada yang salah disini. Tapi bukan mau gue untuk menyalahkan sesuatu tentang hal apapun, karena setiap orang memiliki cara pandang yang berbeda terhadap suatu objek. Dan dilagu itu (Ada yang Salah) nyeritain tentang sudut pandang orang yang sedikit keliru. Bukannya salah.
Tapi gue engga akan berlama-lama tentang lagu “Ada Yang Salah”nya-Pandji. Lu semua bisa beli album ato download lagu-lagunya dan nilailah sendiri . .
Mungkin sekarang saatnya ngasih tau alasan gue tentang potongan rambut yang begini . .
Keliatan kayak orang stress, memang gue akui itu koo . .
Dari potongan rambut yang begini, daya imajinasi orang mendadak langsung tinggi, yaa inilah, yaa itulah, yaa beginilah, yaa begitulah. Banyak banget, sampe bingung mau ngejabarinnya . .
Jadi, pada awalnya gue penat akan kehidupan politik di negeri ini. Bayangin aja, setiap hari lu dijijilin berita-berita politik yang begitu semerawut. Mungkin, maksud media itu baik, masyarakat disuguhkan acara seperti itu agar menyadarkan rakyat akan kebusukan kepemerintahan sekarang. Dan itulah yang bikin gue engga ngerti, terus lu (media massa) mau apa kalau tau pemerintah sekarang itu bobrok . . ?? pengen ngadu domba antara rakyat sama pemerintah . . ?? nih gue kasih tau, didalam dunia politik itu “kawan bisa jadi lawan dan lawan bisa jadi kawan, yang abadi didalam politik hanyalah kepentingan”. Garis bawahin kalau perlu “YANG ABADI DIDALAM POLITIK HANYALAH KEPENTINGAN” engga ada lagi yang lain . .
Aduh, kepanjangan euy latar belakangnya buat cerita yang engga penting gini . .
Akhirnya gue nemuin satu solusi untuk segala kepenatan itu, dan maksud dari penat itu udaa mulai apatis dengan kegiatan perpolotikan negeri ini. Akhirnya gue botakin aja rambut setengah doang. Jadi setengan panjang (gondrong) dan setengah lagi botak. Ini juga dapet sedikit inspirasi dari salah seorang following gue yang namanya @wira_panda . lu bisa follow dia juga koo. Dia ngelakuin dengan membagi dua belah mukanya jadi setengah panda setengah muka sendiri. Kereen menurut gue.
Senang rasanya nemuin sebuah solusi dari masalah, dan yang terberatnya adalah bagaimana kita mebuat mentalitas untuk merealisasikan suatu ide menjadi suatu tingkah nyata . . ?? tiap hari nanya keorang-orang “ehh, kiranya rambut setengah gitu masih bisa diiket engga sih . . ??” atau “kalau dibotakin, mendingan yang kiri apa yang kanan yaa . . ??”. semakin gue banyak nanya, maka semakin pusing gue dengan segala jawaban yang udaa engga rasional lagi . .
Hampir 3 minggu gue berpikir keras, dan tertanggal 30 November 2011, akhirnya gue brangkat kesalon yang ada dideket rumah. Kedatang pertama sunggu mendebarkan, karena jujur saat kenaikan kelas 3 SMP merupakan hari terakhir gue berhubungan lagi dengan tukang potong rambut. Bayangin, berapa taun gue engga pernah ke tukang cukur rambut . . ?? hampir 5 taun , ngem.
Baru sampe depan salon, nyali gue mendadak ilang sekejap. Balik lagi dah gue ke rumah karena parno akan Barber Shop.
Minum segelas air mineral, nyali terkumpul lagi buat motong rambut. Dan yaa , benar sekali, gue dipotong juga. Dengan segala kalimat hafalan yang udaa gue pelajarin dirumah tentang cara ngomong mau potong rambut. Udaa lupa, ngem, 5 taun engga ketukang cukur . .
Pemotongan selesai dan taraa, rambut sebelah gue botak dan sebelah lagi gondrong . .
Mulai saat itulah imajinasi orang seakan meningkat, ada yang ngomong gini : *gue akan menyamarkan nama orang-orang dengan nama si pulan, semuanya*
Si pulan : potongan rambut apa sih, udaa kayak anak punk yang tinggal dijalan aja . .
*dalam hati* : emang kenapa dengan anak punk . . ?? mereka itu baik cuma kebawa pergaulan aja jadi begitu, dari pada koruptor tuuh, baju keren, mobil mewah, potongan rambut rapih,tapi kelakuan bejat .
Si pulan : idiih, lagi stress yaa engga punya pacar . . ?? nge’galau mulu sih . .
*dalam hati* : hahh, sepenting itukah punya pacar. Gue sama sekali engga peduli akan hal remeh temeh kayak gitu, kalau emang gue udaa dikacangin mah yaa udaah mau gimana lagi. Pacaran bukanlah hal yang urgent bagi gue. Ngerti . .
Si pulan : keren.keren, kayak anak IKJ banget sih lu. Mantap . .
*dalam hati* : gue yakin, buat orang yang ngomong gitu pasti belum pernah ke IKJ. Kalau mau ngomong liat dulu geura, waktu gue main ke IKJ semua mahasiswa biasa aja ahh. Sama kayak yang lain. Lu aja yang lebaii . .
Si pulan : orang gila, orang gila, orang gila . .
*dalam hati* : ini lagi, lu pernah ketemu orang gila . . ?? seperti apakah mereka . . ?? orang gila itu engga pernah mau bertindak apa-apa, segala yang dilakuin cuma buat sendiri. Engga pernah sekalipun mikir buat orang . sayang banget yaa, itu sama kayak lu . . sedangkan gue, heii, Teras Baca adalah hasil dari karya gue dimana itu didedikasiin langsung buat orang banyak. bukan buat diri sendiri. Tapi lu, apa yang udaa lu perbuat . . ??
Dan banyak orang bilang gue kayak gini, “si pulan : iii, rambutnya kayak Hudson . .”
*dalam hati* : hahh, Hudson . . ?? sejak kapan gue pernah bertingkah laku kayak cewek . . ?? perasaan dari rambut gue gondrong, engga pernah sekali-pun gue pengen kayak cewek. Lu tau Hudson kan . . ?? dia itu setengah cewek dan setengah cowok. Sedangkan gue, cowok tulen, suer.
Dan masih banyak lagi yang lain . .
Inilah yang terjadi pada masyarakat kita, emang sih bener apa kata Mario Teguh yang kira-kira kayak gini bunyinya “sebenernya kita cukup melihat cover bukunya saja, semakin bagus cover itu maka semakin bagus juga isinya”. Gue amin-in untuk itu, tapi saran gue buat lu semua cuma satu “engga semua yang lu denger itu bener” . .
Bayangin dehh, apa yang terjadi kalau gue termasuk orang yang sensi . . ?? mungkin gue akan bikin keributan dimana-mana. Setiap orang yang ngomong asal gue langsung marah-marah. Sensi banget kalau begitu. Mau sampe kapan kita sensi kayak gitu . . ?? faktor terjadinya sensi menurut pandji “sensi ada itu karena kita terlalu focus dengan apa yang diucap daripada apa yang dimaksud”. Gue coba itu dan berhasil. Disetiap omongan orang tentang rambut gue, gue anggap memiliki maksud yang bagus tapi perlu sedikit cara buat mahamin maksud itu sendiri . .
Padahal, selain karena penat akan politik di bangsa ini karena ingin menggambarkan sikap seseorang terhadap suatu hal. Setengah-setengah. Apa pun yang dikerjain selalu tanggung, engga pernah sampe selesai. Ketika kita ingin ini, dikerjakan baru setengah udaa berenti, ngerjain baru lagi, sampe ditengah, berebti lagi. Terus dan terus seperti itu. Pesan dari gue, selesaikanlah pekerjaan itu dan ambil pekerjaan baru lagi . .
Ada yang salah disini . .

Nb : maaf engga ada photonya,soalnya gue udah lupa pose orang mau photo KTP. Tapi kalau masih penasaran juga. Mendingan lu ngaca terus ambil setengah bagian rambut dan anggap itu botak setengah. Yups, seperti itulah rambut gue . .

Suster dan Baso

By : Harry Ramdhani
Apa sih kaitannya suster sama baso . . ??
Gue menemukan fakta ini disalah satu tempat makan baso legendaries ditempat gue. Siapa yang engga kenal sama tukang baso ini, berawal dari gerobak keliling terus mangkal hampir 10 tahun di SD negeri dan kini sudah punya kios baso sendiri. Yups, kalau yang ada dikepala lu itu adalah Baso Mas Gun.
Jadi gini, eumm, mau mulai dari mana yaa . . ??
Okok, saat itu tanggal 24 desember 2011 *kalau yang baca postingin ini baru-baru mah, belum lama koo kejadiannya* gue nganterin peang (buat yang belum tau dia siapa, engga usah dipikirinlah) yang ngerengek mulu minta naik motor dan sekalian aja beli makan malem buat dia, menu makan malam peang malam ini adalah baso. Wuaaw, anak umur 2 taun udaa kepengen baso buat makan malem, kayak orang pacaran aja sih.
Berangkatlah gue sama peang beli baso di Mas Gun, sambil nyanyi hujan rintik-rintik dengan nada yang engga karuan kemana arahnya. Kolaborasi gue dan peang kayaknya layak untuk dinobatkan menjadi best duo/grup dalam Grammy Award deh. Cuaca saat itu juga emang abis ujan yang begitu deres.
Sesampanya disana, gue pesen menurut keinginan peang. Basonya aja engga pake sambel cuma kecap. Seperti itulah peang, laki-laki takut makan pedes
Sambil nunggu dibuatin baso, ada dua orang suster kayaknya yang lagi asik makan baso. Lahap banget. Dan ini adalah kali kelimanya gue liat dia makan baso. Koo suster tiap makan tuh baso mulu yaa . . ?? apa ini disaranin sama dokter yaa . . ??
Oia, jadi di seberang jalan baso Mas Gun itu ada rumah bersalin gitu. Jadi jelas dong kalau ada suster disana yang kelliweran.
Terkesima gue sama cara makannya. Ada 2 bungkus plastik kerupuk yang udaa kosong. Gue yakin ini punya dia, karena engga mungkin kalau punya orang masih ada dimeja tanpa dibersihin dulu. Pertanyaan yang sempe tersirat diotak gue tadipun muncul. Otak gue langsung bekerja sepersekian detik dengan berbagai kemungkinan dan penjelasan yang logis.
Gue : suster itu orang yang merawat dan baso itu makanan yang merakyat. Apa biar dibilang ‘merakyat’ terus suster makannya baso . . ?? bisa juga sih . .
*peang : mas, bebek, mas, Minnie mos* *sambil nunjuk gambar Donald duck sama Minnie mouse*
Gue : atau mungkin karena tempatnya yang deket jadi mereka (suster) engga mau jauh-jauh beliu makanan.
*peang : mas, bebek, mas, Minnie mos*
Gue : atau-atau, ini emang udaa ada waktu para suster masih belajar yaa. Jadi ada mata kuliah khusus tentang pola makan suster terhadap baso terus setelah ada penelitian dan ternyata baso merupakan penambah asupan gizi yang harus diterapkan suster dalam ke-primaan saat merawat pasien. Tapi kalau emang itu bener, gue curiga kalau nanti pasiennya diwajibin makan baso pasca kelahiran. “bu, jadi ibu harus makan baso sehari 3 kali untuk terus menjaga asi para ibu yang baru melahirkan” kata suster, misalnya. Bahaya juga tuuh.
*peang : mas, bebek, mas, Minnie mos* *masih sambil nunjuk gambar Donald duck sama Minnie mouse*
Gue : atau karena bentuk baso itu yang bulet-bulet gimanaa gitu dan jadi kebiasaan suster karena sering ngeliat itunya ibu-ibu yang melahirkan. Biasanyakan orang itu makan berdasarkan apa yang sering dia liat. Bisa jadi.
*peang naikin nadanya ke 7 oktav* *peang : MAAAAASS, BEBEEEEK, MAS, MINNIIIIIIIEE MOS*
Gue : iyeee,iyeeeeeeeeeeeeee, itu donal bebek terus itu Minnie mouse . .
Selesai beli baso dan kami-pun pulang sambil bernyanyi dengan merdu lagu hujan rintik. Buat produser, kami siap untuk masuk dapur rekaman koo.
Sesampainya dirumah dengan pertanyaan yang masih mengganjal ini, rasanya mau buka baju terus berenang di kolam renang juga rasanya engga enak banget, soalnya emang gue engga punya kolam renang dirumah. Ada juga kobakan bekas ujan tadi tuh. Bengong. Kenapa suster doyan banget makan baso yaa . . ??
Sholat maghrib dulu biar enak kalau udaa ketemu Tuhan. Bergegaslah gue ke tempat baso Mas Gun lagi untuk nanyain pertanyaan yang mengganjal pikiran dan dompet gue, karena paling engga gue harus jajan baso disana dulu baru ngobrol-ngobrol sama Mas Gunnya.
Makan baso disana dan nanya-nanya ke Mas Gun.
Gue : *sambil ngunyam* mas, koo suster-suster sini seneng banget sih makan baso . . ??
Gun : yaa, emang baso puny ague enaklah, makanya mereka seneng makan kesini.
Gue : yee, dongo *maaf, bawaan, maklum kalau gue ini preman* yang bener atuh, masa engga logis gitu jawabannya. Perasaan mereka engga pernah nyamperin Mas Gun dehh waktu masih mangkal di SD . .
Gun : yaa mana saya tau, mungkin karena mereka butuh pemandangan yang bikin mereka bikin seger kali yaa, soalnya kan disana (rumah bersalin) perempuan semua. Dan mereka kesini buat liat saya yang tampan.
Gue : *kepala mendidih* *genggem botol kecap*
Jawaban yang didapet engga memuaskan bdari narasumber dan terasa sia-sia makan baso disana, walau perut kenyang.
Pas mau pulang, datenglah suster yang tadi makan baso. Mata kita bersatu. Plis, tolooooong mata kita nempel nih, toloooong lepasin. Dalam hati gue ngomong “masa iaa gue engga berani nanya sama ini orang” *mata sinis*.
“mba-mba” kata gue. Dia nengok kearah gue dengan rambut yang terikat menjadi terguray *saaah*. Gue engga mau kalah, rambut gue pun diguray gitu juga *saaaah*. “kenapa sih, mba kalau suster itu doyan banget makan baso . . ??” sambil malu-malu kucing yang lagi belaga nolak dikasih cumim asin. Suster itu senyum 227. 2 cm ke kanan, 2 cm ke kiri, 7 gigi keliatan. Gue malah takut, mba ini suster apa pencari nasabah bank mandiri yaa . . ?? ada daun seledri yang nyangkut di gigi depan lagi. Mba, biasa aja yaa, saya cuma nanya gitu doang koo.
“bukannya kami doyan makan baso, tapi karena baso itu seger aja” kata suster. Dih, sekarang gayanya jadi kayak Rita Subono gitu. “kamikan seharian kadang engga ada yang ngelahirin tapi harus tetep stand by disana, udaa gitu sekalinya ada yang lahirin tuh repotnya setengah mati. Bau obat-obatan, segala tetek bengeklah nyampur jadi satu. Nah, biar kami engga terlalu nge’drop banget, nah, makanya kami milih baso sebagai makannya” suster itu ngejelasin panjaaaaang banget. Mata gue sampe muter dibawa dia kealam bawah sadar.
*dalam hati* “terus apa hubungannya, mbaeee . . ??” samber gue nyeletuk sendirian.
Semangatnya bertambah karena ingin menceritakan banyak ke gue “kuah baso kan seger tuh, jadi kita bisa tetep seger kalau makan itu. Misalnya ketemu pasien juga keliatannya seger kalaupun ubadan udaa capek juga”. Dan gue pun harus cari cara buat suster ini menghentikan khotbahnya ke gue. Tengok-tengok kesekitar engga ada benda keras buat mukul kepala ini suster biar diem.
Lampu pijar menyala terang dikepala gue, AHA. Gue tending secara pelang Mas Gun sambil ngasih isyarat buat ngasih pesenan dia dan suster bisa bertugas lagi ke klinik. Isyaratnya kayak gini, mat a gue ngedip 3 kali, pundak bergerak kayak ombak dari kanan ke kiri 2 kali, dan mangap tanpa suara 1 kali.
Perbincangan kami selesai, dan gue pun dapat narik kesimpulannya gini. Ternyata kalau baso itu bisa buat kita terlihat lebih seger dari biasanya, karena didalem kuahnya itu terdapat resep rahasia yang engga mungkin gue kasih tau. Namanya juga rahasia, kalau dikasih tau mah namanya bukan rahasia atuuh. Tapi biar engga ngilangin rasa seger itu dari baso, makannya jangan terlalu pedes, cukup sedikit sambel dan 1 sendok makan kecap, INGAT JANGAN PAKAI SAOS dan kalau bisa jangan pake vaksin juga. Jadi suster makan itu biar terlihat tetep seger dimata pasien walau gue tau rasanya kalau berlama-lama denkat dengan setumpukan obat yang bisa bikin kepala pusing itu akan nampak lesu.
Wuah, satu pelajaran berharga yang gue dapet antara suster dan baso. Berikanlah segalanya dan lakukan segalanya dengan baik, agar semua bisa berjalan dengan baik pula. Tersenyumlah agar orang lain bisa tersenyum seperti kita.

Mungkin seperti ini . .

By : Harry Ramdhani
Sedikit mengingat sejenak, dulu kalau engga salah hari kamis dan gue lupa tanggalnya. Dia (Irene septianasari) sama sekali engga ngehubungin gue, seharian (sampe sore sekitar pukul 4pm). Emang sih gue tau kondisinya saat itu akan adanya event besar di STIKES pada hari Jum’at-nya dan gue pun ada yang harus diselesaikan, yaitu kompetisi Inovasi Bisnis Muda di Kampus gue sendiri.
Gue sibuk dan dia sibuk. Gue sibuk dengan deadline Proposal yang harus selesai besok tapi sampe sekarang sama sekali belum rampung. Mencoba terus berpikir positive dengan segala sesuatu. Berpikir positive kalau proposal ini akan selesai sesuai deadline dan juga berpikir positive tentang dia. Sedikit rehat dengan pergi ke portal untuk membeli Pop Ice dan rokok, gue pun sms dia. “lagi sibuk apa sih . . ??” 5 menit menunggu balesan dan masuk juga sms dari dia “ni lgi nungguin panggung”. Sontak gue kaget, engga memberi kabar sedikit-pun ke gue Cuma gara-gara nungguin panggung.
Walau gue tau, tolong di garis bawahi ini, GUE INI EMANG BUKAN PACAR DIA, TAPI DIA ITU MASIH GUE ANGGAP PACAR GUE”. Kata orang waras, “engga usah segala ngakuin gitu”. Kata orang yang nguping, “dasar cowo tolol, mana ada hubungan kayak gitu”. Kata temen deket di kampus “udaa sih, masih aja ngarep bisa pacaran lagi sama dia, lu itu jelas UDAH DIPUTUSIN, dia juga ogah kali balikan sama lu, lu kan homo.”. yups, gue terima itu, terima kasih kalian udah perhatian sama gue dengan segala masukannya dan setiap manusia memang punya filsuf yang berbeda dengan orang lain dalam masalah apapun.
Seperti itulah pandangan mereka terhadap pengakuan gue itu. Terus mau apa lagi . . ?? cinta bertepuk sebelah tangan, mana ada tepuk tangan pake tangan sebelah. BEGO. Meski maksudnya sama yaitu lu itu udah putus dan sama sekali dia engga nganggap lu.
Tanpa piker panjang, gue bales smsnya itu,”iket aja itu panggung biar engga lari”
“bukan nungguin panggung, tapi nungguin panggungnya dateng trus dipasang buat acara besok,” balesnya begitu.
“ouw, yodaa biar cepet datang itu abang panggung, kamu angkat aja celana kamu sampe bates engga bisa dinaikin lagi. Aku yakin abang panggung pasti cepet datengnya” bales gue begitu. Akhirnya dia seketika tampak marah sama gue. Semua balesan smsnya sama sekali memperlihatkan bahwa sedang marah. Padahal itu Cuma gue praktekin sama apa yang gue tau di film WARKOP. Dan kesalahpahaman-pun muncul.
Karena deadline proposal harus selesai besok maka gue engga terlalu memprioritaskan masalah tersebut dan berpikir akan kembali seperti semula kembali dengan sendirinya. Tolol yaa gue, mana ada masalah bisa selesai dengan sendiri. Emangnya siapa yang nyelesein . . ?? setan, dukun, sang pujangga hati . . ?? yaa kita sendirilah yang nyelesein itu masalah. Belum pernah ada teori yang mengatakan bahwa “masalah akan selesai dengan 2 cara : pertama, lu tinggalin ada masalah tersebut dan semua akan kembali seperti semula dan kedua, anggap masalah itu engga ada”
Hari jum’at selesai dengan penuh keringat, mengejar deadline proposal untuk dikumpulkan ternyata bukan perkara muda. Tapi gue engga akan ngebahas itu, karena gue tau diapun engga suka apalagi peduli tentang lomba ini.
Sama sekali engga ada kabar dihari jum’at. Tapi gue juga masih belajar sama proposal ini. Dan tolong digaris bawahin “ENGGA ADA KABAR JUGA SAMA SEKALI”. Dan sekali lagi gue ingetin kalau “GUE INI EMANG BUKAN PACAR DIA, TAPI DIA ITU MASIH GUE ANGGAP PACAR GUE”. Secara logika, emang engga apa-apa sih, gue sama dia engga terikat hubungan apapun. Nothing. Tapi gue percaya, kalau dihati gue sama dia masih sama-sama memiliki *persepsi sendiri*.
Lomba dimulai, tanpa pikiran apapun dan berjalan seperti yang diinginkan. gue dapet juara harapan 2 dari 7 pemenang yang diperebutkan dan 15 peserta.
Dimobil gue sms, dan balesannya “muup, aku sibuk banget dan pulsa abis”. Gue Cuma bisa percaya pasrah.
Minggunya gue sms berkali-kali dan masih saja engga diperhatiin. Engga dibales. Jam 2 kalau engga salah, dia bales “sebenernya aku tuh sebel sama kamu kckckckckckckckckkckc” <- maaf kalau engga kayak yang biasanya, jujur sama sekali gue engga pernah nulis ketawa menjadi sebuah kata.
Hanya sekedar itu, dan hari demi hari sms gue engga pernah dibales lagi. Jarang. Bisa dibilang 5 hari sekali baru dibales satu sms. Prihatin banget. Makanya gue ingin suatu waktu nantang wartawan untuk wawancara dia. Apakan sanggup untuk itu . . ??
Marah, kesel, emosi engga kekontrol mulai menjadi. Okok kalau emang engga bales sms untuk kegiatan yang bikin berguna dan kesibukan lagi jadi alasan. Coba.coba lah gue check pesbuknya di http://facebook.com/ireneilen buat yang belum ‘add’ bisa langsung aja. Ternyata dia pengguna pesbuk yang sekali. Sibuk dengan kegiatan tapi masih bisa update dipesbuk untuk bermain dengan yang lain dan gue engga pernah dibales smsnya. Sampe pulsa sms gue abis yang super sms dan harus beli lagi. Bayangin, super sms. Abis untuk sms yang engga pernah dibales. Masih ada juga adegan telpon, tapi engga akan gue bahas disini
Ini masih terus berlanjut sampe sekarang, 18 desember 2011. Masih aja begitu. Gue sms dan dikacangin. Yang jadi pertanyaan gue, sesibuk apa sih lu . . ?? preseden sekali pun engga maksimal banget , dia itu ngurusin lebih dari 230juta. Tapi dia masih bisa berkomunikasi sama keluarganya koo . .
Bukan maksud aku untuk mojokin kamu, tapi ini yang aku pengen bisa tau. Ada apa sih . . ?? kalau jawan tanpa solusi mendingan BUNGKAM.

Postingan : harry ramdhani follow me on twitter @Har_Ram

mentalitas merealisasikan

By : Harry Ramdhani
Dewan Perwakilan Daerah (DPD) merupakan buah hasil dari Reformasi bangsa ini. Walaupun umurnya masih terbilang baru dibanding dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), yaitu pada tanggal 1 Oktober 2004, ketika 128 anggota DPD dilantik dan diambil sumpahnya. Tetapi gagasan tentang terbentuknya DPD sebenarnya sudah sejak sebelum jaman kemerdekaan. Tidak lain dari fungsi utama dibentuknya DPD merupakan untuk dapat mengembangkan daerah atau Provinsi dimana para anggota itu dipilih. atau saat ini kita lebih familiar dengan sebutan otonomi daerah.
Sesuai dalam Undang-Undang Dasar, DPD merupakan salah satu anggota Parlemen yang masih dibawahi oleh MPR. Oleh sebab itu, dalam perubahan UUD 1945 diperubahan ketiga inilah muncul suatu gagasan untuk membentuk parlemen yang menganut sistem bicameral, yang kemudian melahirkan secara legal formal DPD yang ada sekarang.
Permasalahan demi permasalah yang terjadi di bangsa Indonesia sekarang memang sangat semerawut, tetapi kalaupun kita dapat memilah dengan baik, permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan baik. Dan disanalah DPD berada, hasil yang paling kita rasakan dari otonomi daerah sekarang hanyalah “Kawasan Tanpa Rokok”, hampir disetiap daerah ada hal semacam ini. Padahal kalau kita lihat dalam Undang-Undang 1945 Bab VII Pasal 22E yaitu, Dewan Perwakilan Daerah dapat mengajukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat rancangan undang-undang yang berkaitan dengan otonomi daerah, hubungan pusat dan daerah, pembentukan dan pemekaran serta penggabungan daerah, pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya, serta yang berkaitan dengan perimbangan keuangan pusat dan daerah. Begitu banyak yang dapat dilakukan DPD dalam menjalankan konstitusi tersebut.
Andai saya anggota DPD RI, maka ada 5 hal yang harus saya lakukan dalam membangun karakter-karakter suatu daerah temapt saya terpilih menjadi lebih baik. Pertama, Integritas yang tinggi dari dalam diri sendiri karena indikasi dari integritas menurun adalah problem korupsi yang kerap kali sulit untuk dihentikan. Kekuatan intelektual yang memiliki dan menguasai state of the art knowledge bukan hanya sekedar mengetahui setengah-setengah dalam melakukan hal. Ketiga, kepemimpinan, dengan kepemimpinan yang berkarakter agar bisa menggerakan lingkungannya, masyarakatnya, daerahnya, sampai bangsanya untuk meraih kegemilangan. Keempat, kemampuan mengantisipasi perubahan zaman, dengan memproyeksikan apa yang terjadi dimasa yang akan datang bukan terus melihat kemasa lalu. Kelima, menjadikan mentalitas merealisasikan ide menjadi tindakan nyata, karena perubahan yang signifikan bukanlah dari suatu wacana yang mengahasilkan suatu solusi melainkan solusi tersebut dapat direalisasikan menjadi tindakan nyata guna membangun daerah serta bangsanya.Walaupun hal semacam ini sering terbentur dengan sistem yang begitu rumit, tetapi apabila kita memiliki kesungguhan dalam mengerjakannya maka aka nada suatu jalan tersebut.

Andai gue tau apa yang gue banggakan

By : Harry Ramdhani
Hal paling mendasar yang terjadi pada remaja saat ini adalah mereka bangga dengan apa yang mereka tidak tau. Memakai jersey terkenal tapi tidak mengerti maksudnya dari jersey tersebut, mendengarkan music keras tapi tidak pernah tau maksud dari music tersebut. ini sama saja dengan meminum obat tapi tidak tau kegunaannya. Globalisasi yang secara tidak kita sadari telah masuk kedalam pola pikir kita sebagai manusia yang berpendidikan.
Sebenarnya kalau kita bisa menelaah lebih dalam tentang Globalisasi tersebut, maka kita tidak akan salah kaprah seperti sekarang ini. Banyak kehidupan dari negara asing yang sekiranya tidak tepat bagi kita tapi karena kita tidak tau maksud dan artinya maka kita hanya menirunya saja. Jelas sekali, itu datang dari mereka dan sangat berbeda dari kita. Salah satu contoh nyata pada kehidupan tentang Globalisasi adalah cara kita mendengarkan music, kita-pun sudah mengetahui bahwa music merupakan bahasa universal, bahasa yang diketahui banyak orang. Tapi, yang jadi permasalahan adalah apa kita mengerti musik yang dibawakan tersebut . . ??
Music memang bahasa universal, kita dapat mendengarkannya dengan suasana hati seperti apapun dan yang terpenting rnak untuk didengar. Terkadang bila kita sampai ketahap ‘menyukainya’, kita akan secara tidak langsung meniru gaya yang kita suka tersebut sampai kecara berpakaian kita, cara bicara kita, cara kita bertindak sama persis dengan musisi kesenangan kita. Tapi, kita sebagai manusia berakal, alangkah baiknya ketika itu terjadi pada diri kita maka kita akan mencari tau maksud dari music yang dibawakan musisi tersebut bukan hanya sekedar ‘BERGAYA’ doang. Bergaya modis agar dibilang keren, bermusik sesuai pasar agar dibilang gaol. Padahal musisi tersebut menjual music yang didalamnya ada lirik, nada, dan buah pemikiran mereka.
Menyukai mereka tetapi tidak tau yang sebenarnya mereka jual itu sama saja seperti beli anjing dengan mata tertutup. Kita tau itu anjing, kita tau itu hewan, kita tau itu menggong.gong, tapi kita tidak tau itu anjing jenis apa.
Bicara music ber-genre metal, itu dahulu dinyanyikan oleh sekumpulan musisi untuk memberontak pemerintahan tentang negaranya yang semakin semerawut. Mereka berteriak dari suatu garasi ke garasi agar memiliki komunitas sendiri dan suara mereka didengar. Hardcore, begitulah para ahli music menyebutnya. Seiring dengan berkembangnya perindustrian music, merekapun ikut berkembang tapi dengan gaya yang sama, gaya ‘selengean’. Baju sobek, tato besar disekujur tubuh, celana panjang yang disobek-sobek dan itulah mereka.
Muncul sebuah symbol 3 jari atau 2 jari, ini sebenarnya bukan symbol dari music mereka tapi mereka (para musisi) yang memakai symbol ini adalah musisi yang memiliki paham yang berbeda, paham “FREEMAON”. Gue engga akan bicara banyak tentang ini. Tingga kalian cari sendiri. Sudah ada GOOGLE, Yahoo! Atau yang lain.
Carilah arti dari yang lu suka, bukan hanya GAYA DOANG . .
Jadilah penggemar yang benar-benar mengerti yang digemari, orang yang hanya bisa berGAYA doang tetapi memiliki otak kosong sungguh tidak layak dibilang penggemar. Dia (orang yang digemari) akan malu memiliki penggemar seperti kalian yang tidak dapat menangkap apa yang dimaksud.
Jangan bangga dengan apa yang kalian tidak tau . .
Tidak usah cape-cape membela jika masih tidak mengerti . .
NB : itu yang berkacamata besar yang dibilang pake spion mobil adalah basist dari EFEK RUMAH KACA, bang Adrian. Matanya sudah tidak bisa melihat dengan jelas tapi sampai sekarang dia masih bisa berkarya dengan baik. Pemikirannya ditumpahkan kedalam setiap album EFEK RUMAH KACA. Orang seperti dia saja masih ingin terus belajar dengan segala kekurangan. Enggali lebih dalam tentang kehidupan sosial. Ini bukan tulisan untuk meerindu, tetapi untuk membuka pikiran kalian. Salam hormat gue untuk Bang Adrian ERK. Get well soon

The Story of Batavia Nouvells

By : Harry Ramdhani
Bataviase Nouvelles tercatat sebagai koran tertua. Berita berkala pertama yang terbit dari mesin cetak pertama yang pernah berlabuh di negeri bawah angin, nusantara. Negeri terperintah tanah jajahan Hindia Belanda.
Bataviase merujuk tentang sebutan yang diharapkan berlaku pada orang-orang Batavia, mereka yang hidup di Batavia, atau mereka yang berselera Batavia. Istilah Bataviase mengingatkan kita pada Parisian untuk orang-orang Paris, atau New Yorker untuk menyebut New York, atau Berliner untuk penduduk Berlin. Batavia saat itu mulai menjadi kota dunia. Persinggahan dari para penjelajah ke dunia timur, hingga kota ini berjuluk Queen of the East.
Tetapi Nouvelles mewakili sikap dan sifat kebaruan. Sebuah semangat yang berkecambah sebelum modernitas ditemukan. Nouvelles menunjukan tanda, status dan keberlainan. Ia ingin menjadi yang pertama pada masanya, ingin yang terdepan dan ingin menjadi pilihan dari berbagai pilihan yang tersedia.
Jelaslah, Bataviase Nouvelles, merupakan suatu gaya hidup. Ciri-ciri Bataviase yang digambarkan oleh pendirinya Jan Erdman Jordens adalah: kosmopolit, penjelajah, multikultur, liberal, sadar ekonomi, kota maritim, berorientasi seni, peka kekuasaan, sadar pada heritage dan bersifat komunal-elitis.
Koran pertama ini hanya hidup dua tahun. Tercetak pertama 8 Agustus 1744 namun ditutup pada 7 Juni 1746. Dewan XVII yang merupakan pusat kebijakan VOC di Belanda mengirim surat ke Gubernur Jenderal Hindia Belanda untuk melarang penerbitan Bataviase. Mereka khawatir berita-berita tentang kondisi perdagangan Hindia Belanda akan dimanfaatkan para pesaingnya di Eropa. Pandangan liberalnya dianggap berbahaya bagi pengendalian pasar. Jadilah Bataviase Nouvelles menjadi koran pertama yang dibredel pertama.
Setelah terendam dua ratus enam puluh dua tahun, 262 tahun, koran ini dibangkitkan kembali dengan konsep dan rubrik sebagaimana awalnya. Tiga rubrik yang menjadi cirinya ; agenda dan maklumat pemerintah, berita lelang dan advertensi, serta berita-berita ringan tentang gaya hidup bataviase yang diselingi berita perjalanan negeri-negeri atas angin. Ketiga rubrik ini dihidupkan kembali sebagaimana awalnya, dikaitkan dengan perkembangan semasa.
Bataviase Nouvelles, sebagaimana tujuan dari penerbitannya, ingin sebagai koran dengan moto “agenda pilihan dari pilihan warga”
Bataviasche Nouvelle adalah iklan pertama di Belanda yang terbit pada Agustus 1744 sekaligus merupakan surat kabar pertama di Batavia (Jakarta). Surat kabar ini adalah surat kabar Belanda karena dicetak dan diterbitkan oleh Vereenigde Oost Compagnie (VOC). Hampir seluruh halamannya dipenuhi oleh iklan. Kemungkinan nama "Bataviasche" dipakai dari kata "Batavia" yaitu nama Jakarta pada abad 18, karena surat kabar ini diterbitkan di Batavia. Lalu "nouvelle" dalam bahasa Perancis artinya novel sedangkan dalam bahasa Belanda adalah "novelle"
Surat kabar ini diprakarsai oleh Jan Pieterszoon Coen dan bahkan ia adalah penerbit dari Bataviasche Nouvelle. Dengan terbitnya surat kabar ini, JP Coen membuktikan bahwa berita-berita dapat disampaikan dengan metode periklanan juga. Ia juga memuat iklan tentang produk-produk baru sebagai salah satu upaya promosi.
Proses Pembentukan
Willem Baron van Imhoff, Gubernur Jenderal VOC periode 1743-1750, tak hanya membangun gedung Toko Merah, Academi de Marine, mendirikan masyarakat candu di Batavia, tapi juga memperkenalkan warga Batavia dengan yang namanya surat kabar. Izin terbit surat kabar itu baru diberikan setelah sekitar lima bulan diajukan -7 Agustus 1744 diajukan, izin terbit baru keluar Februari 1745. Sifat penguasa VOC yang enggan pada kritik menjadi salah satu alasan Imhoff ogah-ogahan menerbitkan izin. Padahal isi surat kabar yang pertama kali terbit itu hanya memuat aneka berita tentang kapal dagang VOC, mutasi pejabat, berita perkawinan, kelahiran, kematian. Pembacanya juga terbatas pada masyarakat Belanda sendiri.
Bataviasche Nouvelles, begitu nama koran itu. Dari hanya berisi pengumuman, koran ini kemudian berkembang cepat menjadi koran yang berisi kritik terhadap perbudakan di Batavia dan perilaku penguasa VOC. Tepat pada 20 Juni 1746, demikian dicatat dalam buku "Toko Merah: Saksi Kejayaan Batavia Lama di Tepi Muara Ciliwung" oleh Thomas B Ataladjar, koran pertama ini dibredel. Kiprah Imhoff yang berusia pendek, meninggal pada tahun 1750 ketika ia masih menjabat sebagai gubernur jenderal, baru dilanjutkan 30 tahun kemudian. Verdu Nieuws, meneruskan Bataviasche Nouvelles, dalam bentuk surat kabar mingguan yang berisi iklan.
Larangan terhadap Bataviasche Nouvelles agaknya diakibatkan oleh kekhawatiran VOC bahwa saingannya akan mendapat keuntungan dari berita yang dimuat surat kabar ini. Sikap demikian pemah ditunjukkan pada tahun 1712, 32 tahun sebelum lahir Bataviasche Nouvelles. Pada waktu itu sudah ada usaha di Batavia untuk menerbitkan surat kabar yang bermaksud memuat kabar dalam negeri, berita kapal, dan semacam itu. Rencana itu gagal karena ditentang VOC. Meski usia Bataviaasche Nouvelles hanya mencapai 16 bulan dan terkubur selama kurang lebih 63 tahun 5 bulan, namun bisa bangkit lagi pada bulan November 1809.
Pada pemunculan kedua, bentuknya lebih kecil dan hanya memuat adpertensi. Orang Melayu dan Bumiputera menyebutnya dengan nama Surat Lelang, Belanda menyebutnya VenduNieuws. Baru pada tahun 1776-1809 dapat terbit lagi surat kabar berikutnya, Het VenduNieuwus (Berita Lelang), tetapi surat kabar ini tidak memuat "keterangan dalam negeri" dan disensor sangat ketat. Izin penerbitan diberikan kepada L. Dominicus, seorang juru cetak di Batavia, karena diperlukan publikasi tentang pelelangan yang diadakan VOC. Iklan lelang VOC dimuat secara gratis, sedangkan para pemasang iklan lainnya harus membayar.
Pada awal bulan Januari, Daendels memberlakukan peraturan khusus yang berisi 19 pasal untuk menarik pajak dan mewajibkan redaktur Bataviaasche Nouvelles untuk menempatkan kepentingan pemerintah dalam surat kabarnya. Di salah satu pasal, Daendels mengubah nama Bataviaasche Nouvelles menjadi Bataviaasche Koloniale Courant.
Tag : ,

Hukuman Sosial dan Psikologis Untuk Koruptor

By : Harry Ramdhani
Maksud hati membuat efek jera untuk para koruptor, justru penegakan hukum yang melemah.
Krisis kerap menjadi basis jatuh bangunnya seorang pemimpin. Kemampuan mengelola krisis sangat berbanding lurus dengan masa jabatan sang pemipin, apakah tetap bertahan atau kemudian bertumbang. Celakanya, banyak pemimpin yang memperlihatkan ketidakbecusan mengatasi krisis. Sebut saja nasib Presiden Libya, Moammar Kadaffi yang harus tumbang oleh rakyatnya sendiri karena tidak bisa dengan benar mengatasi krisis di negeranya sendiri dan masih saja mementingkan urusan pribadi dengan korupsi yang tidak ada henti.
Reformasi 1998 membuahkan DPR dengan kewenangan luar biasa. Secara garis besar, fungsi dewan adalah legislasi, anggaran, dan pengawasan. Salah satu pengejawatan tugas pengawasan adalah dewan menjadi penentu pengisisan berbagai lembaga negara. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan kesekian lembaga negara yang menjalani ‘pemindaian’ politikus di Senayan dalam waktu dekat. Setelah prosesi seleksi calon pimpinan KPK, kini ada delapan orang yang sudah siap dan pasrah hadapi DPR.
Menurut Bambang WIdjojanto “persiapan saya hanya sekedar membaca sejumlah dokumen dan buku yang berisi informasi pola pemberantasan korupsi, baik yang ada dilembaga hukum atau yang ada di lembaga lainnya. Tetapi apabila berbicara soal lobi, saya tidak mau berkomentar apa-apa, biarlah DPR yang menentukan Pimpinan KPK dengan rasionalitas nurani yang mengingini perbaikan bagi kemaslahatan publik”.
Untuk pemilihan tahun ini, berbagai Fraksi di Komisi III DPR menggadang-gadang Bambang Widjajanto sebagai pemimpin KPK nanti. Walaupun belum ada pertemuan khusus antara Fraksi dengan calon pimpinan KPK terlebih dahulu. Karena melihat rekam jejak yang telah dilakukan dan integritasnya yang baik.
Dinamika di DPR dalam pemilihan calon pimpinan KPK agar berbagai berbagai pihak mengawasi proses uji kelayakan dan kepatutan. Komisi III mesti memastikan tidak ada politik uang dalam seleksi calon pemimpin KPK. Akibat yang paling krusial dalam pemilihan pemimpin KPK apabila masih adanya politik uang adalah kehancuran bangsa dimana para negara dijadikan boneka guna mementingkan kepentingan pribadi atau kelompok semata, kareana jangan sampai DPR seperti membeli kucing dalam karung dan juga terikat dalam black campaign oleh pihak tertentu.
Super Body KPK
Tokoh politik Sri Bintang Pamungkas sempat mengatakan bahwa sistem kenegaraan Indonesia harus secepatnya dibenahi. Jika tidak, bangsa Indonesia akan semakin kehilangan arah arah dan tujuan. “Saat ini, bahkan kita tidak memiliki GBHN (Garis Besar Haluan Negara) yang jelas. Sekarang pemerintahan yang sedang di pimpin oleh SBY sebagai pemerintahan Presidensil ala Parlementer. Ini semua dikarenakan bukan kesalahan semata oleh perorangan tetapi konstitusi yang mengaturnya.
Kebijakan remisi tebang pilih memiliki banyak kisah dibalik penangguhan terpidana kasus korupsi menjadi polemic hebat di publik. Dari dokumen kronologis terkait proses penaguhan para terpidana kasus cek pelawat pemilihan Deputi Gubernur BI. Terlihat bahwa kerja keras yang telah dilakukan KPK dalam kasus tersebut masih bisa dipermainkan oleh oknum-oknum terkait agar menguntungkan kepentingan kelompok.
KPK pada saat ini masih tersandra oleh konstitusi yang mengatur mereka (KPK) agar terus mengikuti apa yang tercantum didalam Undang-Undang. Sistem hukum seperti ini hanya membuat ruang gerak KPK terbatas dan tidak bisa bersikap Independen. Moratorium remisi yang diterbitkan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) PAS.2.LVII.16333.PK01.05.06 dan PAS.2.LVII.16334, Zarawati dan Paskah dapat menjalani pembebasan bersyarat per tanggal 30 Oktober 2011. Menurut mereka, surat ini sudah sesuai keputusan siding Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) Ditjen Pemasyarakatan (PAS) pada 12 Oktober 2011.
Pukulan besar diterima KPK dalam hal semacam ini, padahal sudah jelas dalam surat itu bahwa Ditjen PAS belum dapat melaksanakan pembebasan bersyarat dan status mereka masih harus menjalani pidana samapai adanya ketentuan lebih lanjut.
Super Body dalam tubuh KPK mesih bisa dipertanyakan dalam setiap tindakannya, apakah KPK saat ini bersikap independen dalam setiap tindakannya . . ?? seharusnya KPK bisa bersikap lebih tegas daripada sekarang. Kasus-kasus besar yang terabaikan seperti kasus Bank Century yang sampai saat ini belum terlihat sedikitpun titik terang. Walaupun salah satu politisi sudah ada yang tertangkap, tetapi menurutnya akan menjadi bumerang bagi KPK karena telah memenjarakannya.
Hukuman Psikologis
Tanpa disadari, korupsi muncul dari kebiasaan yang dianggap lumrah dan wajar oleh masyarakat umum. Seperti memberi hadiah kepada pejabat/pegawai negeri atau keluarganya sebagai imbal jasa sebuah pelayanan. Kebiasaan koruptif ini lama-lama akan menjadi bibit-bibit korupsi yang nyata.
Kebiasaan berperilaku koruptif yang terus berlangsung dikalangan masyarakat salah satunya disebabkan masih sangat kurangnya pemahaman mereka terhadap pengertian korupsi. Selama ini, kosa kata korupsi sudah popular di Indonesia. Hampir semua orang pernah mendengar kata korupsi. Dari mulai rakyat di pedalaman, mahasiswa, pegawai negeri, orang swasta, aparat penegak hukum sampai pejabat negara. Namun jika ditanyakan kepada mereka apaitu korupsi, jenis tinadakan apa yang termasuk tindak pidana korupsi . . ?? hampir dipastikan sangat sedikit orang yang dapat menjawab secara benar tentang bentuk/jenis korupsi sebagaimana dimaksud oleh undang-undang.
Pengertian korupsi sebenarnya telah dimuat secara tegas didalam Undang-Undang nomor 3 Tahun 1971 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sebagian besar pengertian korupsi di dalam undang-undang tersebut dirujuk dari Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) yang lahir sebelum negara ini merdeka. Namun, sampai dengan saat ini pemahaman masyarakat terhadap korupsi masih sangat kurang. Secara garis besar, korupsi adalah setiap orang yang secara malawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau sesuatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.
Di negeri Jiran, Cina, merupakan salah satu negara yang terbilang sukses dalam kasus pemberanatsan korupsi. Terlihat karena dari jumlah kasus korupsi di negeri Cina tersebut hanya tinggal beberapa persen saja, ini semua dikarenakan hukuman bagi koruptor disana adalah hukuman mati.
Sempat menjadi Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi tentang hukuman mati untuk para koruptor, tapi ini menjadi kandas ditengah jalan karena di Indonesia masih sangat mengedepankan Hak Asasi Manusia. Ini menjadi tidak berbanding lurus dengan para teroris, banyak terpidana teroris yang mendapat hukuman mati.
Sistem penegakan hukum di Indonesia ternyata masih bisa diperjual-belikan oleh para petinggi negara yang memiliki uang yang banyak. langkah awal yang harus dilakukan adalah bagaimana bisa menagkap semua koruptor terlebih dahulu dengan cara yang baru, seperti harus mengubah pendekatan dari follow the suspect menjadi follow the money. Ini berguna untuk menemukan siapa saja orang-orang yang enikmati uang tersebut dan bukan hanya orang-orang yang memberikan uang itu. Sudah saatnya pemberantasan korupsi di Indonesia menerapkan pasal pencucian uang bagi pihak-pihak yang diduga kuat terlibat korupsi. Pasalnya, modus kejahatan yang semakin marak dan canggih menuntut penegak hukum menerapkan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang mensyaratkan pembuktian terbalik.
Dengan cara itu, aparat penegak hukum bisa menggaruk para penerima aliran dana hasil korupsi. Setelah cara yang telah ditetapkan, barulah tinggal bagaimana cara membuat koruptor jera atas tindak korupsi. Hukuman yang saat ini dierima oleh para koruptor terlihat ringan, karena tidak adanya batas pencurian uang yang diberlakukan. Sama halnya dengan mencuri uang 50.000 akan dihukum sama dengan koruptor yang mencuri uang negara sampai ratusan milyaran. Karena kasus-kasus korupsi semakin lama semakin canggih maka diperlukan hukuman yang canggih pula agar koruptor jera. Penegak hukum bisa menerapkan hukuman sosial dan psikologis kepada terdakwa korupsi, dalam arti pasal-pasal yang terdapat di Undang-Undang tidak perlu diubah, malainkan harus ada penambahan hukuman bagi para koruptor. Tidak hanya harus mengembalikan keseluruhan kerugian negara yang telah didapat melalui korupsi dan dipenjara tetapi harus ada hukuman sosial seperti koruptor harus menggunakan baju yang bertuliskan “saya adalah koruptor yang membuat negara ini tidak pernah maju”. Dengan demikian secara tidak langsung psikologis koruptor akan sedikit terganggu dan dapat diyakinkan penurunan angka kasus korupsi akan menurun secara drastis.|Harry Ramdhani.

ENGLISH CLASS

By : Harry Ramdhani
Di sebuah kelas bahasa inggris, ibu guru bertanya demikian:

Bu Guru : Good Morning Class, I want you to make a sentence using words GREEN, PINK and YELLOW. You first, Nila.

Nila (ranking 1-nya) : I like GREEN, PINK, and YELLOW.

Bu Guru : Not bad. Now …

Firda (agak bego) : I teacher … I can make it.

Bu Guru : No, not you. Dewi, your turn.

Dewi (pernah les inggris) : I wear my GREEN t-shirt, with YELLOW skirt ... and PINK shoes.

Bu Guru : Very good … Now …

Firda : I teacher, I .. please.

Bu Guru : No. Next, Steve.

Steve (pernah ke Sg’pore) : I saw a GREEN tommatoes on a YELLOW table with a PINK cover.

Bu Guru : Sounds better. Now …

Firda : I lah teacher … please dech …

Bu Guru : Ok, go on.

Firda : I heard the phone ringing “GREEN … GREEN … ” so i PINK up the phone and said “YELLOW”

Bu Guru : :/>:O:'(:'(:'(=D=))=))..

alay bab II

By : Harry Ramdhani
Ciri2 anak alay (anak lebay/abg katro) :

1.kalo sms suka kurang kerjaan . hurufnya besar kecil - besar kecil .,
contoh : iYa nIe , aBiS lAgI sIbUq siCh

2.suka ga bisa bedain huruf
contoh : juga = juja , iya = eap , sms = cmz / xmx

3.klo foto gaya nya norak
contoh : tangan dibentuk angka satu , trus di letakin di depan bibir . mulut di gembungin., hedehh#:-s hayoo . Siapa yg fotonya kayak gitu ?

4.nick fb / tweet mereka serasa paling ok
contoh : cii mUna imUtz / cii LeMouDh / raTu ManieeeZ / sii CuEXz / coMel CayNk CaaBaT ‎​M•c† / MociMoCi aliaz jonny .
ckckck parah !

5.Nama di BBM suka meriah banget, dihias2 ga jelas,sampe org laen jadi susah carinya.,,
Contoh : ┏̲H̶̲̅┓̲┏̲A̶̲̅┓̲┏̲I̶̲̅┓̲

6. Klo sms biasanya pake angka. Contoh : 9w 9ag 8i5a 5kr9 ! (helloo .. Emg plaat nomer)

7. Ga bakal bisa baca tulisannya. Contoh : tyUs kmueh jNaN luEpa Mams eaa..wkkkk

Sebarkan tuk mengurangi populasi anak alay di bumi, dan kita lestarikan bahasa indonesia yang asli :)

Jadi STOP pke bahasa ALAY ! Alias kampungan (n)




Kalo kamu bukan alay kirim ke semua tmn kamu (y)

◦°◦нå◦нä◦нã◦нä◦нâ◦°◦

Kalo berhenti di kamu berarti kamu seorang alayers

Sorry yg merasa tersindir hahaha =D:p

santaaaaaaaaaaaaaaaaai . .

By : Harry Ramdhani
Tiga pemuda yg mabok berat nyetop taxi trus naik.

Sopir taxi berkata dlm hatinya "dasar pemabok, mending gue kerjain".

Lalu dia stater mobilnya trus langsung dimatiin sambil berkata "udah nyampe mas".

Pemuda yg pertama langsung membayar.

Pemuda kedua menyalami sopir sambil bilang trims.

Pemuda ketiga tiba2 menabok kepala si sopir.

Sopir heran dan tanya kenapa dia ditabok, lalu dijawab oleh pemuda ketiga "lain kali gak usah ngebut gitu mas.. santai aja jalannya"

:D =D =)) =D.

Shuffling on The Reshuffle

By : Harry Ramdhani
Sudah kali ketiga presiden menggembor-gemborkan reshuffle kabinet indonesia bersatu jilid 2 sehingga menjadi hangat diperbincangkan oleh publik. Pola komunikasi politik yang dilakukan oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono sama sekali tidak menjembatani antara yang memerintah dan diperintah. “Baru Negara Indonesia yang melakukan komunikasi politik seperti sinetron” kata Effendi Ghozali “karena di negara manapun, reshuffle dilakukan tanpa harus berjalan kemana-mana”. Hak prerogative yang dimiliki presiden dalam pengambilan keputusan dalam perombakan kabinet kurang dilakukan secara maksimal, presiden masih mempertimbangkan berbagai macam aspek dalam resiko politik.

Kebijakan yang baik bukan hanya membutuhkan kemampuan professional dari para menteri dalam merumuskannya, tetapi juga bagaimana membuat efektif dalam implementasikannya.

Kongsi politik terjadi keraguan yang sangat ektrem dan berdampak pada ketidakpastian pada paratai koalisi lainnya. Kepanikan dan kurangnya kepercayaan diri semakin terlihat pada Presiden hingga “salah tingkah”. Tanggal 20 oktober nanti menjadi batas akhir dari keputusan hasil reshuffle guna menigkatkan kinerja pemerintahan.

Tekanan demi tekanan deberikan dari salah satu partai koalisi, PKS. Menurut Arya Fernandez pengamat dari Charta Politik “kalau gertakan seperti ancaman, keluar dari kolisi direalisasikan maka akan merugikan prospek perolehan suara PKS pada 2014, gertak sambal”. Hal semacam ini bisa timbul karena komunikasi politik yang kurang berajalan, dimana tidak adanya sarana yang menghubungkan pikiran politik yang hidup didalamnya. Terdapat 4 menteri dari PKS yang ada didalam kabinet diantaranya Pertanian, Kominfo, Sosial, dan Riset & Teknoloogi.

Tidak ada kejutan dari kesimpulan saat pertemuan yang sudah dilakukan di Cikeas, Bogor. Adalah Menteri Komunikasi dan Inforatika yang sekarang sedang ada masalah lama masih belum terselesaikan yaitu kasus pencurian pulsa. Dan ini merupakan alasan yang dapat merombak kabinet. PKS-pun tengah menjadi sorotan, “masalah kursi yang dikurangi, tersebut SBY, karena secara konstitusi tanggung jawab SBY” kata wakil ketua DPP PKS, Yudi Widiana. Namun PKS tergas menyatakan, kader mereka dikabinet memiliki kinerja yang bagus. “Kiprah dan kinerja menteri-menteri PKS tidak mengecewakan dan langkah nyatanya terbaca jelas oleh masyarakat”.

Disisi lain, kabar mengenai pencopotan Suharso Manoafa sebagai Menteri PerumahanRakyat dalam reshuffle mendatang cukup santer. Namun Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menanggapi kabar ini dengan santai dan mengaku belum menyiapkan nama kader pengganti. “Kami sudah punya kontrak politik dengan Presiden, jadi kita akan tetap dukung SBY. Jika memang ada perubahan pasti sudah ada komunikasi yang dilakukan dengan kita” tutur politisi yang kerab akrab dipanggil Rommy.





Pencatatan Sejarah Baru

Presiden secara mengejutkan menunjuk beberapa wakil menteri dalam reshuffle Kabinet Indonesia Jilid II. Persoalan utama tentang pengangkatan Wakil Menteri maupun penambahan Menteri baru adalah soal ketegasan dari Kepala Negara, ketika diberikan kewenangan untuk mengelola pemerintahan secara seutuhnya tapi ketegasan dalam memimpinnya tidak dilakukan secara maksimal.

Tidak hnaya disisi ketegasan yang kurang dilakukan oleh Kepala Negara, terlihat pula pada upaya Pressiden yang kontradiktif soal upaya pemborosan anggaran. Apabila kita sering memperhatikan pidato Presiden akan penggemukan birokrasi pemerintah, maka wacana penambahan lowongan untuk wamenteri. Pertanyaan yang mendasar pada reshuffle ini adalah apakagh dapat menambah sekaligus mendorong kinerja pemerintah menjadi lebih baik, lebih punya daya gerak, sampai memberi layanan kepada publik paling tidak dimasa terakhir pemerintahan SBY.

Dengan adanya politik kompromi dan toleransi, maksud dari presiden mungkin membuat pos-pos kepada wakil menteri guna membantu menteri yang tidak bisa bekerja kurang maksimal. “Yang dikorbankan dari model politik seperti ini adalah kepentingan publik.

Janji SBY yang akan melakukan reformasi birokrasi berupa efisiensi dan rasionalisasinpun juga dianggap gagal diwujudkan. SBY, karena ini adalah sebuah catatan yang akan ditorehkan pada masa pemerintahannya. Baik itu akan berhasil atau tidaknya pemerintahan yang tealh ia nakodai selama 10 tahun.
Tag : ,

wan abut

By : Harry Ramdhani
suatu hari Wan Abud pergi ke Timur tengah, sesampai disana ia panggil taxi

Wan Abud : “Ke jalan Antah Berantah…”
Supir taksi : “OK tuan”

Setelah tiba di tujuan Wan Abud pun turun dari taxi .
Wan Abud : “Berafa?”
Supir taxi : “10 dollar tuan”
Dengan santai ia pun membayar $5

Supir taxi: “Kurang tuan!”
Wan Abud : “Kurang? ente sudah ana kasih cukuf”
Supir taxi : “$ 10 tuan”
Wan Abud : “Kita kan naik berdua jadi ana bayar $5 ente bayar $5. bener kan?”
Sopir : .....?????

- Copyright © Kangmas Harry - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -