The Pop's

Tendangan Orang Gila

By : Harry Ramdhani

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang Aku donglot secara gratis, ‘Gila’ itu, “Sakit ingatan (kurang beres ingatannya); sakit jiwanya (sarafnya terganggu atau pikirannya tidak normal). Tidak biasa; tidak sebagaimana mestinya; berbuat yang bukan-bukan (tidak masuk akal). Terlalu; kurang ajar. Terlanda perasaan sangat suka (gemar, asyik, kasih sayang). Tidak masuk akal.”
KBBI Offline Versi 1.3
Freeware 2010-2011 by Ebta Setiawan

                Bumi gonjang ganjing langit kelap kelap
Aku setuju dengan kata pengantar yang ditulis Kak Rosianna Silalahi di buku Ngawur Karena Benar – Sujiwo Tejo, “Normalnya, melihat kengawuran itu menyebalkan. Namun, saat yang disebut normal itu justru merusak akal sehat, lalu kita mau apa ? Di sinilah mengapa seorang Sujiwo Tejo ada. Ia berani ngawur, menabrak batas normal yang sering penuh kepalsuan.” Gayaku sambil mengacungkan jempol kearah muka Rindra.
“Aih, masih aja sih kamu bawa-bawa itu buku. Orang gendeng aja didenger.” Kata Rindra. Aku segera mengambil kertas bergambarkan coretan Rindra ketika tadi di kelas dan memainkannya seperti sedang mendalang, “Hey, yang gendeng itu Sampean, cuuk. IQ-mu melati, cocoke baca majalah porno, majalah yang banyak gambar cewek tak berpakean, tak punya malu, tinggal di encuk, bablast… .”
Mungkin Rindra jengkel karena ulahku dan tanpa aba-aba langsung meningggalkan ruang tunggu. Aku berlari kecil untuk menyusul Rindra, “Tunggu, dong. Bayar dulu tuh kopinya”.
“Sudah kau saja yang bayar, pakai alesan yang ada dibuku ngawur-mu itu, Aku jamin gratis. Semua orang di sini edan kabeeeeeeh.” Kata Rindra. Seketika Aku berhenti di depan mading, melihat pengumuman kalau UTS dilaksanakan 3 hari lagi dan bagi mahasiswa yang belum bayar tidak diperkenankan untuk mengikuti UTS. “Rin, cepat kesini, ada pengumuman.” Teriakku agar terdengar oleh Rindra.
“Jangan teriak-teriak, ini bukan pasar.” Aku kenal suara itu, suara dosen paling killer di Kampus, bisa habis Aku dilahapnya kalau tidak angkat kaki dari sini cepat-cepat. Akhirnya tersusul juga Rindra.
“Kenapa kau, Mblo ?” Kata Rindra.
“Siapa, Mblo ?” Sahutku.
“Ya, Sampean ‘lah. Sampean ‘kan Jomblo dari dulu. Sadar, cuuk” Sambil meniru gayaku tadi ketika masih di atas.
“Wuih, semena-mena Sampean kalau berucap. Aku jomblo ada sebabnya, cuuk.”
“Ahh, Jomblowan itu alesannya ndak ada abisnya kayak anggota DPR yang doyan Korupsi”
“Bah, bahasamu macem pengamat politik saja, sopo ngarane ?”
“Saepul Jamil ?”
“Bukaaaan, ehh, tapi mirip juga sih penyanyi dangdut sama anggota DPR. Sama-sama sok mendayu didepan orang padahal, aslinya, bahagia bukan maen.”
Rindra memandangku dengan heran. Aku pun ikut heran, ngomong opoo coba tadi. Kami berdua melanjutkan perjalanan ke Kantin. Di sana suadah ada Anto, Hilman, dan Hesty, pasangannya. Asyik beraat, tumben-tumbenan minuman mereka tidak joinan. Biasanya satu es teh manis dikelilingi lima orang.
“Wuiih, asyiiiik beraaaaat, airnya megang satu-satu. Malu sama mahasiswa baru yak ?”
“Udah atuuh, Jang. komentar mulu. Loh, kok jadi sunda gini” Kata Rindra.
“Iye, aye tau. Kagak-kagak lagi dah komentar. Aye ‘kan anak twitter. Loh, kok jadi betawi.” Jawabku.
Mereka bertiga bingung, apa yang terjadi dengan kedua temannya ini, Aku dan Rindra. Suasana kantin ketika itu cukup ramai, ramai oleh mahasiswa baru yang keblinger mungkin pengen nongkrong di mana. Mbak gado-gado yang sering Aku godain juga terlihat sibuk ngulek bumbu kacang tapi tetep… goyangannya belum ada yang ngalahin. Aku tidak kebagian tempat duduk. Rindra masih usaha nyari tempat duduk ke sana-ke mari. Mahasiswa baru hilir-mudik pesen makanan. Kantin kali ini seperti Dufan Keliling. Tahu Dufan Keliling ? Itu ‘loh komidi puter yang suka ada di kampung-kampung, kadang satu bulan ada di kampung ini dan bulan berikutnya ke kampung sebelah. Di tempat-ku sih ndak pernah ada Dufan Keliling, maklum, anak komplek.
“Pesan saja, Pri, nanti tak bayari.” Kata Anto. Yup, Aku di kampus dipanggil ‘Pri’, rada aneh sih, soale nama lengkapku, Kunoprianto. Kalau Aku dipanggil, Anto, terlalu kece dan sudah ada nama Anto, temanku. Dipanggil, Kuno, Ahh, tak sudi sama sekali Aku dipanggil, Kuno, memangnya Aku ini baju kusam.
“Okley, cuuk.” Ngomong-ngomong, Anto ini temanku yang lebih mirip mesin ATM berjalan, uangnya tak kenal kemarau. Bersemi terus. Lekas saja pergi untuk memesan minuman tapi Anto sudah teriak, “Bukan, ke Mbak gado, Pri, ke Bu Anyun kalau pesen minum.” Ahh, Anto kurang cekatan ternyata hari ini kan Aku belum godain Mbak gado-gado. “Mbak Yu, hari ini Kamu seperti timun yang berada dipajangan sayuran itu, tampak paling berair di antara semuanya.” Mbak gado-gado menatapku. Aku juga menatapnya. Aku melihat dirku di matanya. Mbak Gado mengambil cabe dan dilemparnya ke arah-ku. Aku lari.
Baru saja minumanku selesai dibuat tapi tersenggol oleh mahasiswa baru dan tumpah. Ingin rasanya Aku marah tapi ndak jadi, badannya terlampau lebih besar dari badanku. Aku pura-pura asyik sambil melempar senyum menandakan tidak terjadi apa-apa. Kini giliran menatap Anto dengan memelas. Anto siul-siul. Aku dekati Anto. Anto masih siul-siul. Aku coba ambil minumannya. Anto memukul tanganku,
“To, katanya Aku ditraktir ?”
“iyah, tak traktir kau minum, Pri.”
“Minumanku tumpah.”

“Terus gue harus cariin lu cewek biar gak jomblo lagi gitu.”
“Duh, itu klise banget, To. Ndak lucu. Haus Aku.” Wajahku makin melas.
Hesty nyamber, “Sek-sek, pesen lagi sana. Aku yang bayari Kamu, Pri”
“Wuiiih, ndak salah Hilman pilih Kamu. Kalau sudah bosen sama Hilman, Aku siap kok nampung Kamu.”
“Heh, Aku batalin nih traktirnya ?”
“Peace Make De Santos, Rukun Agawe Santosa.”
Setibaku di meja, ternyata obrolan sudah ada dilevel hangat, sehangat ulekan Mbak gado-gado. Anto jarang sekali ingin ngomong sampai ke tingkat ‘hangat’, biasanya Ia asyiik mainin gadget hasil uniko (Usaha Nipu Kolot). Hesty tidak ingin kalah, terus saja Ia memasukan argumennya. Rindra masih dalam porsinya, menjadi penjaga api dalam sebuah perbincangan. Hilman, diam.
“Aku sih masih ada yang bisa dijual untuk nutupin bayaran.” Kata Anto. Rindra kehabisan akal. Ouw, yang jadi bahan perbincangan adalah soal bayaran untuk UTS.  Hilman, diam.
“Kamu sudah bayaran, Pri ? ahh, salah nanya Aku. Pasti kau nanti pakai surat pengantar dari TU yah ?” Tanya Anto padaku.
“Gak ah, malu Aku terus-terusan begitu. Masa setiap semester Aku ndak pernah megang kartu ujian.” Jawabku.
“Memang Kau punya uang untuk bayaran ?” Hesty menimpali.
“Ndak punya, ini saja beli minuman dibayari Kamu, Hes.”
“Terus bayaran pakai apa Kamu, Pri ?” Rindra tidak ingin kalah.
“Duh, sudah semester berapa sih Sampean ?” – sambil Aku tunjuk satu-satu orang ber-IQ melati – “Mbok ya kalau punya otak dipakai, jangan cuma buat menuh-menuhin daleman kepala. Kalau mau diisi yak pakean dalem, biar sexy.” Mereka menatapku nanar.
“Denger nih.” Anto sudah menyiapkan tatakan gelas, sepertinya sudah siap melemparku kalau-kalau Aku salah ucap. “Kita ini kuliah di kampus islam, namanya saja UMM, Universitas Muhammadiyah Malang. Inget slogannya ? ‘Islam Agamaku, Muhammadiyah Gerakanku’. Jadi, kita bergerak seperti apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad.” Hesty memiringkan kepalanya, seakan ingin menciumku. Aku coba merem dan berharap Hesty beneran cium Aku. ‘Taaaak’. Kepalaku digetok Anto.
“Masih ndak paham juga.” Mataku mengitari orang-orang ber-IQ melati. “Nih, Nabi Muhammad ‘kan terus bersyiar dengan Islam, Ibadahnya juga kuat. Maka dari itu, kita tiru bersama. Kita coba sekali-kali mengajukan diri untuk kasih dakwah setiap siang ba’da Djuhur. Ngomong apa aja, yang penting dikait-kaitin sama Islam. Itu saja ndak cukup, kita juga perlihatkan ibadah kepada Rektor. Kalau Rektor solat, sebisa mungkin sebelah beliau dan jangan lupa, pakai berdo’a yang khusu kalau bisa sampai keluar air mata. Yakin, seyakin-yakinnya kita diperbolehkan ikut Ujian. Misalnya ndak boleh juga, ganti saja nama kampus ini dan ndak usah bawa embel-embel islam untuk menarik minat mahasiswa baru.”

Rindra, Hesty, Anto tepuk tangan, Hilman, diam.
“Ndak salah Aku traktir kau minum siang ini, Pri.” Puji Hesty.
“Ndak salah Aku getok kepalamu tadi, Pri.” Anto ikut memuji.
“Ndak salah kau baca buku Ngawur itu, Pri.” Rindra mungkin hanya ikut-ikutan saja karena malu ndak muji Aku sendirian. Hilman, diam.
Kita berlima pindah haluan ke Sekret (baca: sekertariat. Bagian/tempat organisasi yang menangani pekerjaan dan urusan yan menjadi tugas sekretaris; kepaniteraan) dan Hilman masih saja diam. Beberapa meter mendekati secret, tampak seorang laki-laki sedang duduk di depan pintu. Pandangannya kosong. Laki-laki itu memakai baju coklat, celana panjang hitam, menggunakan sepatu layaknya buruh yang bekerja di perusahaan alat berat, sedikit kumel memang. Hal pertama yang terlintas didalam pikiranku adalah pasti laki-laki ini korban ketidakadilan serikat pekerja buruh, kecewa, lalu ada yang ndak bener dengan pergeseran otaknya.
Rindra yang pertama mendekat tapi hanya dilihat saja. Dasar bodoh, dikira kotoran ayam yang ada dijalan mungkin, dilihat lalu menghindar. Kemudian Aku juga ikut mendekat, Aku sentuh-sentuh badannya dengan telunjuk tapi tidak ada reaksi. Karena penasaran, Aku duduk di sampingnya ikut memandang jauh sama seperti laki-laki itu lakukan. Dan Aku masih tidak menemukan apa-apa.
“Bapak laper ?” Kataku, tidak ada jawaban. “Bapak nunggu siapa ?” Masih saja tidak ada jawaban.
“Bapak habis diperkosa ? Bapak ingin kuliah di sini ? Bapak haus ? Bapak habis ikut demo ? Bapak Virgo ? Bapak suka masak ? Bapak lahir di mana ? Bapak paranormal ? Bapak lagi syuting reality show ?” Beragam pertanyaan yang Aku tanya ‘kan sama sekali tidak membuatnya buka mulut untuk menjawab. Sekali lagi Aku tanya, “Bapak kok kayak SBY, diem aja bisanya ?”
Yasudah, Aku melipir masuk sekret tapi ketika tangan kananku hendak membuka pintu, laki-laki itu bangun dan menendang kaki kiriku sangat kencang dengan sepatu khas buruh pabrik.
“AAAAAAKKKKKK.” Aku teriak kencang, laki-laki itu lari setelah menendang kakiku. “DASAR ORANG GILA!!” Teriakku kearah laki-laki yang langkahnya semakin jauh.
Anto, Hesty, dan Rindra tertawa melihat kakiku ditendang tapi Hilman masih saja diam.
“Man, kok Sampean diam saja dari tadi. Ada apa sih ?” Tanya Anto.
“Dari tadi Aku kosentrasi, naham mules, pengen BAB tapi WC di sini airnya lagi kering.”
Aku, Rindra, Hesty, dan Anto, “????????”

Oleh, Harry Ramdhani
‘Seorang Pria yang sedang menabur bunga di Twitter Hill atas kematian sebuah rasa dari kepercayaan’
Tag : ,

Orang Bilang, Masturbasi.

By : Harry Ramdhani

Entah, sudah berapa orang yang mengeluh atas keadaan. Entah, sudah berapa orang yang pasrah atas keadaan. Dan, entah, sudah berapa orang yang mojok di sudut kelas sedang Masturbasi… .

“Kabeh tergantung otakmu !”
“Kalau pikiranmu ngeres, ngeliat yang nggak kotor ya jadi cabul. Lihat buah papaya saja imajinasi sudah kemana-mana. Lihat bolongan mulut gua-gua di tebing saja, darah sudah bisa umub. Ndasmu cenat-cenut.”

Ngawur Karena Benar – Sujiwo Tejo


Bumi gonjang ganjing, langit kelap kelap

Tidak akan ada habisnya mendengar orang-orang berbicara tentang negeri ini. Dari pemulung yang sedang istirahat di warkop, dari tukang koran ngedumel sama koran yang Ia jual kalau isi berita semakin miring saja, sampai orang berdasi yang duduk manis di Gedung berbentuk bokong (Baca: Gedung Nusantara, DPR/MPR).

Aku ingat ketika sedang kuliah Sistem Ekonomi Indonesia, saat itu pembahasan tentang tindakakn korupsi yang terjadi pada Orde Baru. Kata dosenku, “Untuk bisa memutuskan lingkar labirin – sambil membuat lingkaran di papan tulis – harus ada orang yang masuk kedalam untuk memutuskan tali lingkaran ini.” Wuiih, kayaknya, dosenku ngelewatin tahun 1998, Ia lupa kalau orang-orang yang berada diluar sistem ‘lah yang berhasil memutuskan tali dari lingkaran labirin tersebut. Setidaknya, memutuskan dalang yang asyik main di dalam lingkaran labirin. Korupsi sih jalan terus sampai sekarang tapi biarlah, itu urusan KPK dan bukan urusanku. Oia, bahkan, sekarang, ‘Maling’ malah makin kondang ternyata. Butuh banting tulang alias kerja keras untuk seorang Ariel agar bisa jadi kondang seperti dulu. Ia harus melakukan petunjukan Dua Benua, Lima Negara dalam waktu 24 jam supaya kembali kondang. Berbeda dengan orang berdasi di Gedung berbentuk bokong, tinggal korupsi, bikin sensasi, langsung kondang disemua tivi.

Aku mencoba untuk mempraktikkan apa kata dosenku, masuk kedalam sistem lalu coba memutuskan lingkaran yang menurutku ndak bener. Bayangin, setiap hari ada saja orang yang mengeluh. Padahal lagi asyik berat nikmatin kopi di café merah putih, eh, temenku datang dengan segala keluh-kesah tentang kampus yang dulunya biru tapi kini hijau, dulunya almamater biru tapi kini hijau (FYI: katanya, Almamater diganti hijau karena untuk nyocokin cat tembok kampus yang diganti hijau juga. Ndak kebayang Aku kalau suatu saat cat ini luntur, hijaunya pudar lalu warna Almamater diganti pula untuk ngikutin. Pasti lebih terlihat sekumpulan gembel memakai Almamater dengan warna luntur.). Jengkel ? pasti, wong lagi asyik berat sama kopi malah diganggu. Andai di sini ada mata kuliah Pastur, pasti Aku dalami. Gini, Setahu-ku, orang kalau datang ke Pastur dengan segala masalahnya maka Pastur akan dengan suka rela mendengarkan lalu memberi nasihat tapi, berbeda dengan membawa masalah ke Pak Haji, dikit-dikit ada pake duit walau Aku juga tahu kalau duit yang diamplopin juga dikit. Tetep aje, bayarkan intinya?

Kini Aku menjabat sebagai Ketua di Fakultas, asyik ye? Menjabat, padahal di sini orang-orang ogah jadi pejabat jadi siapa–pun orang yang minat untuk jadi pejabat gampang. Tinggal mendaftar ingin menjabat apa, langsung dapet jabatan itu. Karena berdasarkan pengalamanku dulu ketika menjabat – aih, menjabat, asyik beraaat. Dulu menjabat dan sekarang masih menjabat di dua badan organisasi mahasiswa fakultas yang berbeda – bahwa begitu mudah untuk mendapat perijinan dalam membuat kegiatan tapi kini sulitnya minta ampun. Sendirian, yup hanya sendiri. Entah yang lain kemana, mungkin sedang asyik masturbasi.

Aku menikmati semua proses ini. Aku masih setia menunggu akan hasil dari sebuah proses. Semua begitu indah bila benar bisa tenggelam didalamnya seperti orang yang setia menunggu hujan di musim kemarau.

Tapi, melihat realita yang ada, Aku seperti diperkosa. Diperkosa oleh waktu. Diperkosa oleh tanggung-jawab. Diperkosa oleh pikiran. Kehormatanku hilang. Memang, ini hanya soal otak saja dapat menyimpulkan apa atas peristiwa yang ada. Toh, tinggal gimana isi kepala saja. Kalau isi kepala mumet, mendapat sedikit masalah saja pasti nyerah. Mau warna almamater hijau/biru sama aja, kalau isi kepala kita tidak memikirkan tentang keterpurukan organisasi ya sami mawon. Asyik memuaskan diri sendiri, orang bilang… masturbasi.

Inilah, inilah kelucuan di kampusku, orang yang bisanya mengeluh tentang kampus tanpa bertindak dan itu berarti Matematikanya jelek. Tidak bisa menangkap satu pola dari sesuatu yang tidak berpola. Inilah uniknya kampusku, dimana masih banyak mahasiswa yang sulit mendapat buku referensi untuk bahan belajar karena harganya yang relative mahal tapi pemimpinnya malah asyik bikin banyak bukunya sendiri, orang bilang sih… masturbasi.
Semua tergantung otak kita !
Ingin hanya ngengkang tanpa berjuang ? itu urusan Sampean, bukan urusanku.


Oleh, Harry Ramdhani,
“Seorang Pria yang sedang menabur bunga di Twitter Hill atas kematian sebuah rasa dari kepercayaan.”

Tag : ,

Prestasi itu...

By : Harry Ramdhani

A.      Arti Penting Prestasi Diri bagi Keunggulan Bangsa

1.       Prestasi Akademi
Prestasi Akademis, yaitu hasil pelajaran yang diperoleh dari kegiatan belajar disekolah atau perguruan tinggi yang bersifat koognitif dan biasanya ditentukan melaluipengukuran dan penilaian.
2.       Prestasi Belajar
Presatasi Belajar, yaitu pengusaan pengetahuan/keterampilan yang dikembangkan melalui mata pelajar
3.       Prestasi Kerja
Prestasi Kerja, yaitu hasil kerja yang dicapai oleh seseorang dalam melaksakan tugas yang dibebenkan kepadanya

B.      Potensi Diri untuk Berprestasi
                                 i.            Pengertian Bakat, Potensi, dan prestasi
Bakat dalah, kemampuan yang merupakan sesuatu yang melekat dalam diri seseoarang.
Orang yang berbakat adalah orang yang mampu mencapai prestasitinggi karena mempunyai kemampuan-kemampuan yang unggul. Kemampuan-kemampuan yang unggu. Kemampuan-kemampuan tersebut meliputi ;
(a)     Kemampuan intelektual;
(b)   Kemampuan akademik khusus
(c)    Kemampuan berfikir kreatif produktif
(d)   Kemampuan memimpin
(e)   Kemampuan dalam memimpin salah satu bidang seni
(f)     Kemampuan psikomotor (seperti dalam olahraga)

                               ii.            Ciri Anak Berbakat
Ø  Ciri-ciri anak berbakat
Anak yang berbakat, antara lain memiliki cirri-ciri sebagai berikut;
                                                                                I.            Daya Ingat yang kuat. Contohnya, snggup memngingat letak benda-benda, tempat-tempat penyimpanan, lokasi-lokasi, an sebagainya.
                                                                              II.            Daya Logika dan keterampilan analitis yang kuat. Contohnya, sanggup menyimpulkan, menghubung-hubungkan satu kejadian dengan kejadian yang lain.
                                                                            III.            Kemampuan berpikir abstrak. Contohnya, membayangkan sesuatu yang tidak tampak, kemampuan berimajinasidan asosias. Misalnya, membayangkan keadaan dibulan, diluar angkasa, atau tempat lain yang belum pernah dikunjunginya.
                                                                            IV.            Kemampuan membaca tata letak (ruang). Contohnya, menguasi rute jalan, kemana harus berjalan, menyebutkan bentuk ruang,
                                                                              V.            Mempunyao keterampilan mekanis. Contohya, pintar bongkar-pasang benda yang rumit  
                                                                            VI.            Bakat music dan seni
                                                                          VII.            Luwes dalam atletik dan menari
                                                                        VIII.            Pinntar berosoloiasi

Kaum Rum?

By : Harry Ramdhani



Telah bersabda Rasulullah SAW, “Kamu akan berdamai dengan kaum Rum dalam keadaan aman, kemudian kamu dan mereka akan memerangi suatu musuh. Dan kamu akan mendapatkan kemenangan serta harta rampasan perang dengan selamat. ....” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah)

Siapa kaum Rum?
Ane dapet dr website Syehk Imran Hosein

"Nabi Muhammad (SA) telah mengatakan bahwa
'Kamu akan bersekutu dengan Rum'.

Rum dalam Al Qur'an mudah untuk diidentifikasi. Itu adalah 'Gereja Kristen Ortodoks Timur'; yang mendirikan Kekaisaran Bizantium dengan Konstantinopel sebagai ibukota.


Rasulullah (SA) mengatakan 'Anda akan bersekutu dengan Rum'.
Kekaisaran Bizantium telah menghilang hari ini, tapi 'Gereja Kristen Ortodoks Timur ' tidak.

Jika kita ingin menemukan Rum, di mana 'Gereja Kristen Ortodoks Timur ' saat ini?
Jawaban, markas besarnya sekarang berada di Rusia. Jika saya salah saya mengajak Anda untuk mengoreksi saya.
Dan ketika Rasulullah (SA) mengatakan, 'Anda akan bersekutu dengan Rum ", jawaban saya adalah akan bersekutu dengan Rusia. .. "

sambungan hadits diatas
Telah bersabda Rasulullah SAW, “Kamu akan berdamai dengan kaum Rum dalam keadaan aman, kemudian kamu dan mereka akan memerangi suatu musuh. Dan kamu akan mendapatkan kemenangan serta harta rampasan perang dengan selamat. Kemudian kamu berangkat sehingga sampai ke sebuah padang rumput yang luas dan berbukit-bukit. Maka seorang laki-laki dari kaum salib mengangkat tanda salib seraya berkata, ‘Salib telah menang’. Maka marahlah seorang laki-laki dari kaum Muslimin kepadanya, lalu ia mendorongnya dan jatuh (meninggal). Pada waktu itu orang-orang Rum berkhianat, dan mereka berkumpul untuk memerangi kamu di bawah 80 bendera, dimana tiap-tiap bendera terdapat 12 ribu tentara.” ” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah)

dari hadits diatas setalah berdamai akan ada konflik anatara Muslim vs Rum kemudian. 80 bendera dan tiap-tiap bendera 12 ribu tentara?? jumlah yang banyak. Tapi jika melihat penduduk Rusia beserta negera-negara bekas uni soviet dan penduduk china beserta korea utara bisa di katakan mencapai jumlah demikian.

Imam al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Said al-Khudri dari Nabi saw bersabda, Allah Taala berfirman, “Wahai Adam.” Adam menjawab, “Aku penuhi panggilanMu dengan suka cita dan kebaikan berada di tanganMu.” Allah Taala berfirman, “Keluarkan rombongan neraka.” Adam bertanya, “Apa rombongan neraka?” Allah berfirman, “Sembilan ratus sembilan puluh sembilan dari tiap-tiap seribu.” Pada saat itu anak kecil beruban, wanita hamil meletakkan kehamilannya dan kamu melihat manusia mabuk dan mereka tidak mabuk akan tetapi azab Allah sangat keras. Mereka bertanya, “Ya Rasulullah, siapa dari kami yang menjadi satu itu?” Nabi saw menjawab,”Bergembiralah kalian, karena satu orang dari kalian, sementara seribu dari Ya’juj dan Ma’juj.” (Mukhtashar Shahih al-Bukhari no. 1342).
Jumlah yang banyak!

jika melihat sebuah hadits Ya’juj dan Ma’juj adalah turunan paman-paman dari Turki (yaitu bangsa-bangsa Cina, Rusia, Mongolia. Bermuka lebar, bermata sipit (kecil), berambut pirang (hitam keputih-putihan atau keruh seperti awan), seakan-akan wajah mereka adalah seperti meja yang bundar. Ciri-ciri mereka yang seperti itu telah diterangkan oleh Rasulullah saw dalam hadits marfu’ yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam musnadnya dari Abu Harmalah dari bibinya. (source eramuslim)

Russia dan China pernah bersekutu dengan Muslim !
kesimpulan pertama Yajuj dan Majuj identik Rum

lalu bagaimana dengan Khazar?

Rasulullah bersabda, “Ketika Isa dalam kondisi demikian, Allah mewahyukan kepada Isa bin Maryam, ‘Sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hambaKu, tak seorang pun mampu memerangi mereka, maka bawalah hamba-hamba-Ku berlindung di At-Thur’. Lalu Allah mengeluarkan Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka mengalir dari segala penjuru. Rombongan pertama melewati danau Thabariyah dan meminum airnya. Rombongan terakhir menyusul sementara air danau telah mengering, mereka berkata, ‘Sepertinya dulu di sini pernah ada air’. Nabi Isa AS dan teman-temannya dikepung sehingga kepala sapi bagi mereka lebih berharga daripada 100 dinar, lalu Nabi Isa AS dan kawan-kawan berdoa kepada Allah. Lalu Allah mengirim ulat di leher mereka, maka mereka mati bergelimpangan seperti matinya jiwa yang satu. Kemudian Allah menurunkan Nabi Isa dan kawan-kawannya ke bumi, maka tidak ada sejengkal tempat pun di bumi kecuali dipenuhi oleh bau busuk mereka. Lalu Nabiyullah Isa AS dan teman-temannya berdoa kepada Allah, kemudian Allah menurunkan hujan deras yang mengguyur seluruh rumah, baik yang terbuat dari tanah atau kulit binatang. Hujan itu membasuh bumi sehingga ia seperti cermin yang berkilauan.” an-Nawas bin Sam’an di Shahih Muslim (Mukhtashar Shahih Muslim no. 2048)

Jika Yajuj dan Majuj hanya merujuk ke bangsa Cina dan Turki bagaimana danau Thabariyah dan meminum airnya. Bukan kah danau tersebut ada di Israel?

Disni lah poin Khazar tetap tidak bisa dilupakan.

Khazar dan Turkis
Bangsa Khazar bukan hanya menyatu menjadi Yahudi Eropa dan Yahudi Israel sekarang tapi juga Turkis ( paman-paman dari Turkis = Russia,China dan Mongol)

Amin Muhammad Jamaludin didalam kitabnya “Umur Umat Islam” mengatakan bahwa mereka adalah keturunan Yaftits bin Nuh. Karena Nuh mempunyai tiga orang anak, yaitu Ham, yang menjadi nenek moyang orang Habsyi (Afrika). Anak kedua bernama Sam, yang menjadi nenek moyang bangsa Arab, Persia dan Romawi. Sedangkan anak ketiga bernama Yafits yang menjadi nenek moyang bangsa Turki. (sumber eramuslim)

Hubungan Khazar dan Yafits
Setelah memeluk Yudaisme, bangsa Khazar sendiri menelusuri asal-usul mereka kepada Kozar, anak dari Togarma. Togarma disebutkan dalam Kitab Suci Ibrani sebagai cucu Yafet.

YAKJUJ MAKJUJ

“Mereka berkata; “Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya-juj dan Ma-juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka ?”

QS. Al-Anbiya: 96
“Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya-juj dan Ma-juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (Hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir. (Mereka berkata); “Aduhai celakalah kami, sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang zhalim.”

Ya-juj dan Ma-juj dalam Hadits
Dari Zainab Binti Jahsh -isteri Nabi SAW, berkata;
“Nabi SAW bangun dari tidurnya dengan wajah memerah, kemudian bersabda; “Tiada Tuhan selain Allah, celakalah bagi Arab dari kejahatan yang telah dekat pada hari kiamat, (yaitu) Telah dibukanya penutup Ya-juj dan Ma-juj seperti ini !” beliau melingkarkan jari tangannya. (Dalam riwayat lain tangannya membentuk isyarat 70 atau 90), Aku bertanya; “Ya Rasulullah SAW, apakah kita akan dihancurkan walaupun ada orang-orang shalih ?” Beliau menjawab; “Ya, Jika banyak kejelekan.”
(HR. Ahmad, Al-Bukhari dan Muslim)

Jenis dan Asal Usul Ya-juj dan Ma-juj dalam QS. Al-Kahfi : 94
Ya-juj dan Ma-juj menurut ahli lughah ada yang menyebut isim musytaq (memiliki akar kata dari bhs. Arab) berasal dari AJAJA AN-NAR artinya jilatan api. Atau dari AL-AJJAH (bercampur/sangat panas), al-Ajju (cepat bermusuhan), Al-Ijajah (air yang memancar keras) dengan wazan MAF’UL dan YAF’UL / FA’UL. Menurut Abu Hatim, Ma-juj berasal dari MAJA yaitu kekacauan. Ma-juj berasal dari Mu-juj yaitu Malaja. Namun, menurut pendapat yang shahih, Ya-juj dan Ma-juj bukan isim musytaq tapi merupakan isim ‘Ajam dan Laqab (julukan).
Para ulama sepakat, bahwa Ya-juj dan Ma-juj termasuk spesies manusia. Mereka berbeda dalam menentukan siapa nenek moyangnya. Ada yang menyebutkan dari sulbi Adam AS dan Hawa atau dari Adam AS saja. Ada pula yang menyebut dari sulbi Nabi Nuh AS dari keturunan Syis/At-Turk menurut hadits Ibnu Katsir. Sebagaimana dijelaskan dalam tarikh, Nabi Nuh AS mempunyai tiga anak, Sam, Ham, Syis/At-Turk. Ada lagi yang menyebut keturunan dari Yafuts Bin Nuh. Menurut Al-Maraghi, Ya-juj dan Ma-juj berasal dari satu ayah yaitu Turk, Ya-juj adalah At-Tatar (Tartar) dan Ma-juj adalah Al-Maghul (Mongol), namun keterangan ini tidak kuat. Mereka tinggal di Asia bagian Timur dan menguasai dari Tibet, China sampai Turkistan Barat dan Tamujin.

Mereka dikenal sebagai Jengis Khan (berarti Raja Dunia) pada abad ke-7 H di Asia Tengah dan menaklukan Cina Timur. Ditaklukan oleh Quthbuddin Bin Armilan dari Raja Khuwarizmi yang diteruskan oleh anaknya Aqthay. “Batu” anak saudaranya menukar dengan negara Rusia tahun 723 H dan menghancurkan Babilon dan Hongaria. Kemudian digantikan Jaluk dan dijajah Romawi dengan menggantikan anak saudaranya Manju, diganti saudaranya Kilay yang menaklukan Cina. Saudaranya Hulako menundukan negara Islam dan menjatuhkan Bagdad pada masa daulah Abasia ketika dipimpin Khalifah Al-Mu’tashim Billah pertengahan abad ke-7 H / 656 H.

Ya-juj dan Ma-juj adalah kaum yang banyak keturunannya.Menurut mitos, mereka tidak mati sebelum melihat seribu anak lelakinya membawa senjata. Mereka taat pada peraturan masyarakat, adab dan pemimpinnya. Ada yang menyebut mereka berperawakan sangat tinggi sampai beberapa meter dan ada yang sangat pendek sampai beberapa centimeter. Konon, telinga mereka panjang, tapi ini tidak berdasar.

Pada QS. Al-Kahfi:94, Ya-juj dan Ma-juj adalah kaum yang kasar dan biadab. Jika mereka melewati perkampungan, membabad semua yang menghalangi dan merusak atau bila perlu membunuh penduduk. Karenya, ketika Dzulkarnain datang, mereka minta dibuatkan benteng agar mereka tidak dapat menembus dan mengusik ketenangan penduduk.

Siapakah Dzulkarnain ? Menurut versi Barat, Dzulkarnain adalah Iskandar Bin Philips Al-Maqduny Al-Yunany (orang Mecedonia, Yunani). Ia berkuasa selama 330 tahun. Membangun Iskandariah dan murid Aristoteles. Memerangi Persia dan menikahi puterinya. Mengadakan ekspansi ke India dan menaklukan Mesir. Menurut Asy-Syaukany, pendapat di atas sulit diterima, karena hal ini mengisyaratkan ia seorang kafir dan filosof. Sedangkan al-Quran menyebutkan; “Kami (Allah) mengokohkannya di bumi dan Kami memberikan kepadanya sebab segala sesuatu.” Menurut sejarawan muslim Dzulkarnain adalah julukan Abu Karb Al-Himyari atau Abu Bakar Bin Ifraiqisy dari daulah Al-Jumairiyah (115 SM - 552 M.).
Kerajaannya disebut At-Tababi’ah. Dijuluki Dzulkarnain (Pemilik dua tanduk), karena kekuasaannya yang sangat luas, mulai ujung tanduk matahari di Barat sampai Timur. Menurut Ibnu Abbas, ia adalah seorang raja yang shalih.

Ia seorang pengembara dan ketika sampai di antara dua gunung antara Armenia dan Azzarbaijan. Atas permintaan penduduk, Dzulkarnain membangun benteng. Para arkeolog menemukan benteng tersebut pada awal abad ke-15 M, di belakang Jeihun dalam ekspedisi Balkh dan disebut sebagai “Babul Hadid” (Pintu Besi) di dekat Tarmidz. Timurleng pernah melewatinya, juga Syah Rukh dan ilmuwan German Slade Verger. Arkeolog Spanyol Klapigeo pada tahun 1403 H. Pernah diutus oleh Raja Qisythalah di Andalus ke sana dan bertamu pada Timurleng. “Babul Hadid” adalah jalan penghubung antara Samarqindi dan India.

BENARKAH TEMBOK CINA ADALAH TEMBOK Zulkarnain ?
Banyak orang menyangka itulah tembok yang dibuat oleh Zulkarnain dalam surat Al Kahfi. Dan yang disebut Ya’juj dan Ma’juj adalah bangsa Mongol dari Utara yang merusak dan menghancurkan negeri-negeri yang mereka taklukkan. Mari kita cermati kelanjutan surat Al Kahfi ayat 95-98 tentang itu.
Zulkarnain memenuhi permintaan penduduk setempat untuk membuatkan tembok pembatas. Dia meminta bijih besi dicurahkan ke lembah antara dua bukit. Lalu minta api dinyalakan sampai besi mencair. Maka jadilah tembok logam yang licin tidak bisa dipanjat.
Ada tiga hal yang berbeda antara Tembok Cina dan Tembok Zulkarnain. Pertama, tembok Cina terbuat dari batu-batu besar yang disusun, bukan dari besi. Kedua, tembok itu dibangun bertahap selama ratusan tahun oleh raja-raja Dinasti Han, Ming, dst. Sambung-menyambung. Ketiga, dalam Al Kahfi ayat 86, ketika bertemu dengan suatu kaum di Barat, Allah berfirman,

“Wahai Zulkarnain, terserah padamu apakah akan engkau siksa kaum itu atau engkau berikan kebaikan pada mereka.” Artinya, Zulkarnain mendapat wahyu langsung dari Tuhan, sedangkan raja-raja Cina itu tidak. Maka jelaslah bahwa tembok Cina bukan yang dimaksud dalam surat Al Kahfi. Jadi di manakan tembok Zulkarnain?

BEBERAPA PENELITIAN TEMBOK YA’JUJ
Abdullah Yusuf Ali dalam tafsir The Holy Qur’an menulis bahwa di distrik Hissar, Uzbekistan, 240 km di sebelah tenggara Bukhara, ada celah sempit di antara gunung-gunung batu. Letaknya di jalur utama antara Turkestan ke India dengan ordinat 38oN dan 67oE. Tempat itu kini bernama buzghol-khana dalam bahasa Turki, tetapi dulu nama Arabnya adalah bab al hadid. Orang Persia menyebutnya dar-i-ahani. Orang Cina menamakannya tie-men-kuan. Semuanya bermakna pintu gerbang besi.

Hiouen Tsiang, seorang pengembara Cina pernah melewati pintu berlapis besi itu dalam perjalanannya ke India di abad ke-7. Tidak jauh dari sana ada danau yang dinamakan Iskandar Kul. Di tahun 842 Khalifah Bani Abbasiyah, al-Watsiq, mengutus sebuah tim ekspedisi ke gerbang besi tadi. Mereka masih mendapati gerbang di antara gunung selebar 137 m dengan kolom besar di kiri kanan terbuat dari balok-balok besi yang dicor dengan cairan tembaga, tempat bergantung daun pintu raksasa. Persis seperti bunyi surat Al Kahfi. Pada Perang Dunia II, konon Winston Churchill, pemimpin Inggris, mengenali gerbang besi itu.

Apa pun tentang keberadaan dinding penutup tersebut, ia memang terbukti ada sampai sekarang di Azerbaijan dan Armenia. Tepatnya ada di perunungan yang sangat tinggi dan sangat keras. Ia berdiri tegak seolah-olah diapit oleh dua buah tembok yang sangat tinggi. Tempat itu tercantum pada peta-peta Islam mahupun Rusia, terletak di republik Georgia.
Al-Syarif al-Idrisi menegaskan hal itu melalui riwayat penelitian yang dilakukan Sallam, staf peneliti pada masa Khalifah al-Watsiq Billah (Abbasiah). Konon, Al-Watsiq pernah bermimpi tembok penghalang yang dibangun Iskandar Dzul Qarnain untuk memenjarakan Ya’juj-Ma’juj terbuka.

Mimpi itu mendorong Khalifah untuk mengetahui perihal tembok itu saat itu, juga lokasi pastinya. Al-Watsiq menginstruksikan kepada Sallam untuk mencari tahu tentang tembok itu. Saat itu sallam ditemani 50 orang. Penelitian tersebut memakan biaya besar. Tersebut dalam Nuzhat al-Musytaq, buku geografi, karya al-Idrisi, Al-Watsiq mengeluarkan biaya 5000 dinar untuk penelitian ini.

Rombongan Sallam berangkat ke Armenia. Di situ ia menemui Ishaq bin Ismail, penguasa Armenia. Dari Armenia ia berangkat lagi ke arah utara ke daerah-daerah Rusia. Ia membawa surat dari Ishaq ke penguasa Sarir, lalu ke Raja Lan, lalu ke penguasa Faylan (nama-nama daerah ini tidak dikenal sekarang). Penguasa Faylan mengutus lima penunjuk jalan untuk membantu Sallam sampai ke pegunungan Ya’juj-Ma’juj.
27 hari Sallam mengarungi puing-puing daerah Basjarat. Ia kemudian tiba di sebuah daerah luas bertanah hitam berbau tidak enak. Selama 10 hari, Sallam melewati daerah yang menyesakkan itu. Ia kemudian tiba di wilayah berantakan, tak berpenghuni. Penunjuk jalan mengatakan kepada Sallam bahwa daerah itu adalah daerah yang dihancurkan oleh Ya’juj-Ma’juj tempo dulu. Selama 6 hari, berjalan menuju daerah benteng. Daerah itu berpenghuni dan berada di balik gunung tempat Ya’juj-Ma’juj berada.
Sallam kemudian pergi menuju pegunungan Ya’juj-Ma’juj. Di situ ia melihat pegunungan yang terpisah lembah. Luas lembah sekitar 150 meter. Lembah ini ditutup tembok berpintu besi sekitar 50 meter.

Dalam Nuzhat al-Musytaq, gambaran Sallam tentang tembok dan pintu besi itu disebutkan dengan sangat detail (Anda yang ingin tahu bentuk detailnya, silakan baca: Muzhat al-Musytaq fi Ikhtiraq al-Afaq, karya al-Syarif al-Idrisi, hal. 934 -93.

Al-Idrisi juga menceritakan bahwa menurut cerita Sallam penduduk di sekitar pegunungan biasanya memukul kunci pintu besi 3 kali dalam sehari. Setelah itu mereka menempelkan telinganya ke pintu untuk mendengarkan reaksi dari dalam pintu. Ternyata, mereka mendengar gema teriakan dari dalam. Hal itu menunjukkan bahwa di dalam pintu betul-betul ada makhluk jenis manusia yang konon Ya’juj-Ma’juj itu.

Ya’juj-Ma’juj sendiri, menurut penuturan al-Syarif al-Idrisi dalam Nuzhat al-Musytaq, adalah dua suku keturunan Sam bin Nuh. Mereka sering mengganggu, menyerbu, membunuh, suku-suku lain. Mereka pembuat onar, dan sering menghancurkan suatu daerah. Masyarakat mengadukan kelakuan suku Ya’juj dan Ma’juj kepada Iskandar Dzul Qarnain, Raja Macedonia. Iskandar kemudian menggiring (mengusir) mereka ke sebuah pegunungan, lalu menutupnya dengan tembok dan pintu besi.

Menjelang Kiamat nanti, pintu itu akan jebol. Mereka keluar dan membuat onar dunia, sampai turunnya Nabi Isa al-Masih.

Dalam Nuzhat al-Musytaq, al-Syarif al-Idrisi juga menuturkan bahwa Sallam pernah bertanya kepada penduduk sekitar pegunungan, apakah ada yang pernah melihat Ya’juj-Ma’juj. Mereka mengaku pernah melihat gerombolan orang di atas tembok penutup. Lalu angin badai bertiup melemparkan mereka. Penduduk di situ melihat tubuh mereka sangat kecil. Setelah itu, Sallam pulang melalui Taraz (Kazakhtan), kemudian Samarkand (Uzbekistan), lalu kota Ray (Iran), dan kembali ke istana al-Watsiq di Surra Man Ra’a, Iraq. Ia kemudian menceritakan dengan detail hasil penelitiannya kepada Khalifah.
Kalau menurut penuturan Ibnu Bathuthah dalam kitab Rahlat Ibn Bathuthah pegunungan Ya’juj-Ma’juj berada sekitar perjalanan 6 hari dari Cina. Penuturan ini tidak bertentangan dengan al-Syarif al-Idrisi. Soalnya di sebelah Barat Laut Cina adalah daerah-daerah Rusia.

- Copyright © Kangmas Harry - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -