Showing posts with label Senin yang Panjang . .. Show all posts
si cepak vs si sexy
By : Harry RamdhaniJam 9pm . .
Sebagai lelaki satu-satunya diangkot, gue harus membela hak-hak para penumpang lainnya. Putar otak, sebenernya geu juga takut dengan si cepak. Akhirnya lampu di otak menyala#tiing. Ikatan dirambut gue lepas sehingga rambut terurai ke bawah semua. Ditambah acting kayak orang abis mabok, gue tegur si cepak “bang, tolong dong rokoknya dimatiin, kasian yang lain”. Dengan mata yang tajam si cepak melotot kea rah gue “apa lu, beraninya nyuruh gue” sambil tangannya megangin kerah baju gue. Ternyata acting gue kurang dapet menjadi orang pemabuk, pasang senyum engga jelas ke arah si cepak, karena menurut Mario Teguh “apabila kalian mengahadapi seorang atasan yang sangar, maka jurus yang paling tepat adalah ‘tersenyum’ dengan begitu si atasan yang tadinya sangar akan dengan mudah akan taklukan” . .
Dengan teori yang gue dapat itu, si cepak malah ngajakin berantem dan menyruh gue turun dari angkot. OMG. Ini sulit dipercaya, badannya gede banget. Lagi.lagi gue tersenyum kearah si cepak, dengan senyum itu pun membuat kekompakan sesama penumpang lainnya untuk bersatu. Akhir para kryawati itu mendukung gue sehingga si cepak matiin itu rokok. Ternyata dengan senyum dapat memparsatukan keadaan dari penakut menjadi pemberani.
Setelah pindah angkot untuk meneruskan perjalanan panjang ini, gue turun di lampu merah cikaret dan berjejerlah angkot 35 disana. Ketika gue naik kata si abang angkot “itu yang didepan, bang” dan begitu seterusnya abang angkot berkata ke gue sampai ada di angkot paling depan. Pas gue liat kebelakang, ada kali gue jalan 300 meter dari tempat asal. Menunggu dan menunggu lagi didalam angkot. Tiba.tiba naik llah seorang perempuan yang bisa dikatagorikan sexy dalam berpakaian naik ke angkot yang sama dengan gue. Aduu, gawat. Adegan malam begini yang gue engga suka kalau naik angkot. Si sexy malah ngajakiin ngobrol beriringan mobil angkot berjalan selambat siput itu. Di danau setu cikaret si sexy malah ngajakini gue turun juga, dengan berbagai alasan yang aneh gue tolak tawaran itu, lampu di otak kembali menyala#tiiing. Melihat bagian depan si supir ditemani keneknya, gue mendekat kemereka dan bernego dengan para dua cecunguk itu. Lobi dimulai, akhirnya dua orang cecunguk itu mau menerima tawaran gue. Tapi sial bukan kepayang, gue malah diturunin di danau setu cikaret dan dua orang cecunguk itu membawa si sexy entah kemana, sebenernya kasian juga sih gue sama si sexy, diapain tuuh orang yaa, biarlah dari pad ague yang kena. Gu Cuma bisa berdo’a untuk si sexy agar engga kenapa.kenapa . .
Perjalan hampir disudahi, tinggal jalan kaki beberapa ratus meter akan sampai dirumah. Tapi perut tidak bisa diajak untuk kompromi. Terlihat warung dengan menggunakan lampu bermata 5 watt. Yaa, gue harus berhenti. Melihat dikantong cuma sisa 2 ribu, gue cari sekiranya makanan yang men gue cari sekiranya makanan yang menenagkan dengan uang 2 ribu. “beli.beli.beli” tapi engga ada jawaban juga, udaa aja langsung gue ambil kue berbentuk brownis yang nampaknya padat. Nyam.nyam.nyam, kalau orangnya engga keluar juga duitnya tinggal taro diatas box kuenya aja. Udaa abis satu potong ternyata perut masih belum cukup diganjel. Akhirnya gue ambil satu potong lagi, ketika tinggal beberapa gigit lagi, si pemilik warung keluar, “beli apa, aa . .??”. “ini, beli kue 2” kata gue, si pemilik warung langsung mencari box mana yang gue tunjukan itu ”aduu, ini mah kuenya udaa lama, aa”,”mungkin udaa basi”. Wuahh, kacau ada apa coba hari ini. Sambil membuang sisa kue yang masih di tangan dan membayar 2 potong kue yang basi, gue pulang kerumah dengan berharap tidak ada sesuatu yang menykitkan nanti . .
Sebagai lelaki satu-satunya diangkot, gue harus membela hak-hak para penumpang lainnya. Putar otak, sebenernya geu juga takut dengan si cepak. Akhirnya lampu di otak menyala#tiing. Ikatan dirambut gue lepas sehingga rambut terurai ke bawah semua. Ditambah acting kayak orang abis mabok, gue tegur si cepak “bang, tolong dong rokoknya dimatiin, kasian yang lain”. Dengan mata yang tajam si cepak melotot kea rah gue “apa lu, beraninya nyuruh gue” sambil tangannya megangin kerah baju gue. Ternyata acting gue kurang dapet menjadi orang pemabuk, pasang senyum engga jelas ke arah si cepak, karena menurut Mario Teguh “apabila kalian mengahadapi seorang atasan yang sangar, maka jurus yang paling tepat adalah ‘tersenyum’ dengan begitu si atasan yang tadinya sangar akan dengan mudah akan taklukan” . .
Dengan teori yang gue dapat itu, si cepak malah ngajakin berantem dan menyruh gue turun dari angkot. OMG. Ini sulit dipercaya, badannya gede banget. Lagi.lagi gue tersenyum kearah si cepak, dengan senyum itu pun membuat kekompakan sesama penumpang lainnya untuk bersatu. Akhir para kryawati itu mendukung gue sehingga si cepak matiin itu rokok. Ternyata dengan senyum dapat memparsatukan keadaan dari penakut menjadi pemberani.
Setelah pindah angkot untuk meneruskan perjalanan panjang ini, gue turun di lampu merah cikaret dan berjejerlah angkot 35 disana. Ketika gue naik kata si abang angkot “itu yang didepan, bang” dan begitu seterusnya abang angkot berkata ke gue sampai ada di angkot paling depan. Pas gue liat kebelakang, ada kali gue jalan 300 meter dari tempat asal. Menunggu dan menunggu lagi didalam angkot. Tiba.tiba naik llah seorang perempuan yang bisa dikatagorikan sexy dalam berpakaian naik ke angkot yang sama dengan gue. Aduu, gawat. Adegan malam begini yang gue engga suka kalau naik angkot. Si sexy malah ngajakiin ngobrol beriringan mobil angkot berjalan selambat siput itu. Di danau setu cikaret si sexy malah ngajakini gue turun juga, dengan berbagai alasan yang aneh gue tolak tawaran itu, lampu di otak kembali menyala#tiiing. Melihat bagian depan si supir ditemani keneknya, gue mendekat kemereka dan bernego dengan para dua cecunguk itu. Lobi dimulai, akhirnya dua orang cecunguk itu mau menerima tawaran gue. Tapi sial bukan kepayang, gue malah diturunin di danau setu cikaret dan dua orang cecunguk itu membawa si sexy entah kemana, sebenernya kasian juga sih gue sama si sexy, diapain tuuh orang yaa, biarlah dari pad ague yang kena. Gu Cuma bisa berdo’a untuk si sexy agar engga kenapa.kenapa . .
Perjalan hampir disudahi, tinggal jalan kaki beberapa ratus meter akan sampai dirumah. Tapi perut tidak bisa diajak untuk kompromi. Terlihat warung dengan menggunakan lampu bermata 5 watt. Yaa, gue harus berhenti. Melihat dikantong cuma sisa 2 ribu, gue cari sekiranya makanan yang men gue cari sekiranya makanan yang menenagkan dengan uang 2 ribu. “beli.beli.beli” tapi engga ada jawaban juga, udaa aja langsung gue ambil kue berbentuk brownis yang nampaknya padat. Nyam.nyam.nyam, kalau orangnya engga keluar juga duitnya tinggal taro diatas box kuenya aja. Udaa abis satu potong ternyata perut masih belum cukup diganjel. Akhirnya gue ambil satu potong lagi, ketika tinggal beberapa gigit lagi, si pemilik warung keluar, “beli apa, aa . .??”. “ini, beli kue 2” kata gue, si pemilik warung langsung mencari box mana yang gue tunjukan itu ”aduu, ini mah kuenya udaa lama, aa”,”mungkin udaa basi”. Wuahh, kacau ada apa coba hari ini. Sambil membuang sisa kue yang masih di tangan dan membayar 2 potong kue yang basi, gue pulang kerumah dengan berharap tidak ada sesuatu yang menykitkan nanti . .
Tag :
Senin yang Panjang . .,
angkot gaol
By : Harry RamdhaniLoncat ke jam 12am . .
Gue udaa tiba dikampus, panas yang semakin panas mendera tenggorokan sampe lambung, perih bukan kepayang. Karena setahu gue masuk jam 1, maka gue langsung bergegas sms temen buat nge’print tugas karena dosennya bisa terbilang killer masalah nilai dan absen. Fajar adalah teman kelompok yang sengaja gue rekrut kedalam kelompok gue dikarenakan do’i sebagai pa bos yang siap nge’print tugas kelompok ini. Ternyata ehh ternyata, ketika selesai nge’print tugas, ternyata hari ini masuk jam 3. Dia langsung ngomel engga berenti ke gue, itu disebabkan apabila dia engga izin, dia sudah follow up ke berbagai konsumen yang igin beli barang di pa bos.
Dengan pikiran yang tenang akhirnya gue ajak dia ke café merah putih buat nantang main catur, engga lama kemudian marahnya mencair dan langsung memesankan es teh manis buat gue. Yaa, ini adalah trik paling itu, kita harus tahu apa yang paling dia senangi, dengan begitu kita bisa yang mengambil alih permaianan.
Loncat lagi ke jam 6pm . .
Kuliah hamper selesai dan gue masih bingung harus pulang naik apa, karena kereta sudah tidak ada lagi apabila lewat jam 7 ke Jakarta. Sambil belajar, pikiran ngalor.ngidul tiada arah dan juga tujuan.
45 menit belalu dan kuliah selesai langsung llah gue bergegas sholat maghrib di Fakultas, biar bisa sesegera mungkin buat pulang. Sambil nanya sana sini arah pulang yang ekonomis dan engga harus muter.muter. harap.harap cemas, akhirnya gue diberitahu cara yang sediki murah untuk pulang yaitu naik MGI dari ciawi dan turun di pintu tol citereup. Okok. Dengan bekal info yang sekenanya doang ditambah hape yang udaaa low battery, hati harus tenang, karena nyasar adalah bagian dari hidup gue. Apabila ini gue harus nyasar, yaa engga aneh bagi gue.
Menunggu.menunggu dan menunggu . .
Jam 7pm . .
Tidak ada tanda.tanda akan datangnya bus MGI, gaya posisi duduk gue pun udaa semakin engga karuan. Dari jongkok di pembatas jalan, senderan di bus mayangsari, berdiri di tembok pembatas jalan dan banyak lagi.
Beberapa menit kemudian, ketika posisi duduk udaa p.w bus MGI datang tapi hanya memperlambat lajunya saja. Gue segera menaiki bus itu secepat yang gue bisa, dan pas liat jalur trayek itu bus, tertulis BOGOR-PL.RATU. langsung aja rekwes sama si kenek buat ngebukain pintu bus itu dan loncat seperti di iklan.iklan minuman isotonic di tipi.tipi itu. Kalau gue engga ngeliat itu tulisan, pasti nanti udaa jadi pengntiinnya si nyi roro kidul di pelabuhan ratu, hhu L
Harapan asa kembali tumbuh didalam kalbu, hilir mudik orang melintas didepan mata. Entah apa yang harus dilakukan sekarang, hape udaa mati.nyala tidak jelas maunya apa. Ketemu dengan temen gue untuk minta bareng pulangnya naik T02. Ketika udaa didalem kendaraan, kepala gue langsung menjulur keluar jendela buat teriak layaknya kenek, “UKI.UKI.UKI”, “AYOO UKI BERANGKAT SEKARANG, YANG JAUH MENDEKAT YANG DEKET LANGSUNG NAIK AJA”. Tiba.tiba kaki gue di tending oleh temen gue #duug, *kayaknya pengen banget diajak jadi bagian ini tulisan banget sih J kita sebut saja dia K
“jangan bilang UKI nanti engga ada yang naik, kalau mau teriak CITEREUP aja” kata K. dengan pasrah dan manggut.manggut seperti disuruh oleh sultan, kepala gue sekali lagi menjulur keluar jendela dan berteriak “TEREUP.TEREUP” dan #sreek, tiba.tiba si K malah mengambil buku yang ada di tangan dengan cepat. “buku apaan nii, gue pinjem yaa”, “co’ masa bacanya Chicken Soup”. Ahh, retorika banget sih, minjem mah minjem aja dehh engga usaa comment mulu, kayak anak facebook aja comment mulu.
Jam 8pm . .
T02 berangkat juga dari tempat ia berdiam diri dari tadi, didalam pikiran kayak ada yang mengganjal, koo engga di maintain ongkos sih . . ?? sikenek malah ngobrol ngalor.ngidul sama si supir. Hati riang, mungkin si kenek lupa.
Ketika hampir’ sampai di pintu tol citereup, si K pindah duduk ke bangku depan. “duit lu berapaan . . ?? kata K, ysng tadi gue kira naik T02 free ternyata malah dipalak sama K, galak banget emang tuuh orang. “ceban” kata gue. Duit ceban gue dituker dengan duit goceng K, baik juga nii orang malaknya pake otak. Mungkin dia kasian sama gue, karna duit tinggal selembar.lembarnya didompet.
Ketika ada orang turun, si penumpang langsung bayar ke supir kayak naik angkot. “Llah, koo kayak angkot” tanya gue ke K. “emang ini angkot kali” jawabnya sambil belaga orang jadi tour.guide. “ouw, angkotnya yang gaool”.
Setelah berpisah dengan si K di pintu tol citereup, gue berjalan perlahan dan langsung naik angkot 08(citereup-ps anyar). Di angkot lumayan penuh juga, tetapi hanya ada 2 laki.laki termasuk yaitu si cepak dan gue. Semua sibuk dengan hengpon masing.masing, diseelah kanan gue masih sibuk ng’update berita di detik.com dan disamping kiri nge’tweet mulu. Tiba.tiba si cepak ngambil sebatang rokok dari saku kantongnya. Dengan seenak udelnya sendiri, si cepak ngebakar itu rokok didalam angkot, udaa tau lumayan penuh penumpangnya. Walaupun gue juga seorang perokok tapi gue tau kode etik seorang perokok. Bas.bus bibir si cepak ngebuang asep dari mulutnya. Para penumpang yang rata-rata para karyawati itu hanya bisa diem, karena badan si cepak juga terbilang gede banget, kayak abri yang engga di terima test seleksi.
Gue udaa tiba dikampus, panas yang semakin panas mendera tenggorokan sampe lambung, perih bukan kepayang. Karena setahu gue masuk jam 1, maka gue langsung bergegas sms temen buat nge’print tugas karena dosennya bisa terbilang killer masalah nilai dan absen. Fajar adalah teman kelompok yang sengaja gue rekrut kedalam kelompok gue dikarenakan do’i sebagai pa bos yang siap nge’print tugas kelompok ini. Ternyata ehh ternyata, ketika selesai nge’print tugas, ternyata hari ini masuk jam 3. Dia langsung ngomel engga berenti ke gue, itu disebabkan apabila dia engga izin, dia sudah follow up ke berbagai konsumen yang igin beli barang di pa bos.
Dengan pikiran yang tenang akhirnya gue ajak dia ke café merah putih buat nantang main catur, engga lama kemudian marahnya mencair dan langsung memesankan es teh manis buat gue. Yaa, ini adalah trik paling itu, kita harus tahu apa yang paling dia senangi, dengan begitu kita bisa yang mengambil alih permaianan.
Loncat lagi ke jam 6pm . .
Kuliah hamper selesai dan gue masih bingung harus pulang naik apa, karena kereta sudah tidak ada lagi apabila lewat jam 7 ke Jakarta. Sambil belajar, pikiran ngalor.ngidul tiada arah dan juga tujuan.
45 menit belalu dan kuliah selesai langsung llah gue bergegas sholat maghrib di Fakultas, biar bisa sesegera mungkin buat pulang. Sambil nanya sana sini arah pulang yang ekonomis dan engga harus muter.muter. harap.harap cemas, akhirnya gue diberitahu cara yang sediki murah untuk pulang yaitu naik MGI dari ciawi dan turun di pintu tol citereup. Okok. Dengan bekal info yang sekenanya doang ditambah hape yang udaaa low battery, hati harus tenang, karena nyasar adalah bagian dari hidup gue. Apabila ini gue harus nyasar, yaa engga aneh bagi gue.
Menunggu.menunggu dan menunggu . .
Jam 7pm . .
Tidak ada tanda.tanda akan datangnya bus MGI, gaya posisi duduk gue pun udaa semakin engga karuan. Dari jongkok di pembatas jalan, senderan di bus mayangsari, berdiri di tembok pembatas jalan dan banyak lagi.
Beberapa menit kemudian, ketika posisi duduk udaa p.w bus MGI datang tapi hanya memperlambat lajunya saja. Gue segera menaiki bus itu secepat yang gue bisa, dan pas liat jalur trayek itu bus, tertulis BOGOR-PL.RATU. langsung aja rekwes sama si kenek buat ngebukain pintu bus itu dan loncat seperti di iklan.iklan minuman isotonic di tipi.tipi itu. Kalau gue engga ngeliat itu tulisan, pasti nanti udaa jadi pengntiinnya si nyi roro kidul di pelabuhan ratu, hhu L
Harapan asa kembali tumbuh didalam kalbu, hilir mudik orang melintas didepan mata. Entah apa yang harus dilakukan sekarang, hape udaa mati.nyala tidak jelas maunya apa. Ketemu dengan temen gue untuk minta bareng pulangnya naik T02. Ketika udaa didalem kendaraan, kepala gue langsung menjulur keluar jendela buat teriak layaknya kenek, “UKI.UKI.UKI”, “AYOO UKI BERANGKAT SEKARANG, YANG JAUH MENDEKAT YANG DEKET LANGSUNG NAIK AJA”. Tiba.tiba kaki gue di tending oleh temen gue #duug, *kayaknya pengen banget diajak jadi bagian ini tulisan banget sih J kita sebut saja dia K
“jangan bilang UKI nanti engga ada yang naik, kalau mau teriak CITEREUP aja” kata K. dengan pasrah dan manggut.manggut seperti disuruh oleh sultan, kepala gue sekali lagi menjulur keluar jendela dan berteriak “TEREUP.TEREUP” dan #sreek, tiba.tiba si K malah mengambil buku yang ada di tangan dengan cepat. “buku apaan nii, gue pinjem yaa”, “co’ masa bacanya Chicken Soup”. Ahh, retorika banget sih, minjem mah minjem aja dehh engga usaa comment mulu, kayak anak facebook aja comment mulu.
Jam 8pm . .
T02 berangkat juga dari tempat ia berdiam diri dari tadi, didalam pikiran kayak ada yang mengganjal, koo engga di maintain ongkos sih . . ?? sikenek malah ngobrol ngalor.ngidul sama si supir. Hati riang, mungkin si kenek lupa.
Ketika hampir’ sampai di pintu tol citereup, si K pindah duduk ke bangku depan. “duit lu berapaan . . ?? kata K, ysng tadi gue kira naik T02 free ternyata malah dipalak sama K, galak banget emang tuuh orang. “ceban” kata gue. Duit ceban gue dituker dengan duit goceng K, baik juga nii orang malaknya pake otak. Mungkin dia kasian sama gue, karna duit tinggal selembar.lembarnya didompet.
Ketika ada orang turun, si penumpang langsung bayar ke supir kayak naik angkot. “Llah, koo kayak angkot” tanya gue ke K. “emang ini angkot kali” jawabnya sambil belaga orang jadi tour.guide. “ouw, angkotnya yang gaool”.
Setelah berpisah dengan si K di pintu tol citereup, gue berjalan perlahan dan langsung naik angkot 08(citereup-ps anyar). Di angkot lumayan penuh juga, tetapi hanya ada 2 laki.laki termasuk yaitu si cepak dan gue. Semua sibuk dengan hengpon masing.masing, diseelah kanan gue masih sibuk ng’update berita di detik.com dan disamping kiri nge’tweet mulu. Tiba.tiba si cepak ngambil sebatang rokok dari saku kantongnya. Dengan seenak udelnya sendiri, si cepak ngebakar itu rokok didalam angkot, udaa tau lumayan penuh penumpangnya. Walaupun gue juga seorang perokok tapi gue tau kode etik seorang perokok. Bas.bus bibir si cepak ngebuang asep dari mulutnya. Para penumpang yang rata-rata para karyawati itu hanya bisa diem, karena badan si cepak juga terbilang gede banget, kayak abri yang engga di terima test seleksi.
Tag :
Senin yang Panjang . .,
kereta jangkrik
By : Harry RamdhaniHari itu senin (23/5), gue beraangkat ke kampus engga kayak biasanya yaitu tanpa menggunakan motor.
Jam 8am . .
Gue berangkat dari rumah menuju stasiun Bojonggede. Hari yang panas ketika itu,entah apa yang terjadi, perasaan gue saat itu udaa engga akan enak aja ketika udaa sampe di stasiun Bojonggede. Menunggu.menunggu dan menunggu yang gue bisa saat itu, soalnya kereta yang dateng kea rah Jakarta terus, sekalinya yang masuk ke Bogor malah Pakuan Ekspress*sebenernya sih engga ada masalah naik Ekspress tapi berhubung harus irit biaya, mendingan nunggu yang kereta Ekonomi aja dehh
Hilir mudik orang lewat di depan gue dengan tergesa, ada yang ketinggalan kereta, ada yang bolak.balik engga jelas*kayaknya caper kali di depan gue #pedeGila. Bahkan ada mba.mba dengan paras muka jowo yang nanya jadwal kereta ke gue, tapi berhubung gue anak yang baik makanya gue jawab sekenanya aja, kalau dia udaa nanya yang gue engga ngerti, baru dehh gue suruh nanya ke pa petugas yang berjaga di stasiun.
Jam 9am . .
Hampir satu jam gue menunggu di stasiun, kereta Ekonomi engga keliatan batang rodanya. Gue beranjak dari tempat bersandar didekat loket Ekonomi untuk nanya ke pa petugas “pa, kereta Ekonomi ke Bogor jam berapa yaa . . ??”*walaupun gue punya pengalaman pahit dengan pa petugas karena telah ditipu sehingga gue harus nyasar ketika berangkat ke Tanah Abang dan, panjang dehh ceritanya bakalan panjang lagi kalau diceritain disini. Sambil mainin hape dia jawab “nanti mba, jam setengah sepuluh”. Hahh, gue dikira mba.mba. “ehh, maaf, kirain tadi ce’ yang nanya”. “nanti mas, jam setengah sepuluh”.
Okok, lagi gue harus menunggu.menunggu dan menunggu*fan.fan.bo llah.
Kembali ke posisi awal, jongkok di pojokan didepan loket karcis Ekonomi. Sambil baca novel “Chicken Soup for The Soul, True Love”, gue terkesima baca salah satu bagian dinovel itu yang menceritakan tentang kisah seorang yang jatuh cinta pada pandangan pertama dan kata.kata yang manis yaitu “gravitasi tidak berlaku untuk orang yang sedang jaruh cinta, albert einstein”. Wuaw, seorang ilmuan hebat kayak dia aja ngomong soal cinta*takjub dehh. Engga terasa udaa hampir setengah jam berlalu, gue kembali beranjak dari keterpurukan ditambah kaki yang udaa kesemutan. Yee, ada pemberitahuan kereta Ekonomi ke Bogor segera masuk.
Hahh, banyak banget orang orang yang mau ke Bogor. Ouw, mungkin ini mah orang.orang yang niatnya pergi ke Jakarta dan biar dapet duduk makanya mereka ke Bogor dulu. Engga ada abisnya juga yaa pengguna kereta dari jaman gue masih kecil, udaa gitu ditambah kurangnya perhatian dari pemerintah soal para pengguna kereta yang ada Inovasi dari PT. Persero KAI cuma peraturam.peraturan yang engga jelas, dari masang kawat di atap kereta supaya engga ada yang naik diatap, bahkan waktu itu sampe nyewa petugas khusus anjing. Yaa, anjing digotong ke atap kereta dan mengusir para orang.orang yang di atap kereta. Sungguh kurang kerjaan banget sih, dan yang terbaru saat ini adalah PT. Persero KAI menyemprotkan cairan merah bagi pengguna kereta yang masih membandel buat naik ke atap kereta juga, apa coba inovasi.inovasi kayak gitu, yang ada malah ngebahayain si petugas yang nyemprotin cairan itu, kalau ada orang yang marah kena semprot sama si petugas karena buru.buru mau kerja malah di semprot cairan itu. Kalau emosi oang udaa peah seperti balon yang terus.terusan ditiup sampe overload dan pecah. Dan engga lama udaa dua alat yang dirusak sama penumpang kereta karena kena semprot, untung aja*untung mulu perasaan kata orang Indonesia mah, baru alatnya, kalau lama.lama dibiarin yang ada malah petugasnya di kepak sama penumpang.
Kalau gue bolle usul mah, karena gue juga sebagai penguna kereta yang engga begitu aktif, lebih baik keretanya engga usaa ada atapnya. Orang naik ke atap kan karena kalau didalam kereta tuuh penuh+bikin gerah+napas juga jadi susah+bisa bikin mules kalau begitu. Atau apa llah, bukan sekedar inovasi kayak gitu doang. Karena gue percaya kalau orang.orang yang bekerja disana tuh adalah orang yang kompeten di bidang kereta dan bukan orang yang sekedar tau kereta apa lagi basic-nya yang sama sekali engga ada kaitannya sama ilmu.ilmu yang ada disana.
Ketika udaa dikereta, disisi jendela kereta yang mulai perlahan menjauh meninggalkan stasiun Bojonggede, sedikit penuh dengan orang-orang, ada yang dagang minuman, ada yang dagang kamus, dan yang sama sekali engga gue sangka ternyata ada yang dagang jangkrik juga di kereta. Fantastis.dinamis.ekologis, bayangkan, ada ratusan lebih jangkrik dikanton besar si pedagang. Malah sampe ada yang keluar itu jangkrik, aaa.menakutkan.
Jam 10am . .
Setibanya di stasiun Cilebut, penumpang makin penuh. Semakin merapat juga gue dengan tukang jangkrik yang fantastis ini, jangkrik itu seperti melambai kearah gue untuk minta dibebaskan. Geli bukan kepayang, bapak.bapak disebelah gue malah banyak melemparkan pertanyaan yang bikin bulu.kuduk ue merinding semua*maaf, tidak bisa di publish dialog antara si bapak.bapak dngan si pedagang . .
Setelah sekian lama, kereta tiba di stasiun Bogor. Berdesakan para penumpang baik yang turun ataupun yang naik, ketika dipintu kereta gue melihat ada anak bayi yang digendong oleh ibunya. Kasian, sungguh kasian. Si bayi sampai nangis kejer karena berdesakan dengan para orang-orang berbadan besar lainnya. Dibelakang si ibu yang sedang menggendong bayi ada bapak.bapak yang ingin menerobos masuk ke dalam kereta memanfaatkan si ibu itu, dan si bayi makin keras nangisnya, ketika gue ada kesempatan keluar lebih dulu, bapak.bapak itu langsung gue tarik keluar agar engga terus-terusan nge’dorong si ibu itu. Dengan spontan si bapak itu marah.marah ke gue, “hehh, lancang banget lu narik gue keluar kereta”, kata si bapak. Gue cuma melempar senyum termanis yang gue punya untuk si bapak, karena engga tega nge’liat itu bayi yang nangis.
Ketika muka si bapak mulai menandakan ingin marah besar ke gue, tiba.tiba si pangeran jangkrik dateng menghampiri gue dan berkata “kenapa, pak, itu liat ada bayi sampe nangis”. Bapaka-bapak yang tadi mau marah akhirnya termenung sambil ketakutan karena melihat ratusan jangkring yang dibawa si pendekar. Seperti itu llah norma ketika di kereta, siapapun orang yang membawa bayi didalam kereta, maka kita wajib mendahulukan mereka dibanding kita. Apabila ada yang melawan, pasti akan menerima sanksiyang besar oleh pengguns kereta lainnya.
Jam 8am . .
Gue berangkat dari rumah menuju stasiun Bojonggede. Hari yang panas ketika itu,entah apa yang terjadi, perasaan gue saat itu udaa engga akan enak aja ketika udaa sampe di stasiun Bojonggede. Menunggu.menunggu dan menunggu yang gue bisa saat itu, soalnya kereta yang dateng kea rah Jakarta terus, sekalinya yang masuk ke Bogor malah Pakuan Ekspress*sebenernya sih engga ada masalah naik Ekspress tapi berhubung harus irit biaya, mendingan nunggu yang kereta Ekonomi aja dehh
Hilir mudik orang lewat di depan gue dengan tergesa, ada yang ketinggalan kereta, ada yang bolak.balik engga jelas*kayaknya caper kali di depan gue #pedeGila. Bahkan ada mba.mba dengan paras muka jowo yang nanya jadwal kereta ke gue, tapi berhubung gue anak yang baik makanya gue jawab sekenanya aja, kalau dia udaa nanya yang gue engga ngerti, baru dehh gue suruh nanya ke pa petugas yang berjaga di stasiun.
Jam 9am . .
Hampir satu jam gue menunggu di stasiun, kereta Ekonomi engga keliatan batang rodanya. Gue beranjak dari tempat bersandar didekat loket Ekonomi untuk nanya ke pa petugas “pa, kereta Ekonomi ke Bogor jam berapa yaa . . ??”*walaupun gue punya pengalaman pahit dengan pa petugas karena telah ditipu sehingga gue harus nyasar ketika berangkat ke Tanah Abang dan, panjang dehh ceritanya bakalan panjang lagi kalau diceritain disini. Sambil mainin hape dia jawab “nanti mba, jam setengah sepuluh”. Hahh, gue dikira mba.mba. “ehh, maaf, kirain tadi ce’ yang nanya”. “nanti mas, jam setengah sepuluh”.
Okok, lagi gue harus menunggu.menunggu dan menunggu*fan.fan.bo llah.
Kembali ke posisi awal, jongkok di pojokan didepan loket karcis Ekonomi. Sambil baca novel “Chicken Soup for The Soul, True Love”, gue terkesima baca salah satu bagian dinovel itu yang menceritakan tentang kisah seorang yang jatuh cinta pada pandangan pertama dan kata.kata yang manis yaitu “gravitasi tidak berlaku untuk orang yang sedang jaruh cinta, albert einstein”. Wuaw, seorang ilmuan hebat kayak dia aja ngomong soal cinta*takjub dehh. Engga terasa udaa hampir setengah jam berlalu, gue kembali beranjak dari keterpurukan ditambah kaki yang udaa kesemutan. Yee, ada pemberitahuan kereta Ekonomi ke Bogor segera masuk.
Hahh, banyak banget orang orang yang mau ke Bogor. Ouw, mungkin ini mah orang.orang yang niatnya pergi ke Jakarta dan biar dapet duduk makanya mereka ke Bogor dulu. Engga ada abisnya juga yaa pengguna kereta dari jaman gue masih kecil, udaa gitu ditambah kurangnya perhatian dari pemerintah soal para pengguna kereta yang ada Inovasi dari PT. Persero KAI cuma peraturam.peraturan yang engga jelas, dari masang kawat di atap kereta supaya engga ada yang naik diatap, bahkan waktu itu sampe nyewa petugas khusus anjing. Yaa, anjing digotong ke atap kereta dan mengusir para orang.orang yang di atap kereta. Sungguh kurang kerjaan banget sih, dan yang terbaru saat ini adalah PT. Persero KAI menyemprotkan cairan merah bagi pengguna kereta yang masih membandel buat naik ke atap kereta juga, apa coba inovasi.inovasi kayak gitu, yang ada malah ngebahayain si petugas yang nyemprotin cairan itu, kalau ada orang yang marah kena semprot sama si petugas karena buru.buru mau kerja malah di semprot cairan itu. Kalau emosi oang udaa peah seperti balon yang terus.terusan ditiup sampe overload dan pecah. Dan engga lama udaa dua alat yang dirusak sama penumpang kereta karena kena semprot, untung aja*untung mulu perasaan kata orang Indonesia mah, baru alatnya, kalau lama.lama dibiarin yang ada malah petugasnya di kepak sama penumpang.
Kalau gue bolle usul mah, karena gue juga sebagai penguna kereta yang engga begitu aktif, lebih baik keretanya engga usaa ada atapnya. Orang naik ke atap kan karena kalau didalam kereta tuuh penuh+bikin gerah+napas juga jadi susah+bisa bikin mules kalau begitu. Atau apa llah, bukan sekedar inovasi kayak gitu doang. Karena gue percaya kalau orang.orang yang bekerja disana tuh adalah orang yang kompeten di bidang kereta dan bukan orang yang sekedar tau kereta apa lagi basic-nya yang sama sekali engga ada kaitannya sama ilmu.ilmu yang ada disana.
Ketika udaa dikereta, disisi jendela kereta yang mulai perlahan menjauh meninggalkan stasiun Bojonggede, sedikit penuh dengan orang-orang, ada yang dagang minuman, ada yang dagang kamus, dan yang sama sekali engga gue sangka ternyata ada yang dagang jangkrik juga di kereta. Fantastis.dinamis.ekologis, bayangkan, ada ratusan lebih jangkrik dikanton besar si pedagang. Malah sampe ada yang keluar itu jangkrik, aaa.menakutkan.
Jam 10am . .
Setibanya di stasiun Cilebut, penumpang makin penuh. Semakin merapat juga gue dengan tukang jangkrik yang fantastis ini, jangkrik itu seperti melambai kearah gue untuk minta dibebaskan. Geli bukan kepayang, bapak.bapak disebelah gue malah banyak melemparkan pertanyaan yang bikin bulu.kuduk ue merinding semua*maaf, tidak bisa di publish dialog antara si bapak.bapak dngan si pedagang . .
Setelah sekian lama, kereta tiba di stasiun Bogor. Berdesakan para penumpang baik yang turun ataupun yang naik, ketika dipintu kereta gue melihat ada anak bayi yang digendong oleh ibunya. Kasian, sungguh kasian. Si bayi sampai nangis kejer karena berdesakan dengan para orang-orang berbadan besar lainnya. Dibelakang si ibu yang sedang menggendong bayi ada bapak.bapak yang ingin menerobos masuk ke dalam kereta memanfaatkan si ibu itu, dan si bayi makin keras nangisnya, ketika gue ada kesempatan keluar lebih dulu, bapak.bapak itu langsung gue tarik keluar agar engga terus-terusan nge’dorong si ibu itu. Dengan spontan si bapak itu marah.marah ke gue, “hehh, lancang banget lu narik gue keluar kereta”, kata si bapak. Gue cuma melempar senyum termanis yang gue punya untuk si bapak, karena engga tega nge’liat itu bayi yang nangis.
Ketika muka si bapak mulai menandakan ingin marah besar ke gue, tiba.tiba si pangeran jangkrik dateng menghampiri gue dan berkata “kenapa, pak, itu liat ada bayi sampe nangis”. Bapaka-bapak yang tadi mau marah akhirnya termenung sambil ketakutan karena melihat ratusan jangkring yang dibawa si pendekar. Seperti itu llah norma ketika di kereta, siapapun orang yang membawa bayi didalam kereta, maka kita wajib mendahulukan mereka dibanding kita. Apabila ada yang melawan, pasti akan menerima sanksiyang besar oleh pengguns kereta lainnya.
Tag :
Senin yang Panjang . .,